
Assalamualaikum semuanya ,mohon maaf Sebelumnya author baru kembali karena kesehatan yang tak memungkinkan untuk up kemarin, 1 bab untuk kalian ya.!
Semoga besok semakin membaik buat bisa berhalu lagi untuk kalian.
Happy reading 😍
Merenung...
Key hanya bisa merenung setelah mengetahui kondisi Killa saat ini di buat olehnya,ia menatap nanar pada tubuh pucat yang kini tengah terbaring lemah sejak kemarin itu ,ia menyesal telah mengerjai Killa habis habisan sampai pingsan.
Tak di sangka setetes air mata Key mengalir di pipinya saat matanya terkunci pada perut Killa.
"Perasaan apa ini? kenapa aku sesedih ini?" Gumamnya dalam hati.
Melihat Killa bergerak dan membuka mata ,key mendekat dengan cemas menanyakan keadaan nya.
"La,kamu sudah sadar? Mana yang sakit?." Ucap key terdengar khawatir.
Killa menoleh lalu bangkit tapi tangannya terhenti di perut nya yang terasa beda.
"Apa yang terjadi?" Bukannya menjawab ,Killa malah menanyakan apa yang terjadi padanya.
Key salah tingkah dan mencoba menjelaskan pada kila sebelum Killa tau semuanya.
"Oke oke ,kamu diam dulu ,dengar ..." Key menghembuskan nafas lalu menjelaskan pada Killa.
"Aku minta maaf sebelumnya,,Kamu ...."
"Aku kenapa? Ada apa?." Tanya Killa tak sabaran .
"Kata dokter kamu keguguran."
JDEEERRRR....
"Apa? Keguguran?Hiks...hiks ...." Kaget sudah pasti ,air mata Killa tanpa ragu meluncur deras ,tubunya gemetar bahkan kini tangannya mengelus pelan perutnya yang rata.
"Maaf, , aku ...."
"Akuu.. keguguran, , ,huuuuu...Maafkan mama nak, , maaf." Tangis Killa,ia menutup wajahnya menangis tersedu .
"Huuuu, , , huuuuuuu, , , ,"
Key salah tingkah ,ia mendekat dan mencoba menenangkan Killa.
"Maaf ,ini semua salah ku maaf " Ucap key mencoba memeluk Killa ,tapi di tepis oleh Killa.
"Pergi, , ,pergi kamu pergi,,aku gak mau melihat muka mu lagi " Teriak Killa mendorong kuat tubuh Key.
"Aaaaaarrrkkk, , , , huuuu...Pergiiiiiii..." Tangisnya lagi.
Mau tak mau Key menjauh pelan ,dan sesaat sebelum ia membuka pintu ,di saat itulah seseorang mengetuk pintu,lalu pintu terbuka dari luar .
__ADS_1
"Permisi tuan ,tuan Jun sudah datang " Ucap pelayan villa itu ,yang tak lain ialah Mirna.
"Mbak Lala sudah bangun ." Gumam nya dalam hati,ingin sekali ia mendekat tapi ia tak berani karena posisinya ii saja hanyalah seorang pelayan.
Degh..
Mata mereka beradu,mata kemarahan masih terpancar di wajah Key juga tangannya yang mengepal secara langsung membuat assisten Jun menelan ludahnya kasar,tapi ia harus terlihat biasa saja karena ia kini telah siap membuka semuanya.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Key , assisten Jun langsung masuk dan memanggil Killa.
"Killa.." Panggilnya berdiri di samping ranjang Killa.
Mendengar namanya di panggil membuat Killa mendongak.
"Jun, , , huuu, Anakku Jun,anakku,huuuu." Tangis Killa semakin menjadi sambil menoleh ke arah assisten Jun.
Degh.
Rasa sebah di dada di rasakan oleh Key saat mendengar Killa memanggil nama assisten Jun ,bahkan ia melihat Killa menangis di depan assisten Jun membuatnya merasa kesal dan cemburu,tapi perasaan itu ia tahan karena saat ini rasa bersalahnya lebih besar ketimbang rasa bencinya pada mereka,karena ia berpikir secara tidak sengaja ia telah membunuh calon bayi yang ada di perut Killa.
Sedangkan assisten Jun ,ia tak tau harus bagaimana saat ini ,ia juga baru tahu tentang kehamilan Killa dari ibunya saat hendak di bawa ke villa.
"Killa,kamu yang sabar ya, aku yakin nanti Allah akan ganti dengan yang lebih baik lagi." Ucap Assisten Jun menenangkan killa ,ia mendekat lalu duduk di pinggir ranjang dan memegang pundak Killa pelan agar Killa lebih tenang ,sikap Assisten Jun membuat Key tanpa sadar mengepal tangannya ,melihat keakraban mereka membuatnya pergi dengan membanting pintu.
Brak..
Keduanya kaget sampai menoleh , assisten Jun menghembuskan nafasnya karena sejak tadi ia merasa sesak nafas terus di perhatikan oleh Key.
Killa akhirnya menceritakan semuanya pada assisten Jun tentang dirinya sejak pergi dari rumahnya beberapa hari yang lalu.
Mendengar cerita Killa membuat assisten Jun geram dan mengepal tangannya merasa Key sudah keterlaluan, assisten Jun pun bangkit dan hendak menemui Key.
"Brengsek,dia sudah keterlaluan,kamu kenapa tidak kasi tau dia jika .."
"Tidak jun, , dia jangan sampai tau semua itu ,aku tidak mau "
"Tapi dia sudah keterlaluan Killa,kalau mau diam sampai kapan dia akan salah faham kaya gini ke kita ,kamu akan terus terusan jadi korban."
"Aku tidak perduli,aku belum siap Jun."
"Tapi aku perduli, dan aku tidak mau melihat kamu menderita lagi." Tegas assisten Jun hendak menemui Key.
"Jun , , " Panggil Killa.
"Maafkan aku ,kamu sudut berkorban banyak untuk ku dan keluarga ku ,dan saat ini aku hanya kamu hidup tenang." Ucap assisten Jun benar benar meninggal kamar itu.
"Huuu, , ,kenapa semuanya jadi seperti ini,aku hanya ingin hidup tenang dan damai." Tangis Killa sambil menatap kepergian assisten Jun.
Killa hendak bangkit namun rasa sakit dan tubuhnya yang lemah tidak memungkinkan dirinya untuk bangun.
Tak lama Mirna datang dengan membawa makanan untuk Killa .
__ADS_1
"Gimana keadaan kamu? " Tanya Mirna khawatir,sejak tadi ia ingin menemui Killa hanya saja sejak pingsan Key tidak keluar dari kamar itu menemani Killa.
"Rasanya mendingan Mirna,oh ya aku boleh minta tolong?."
"Apa? "
"Bantu aku keluar ,aku ingin menemui Key juga assisten Jun."
"Baiklah sebentar."
Mirna pun keluar mengambil kursi roda untuk Killa,dia pun segera mendorong Killa pelan keluar mencari Key dan juga assisten Jun .
Di sebuah ruangan , Assisten Jun mengetuk pintu dan setelah pemilik ruangan itu menyahuti untuk masuk barulah ia membuka pintu itu kemudian masuk menemui Key.
Key saat ini tengah berdiri di dekat jendela ruang kerjanya sambil membelakangi Assisten Jun.
"Sejak kapan hubungan kalian terjalin? Apa sebelum aku atau kalian mengkhianati ku?." Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Key saat assisten Jun baru saja masuk ke ruangan itu.
"Apa maksud anda tuan?" Kaget assisten Jun tak mengerti apa yang di katakan oleh Key.
"Heh ,kalian tidak perlu pura pura ,aku sudah tau semua" Ucap Key.
"Jika anda sudah tak semuanya, lantas kenapa anda menyakiti,,,"
"Aku tidak menyakitinya,dia hanya sedikit berkorban untuk kekasih dan keluarga dari kekasihnya,apa salah? "
Mendengar Key yang tak memberinya kesempatan bicara membuat assisten Jun geram.
"Jelas kamu salah Key ,sangat salah ? dan jangan pernah menyesal..."
"Aku tidak akan pernah menyesal menyakiti orang yang telah mengkhianati ku ." Jawab Key lagi tanpa menunggu ucapan assisten Jun selesai.
" Saya belum selesai bicara "
"Tidak perlu kamu jelaskan apapun lagi ."
" Tapi kamu harus tau key "
"Aku sudah tidak ingin mendengar apapun lagi tentang kalian " Lanjut Key terus saja menimpali ucapan assisten Jun.
"TAPI ANAK ITU ANAKMU " Teriak assisten Jun akhirnya.
Degh
Key terkejut mendengar ucapan assisten Jun , "apa maksud mu?."
"Iya ,anak itu anakmu "
"JUN CUKUUP..!" Sahut Killa berteriak dari belakang.
Mereka berdua menoleh." Killa ." Panggil mereka bersamaan.
__ADS_1