
Key benar benar pulang larut malam ,ia terus saja memantau ponselnya saat di perjalanan.
"Heh,rupanya dia tak lebih dari seorang wanita ular." Gumam Key sambil terus memantau kegiatan seorang wanita yang kini berada di sebuah pojokan sedang bercumbu dengan seseorang yang sangat di kenal oleh nya.
Rupanya anak buah Key memberikan sebuah bukti pada Key jika Stevani dan juga Sam memiliki hubungan,mereka terlihat jalan berdua di sebuah hotel dan salah satu anak buah Key tak sengaja melihatnya,dengan begitu Key mengatur rencana untuk melihat apa motif Stevani mendekati Key dan Sam yang berusaha agar Key menikah dengan Stevani.
"Apa yang sebenarnya mereka rencanakan?." Gumam Key.
Tak sampai sana , ternyata assisten Jun memasang CCTV di beberapa tempat di rumah itu bahkan Key dengan mudah mendengar percakapan mereka.
"Sayang cukup ,nanti Key pulang ." Ucap Stevani melepas lu Mat an Sam.
"Tapi aku masih ingin sayang ,aku belum dapat jatah !" Rengeknya Seperi anak kecil.
"Apa kamu mau rencana kita gagal hanya karena nafsu kamu itu?."
"Aah ya baiklah jika begitu aku akan kembali ,kamu jaga diri baik baik ya ."
"Oh ya mana obatnya?"
Sam terlihat kesal dan sebenarnya tidak rela jika Stevani tidur dengan Key akan tetapi demi rencana mereka Sam mengesampingkan rasa cemburunya dan membiarkan Stevani tidur dengan Key.
"Nih ..ingat ya jangan sampai kamu jatuh cinta padanya."
"Iih iya sayang kamu jangan khawatirkan itu , memang sih key ganteng tajir pula tapi cintaku hanya sama kamu ,jadi kamu tidak perlu khawatir."
"Baiklah jika begitu ,aku pulang ."
Cup
Sam mengecup singkat kening Stevani sebelum benar benar pergi dari rumah Key.
"Kita telah sampai Tuan muda ." Ucap Assisten Jun sesaat setelah sampai di depan rumah Killa.
Di sana telah terparkir sebuah mobil mewah yang tadi di beli oleh nya ,Key tampak tersenyum saat melihat mobil mewah itu di depan rumah Killa .
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum." Ucap assisten Jun mengetuk pintu .
Tak lama Killa keluar dan membuka pintu seraya menjawab salam dari Assisten Jun .
"Waalaikumsalam, , Jun kamu ngapain ke sini?." Tanya Killa saat melihat Assisten Jun tiba tiba datang tanpa memberitahu nya terlebih dulu.
"Khem khem ." Ucap Key berdehem saat Killa memanggil assisten Jun dengan nama namanya.
"Akrab sekali rupanya kalikan ya ." Terang Key terdengar cemburu.
Tak ingin berdebat Killa langsung menyuruh mereka masuk dan Killa membuat minuman untuk Key juga assisten Jun.
"Kamu sering ke sini?." Tanya Key pada assisten Jun saat Killa masih berada di dapur.
"Eeeh ,tidak tuan hanya beberapa kali saja ." Terang assisten Jun,ia sebenarnya tidak berani menjawab namun ia harus jujur pada Key juga ia tak takut mengatakan yang sebenernya karena tujuannya tidak salah.
__ADS_1
"Baiklah anggap aku percaya." Sahut Key.
"Apa?." Assisten Jun terheran Key tidak mempercayai dirinya karena terlalu cemburu dengan nya.
"Apa ,apanya assisten Jun ?." Sahut Killa datang dengan membaw dua gelas kopi hitam juga sebuah toples cemila berisi kacang telur jadul.
"Eeh tidak ada ,tidak ada apa apa ." Jawab assisten Jun ,sedangkan Key memperbaiki duduknya sambil memasang wajah masam.
"Kenapa dia?" Bisik Killa pada assisten Jun.
"Gak tau." Sahut Assisten Jun dengan berbisik juga.
"Aku mendengar nya." Ucap Key melototkan matanya ke arah Assisten Jun.
"Maaf tuan muda "
"PMS ya ,sensi amat sama assisten sendiri ." Celetuk Killa.
Tatapan tajam Key membuat Killa tertawa puas ,bahkan asisten Jun tak bisa menahan tawanya melihat Key semasam itu.
"Diam atau potong gaji 30%."
Hening ,seketika suasana hening ,tak ada yang berani membuka suara termasuk Killa.
Kruyuk
Kruyuk
Tiba tiba suara perut Key berkumandang.
"Eee, ,aku lapar ." Ucap Key merasa malu dengan suara perut nya .
Key tak menjawab ,tapi tatapannya mengarah ke Kila,Killa yang di tatap pun paham apa yang Key inginkan.
"Aku gak ada makanan ,hanya ada mie instan,kamu mau?."
"Apa ? Mie instan?"
Killa mengangguk,Key sama sekali tidak pernah makan Mie instan tapi jawaban assisten Jun membuat Key penasaran dengan mie instan .
"Ada telur mata sapinya?." Tanya assisten Jun antusias.
" Ada !"
"Cabai hijau?"
"Hmm...ada juga !."
"Aku mau !." Jawab assisten Jun sambil menggosok kedua telapak tangannya.
"Mau gak?" Tanya Killa pada Key.
"Belum pernah makan kan? Enak loh ,kamu pasti bakal ketagihan." Terang assisten Jun membuat Key semakin penasaran .
"Oke oke ,baiklah aku mau ?" Jawab nya ragu tapi sudah terlanjur.
"Baiklah kalian tunggu di sini ya ?" Ucap Killa bangkit dan menuju dapur untuk memasak.
__ADS_1
Di sela sela Killa memasak ,key dan juga assisten Jun keluar melihat lihat mobil baru Kila.
"Ini sih keren banget ,heran ya kenapa dia bisa kepikiran membeli mobil semewah ini?" Ucap Assisten Jun sambil mengelus elus pelan badan mobil.
Key tak menjawab,dia hanya diam dan tak lama Killa datang membawa nampan berisi tiga mangkuk mie instan lengkap dengan sayuran,cabai juga telur mata sapi.
"Makanan sudah siap.!" Ucap Killa.
Assisten Jun dan Killa sudah tidak sabar untuk mencicipi mie nya ,tapi reaksi Key membuat mereka menunda suapan mereka.
" Apa ini enak?" Tanya Key sambil mengaduk aduk mie instan itu dengan sandok dan garpu di mangkuknya.
"Pasti enak ini mah ,ini makanan kami ketika belum gajian hahaha.." Tawa assisten Jun.
"Benar ,ini makanan kita ketika musim hujan ." Sambung Killa.
Key tampak ragu mencicipi nya tapi tanpa sadar Killa menyendok kuah miliknya dan menyuapi Key langsung ke mulutnya.
Glek
Key menelan kuah mie instan itu dengan mata melotot,tapi seketika ia mengecap rasanya dan langsung memakan mienya tanpa ragu.
Suasana di sana begitu hangat karena mereka bertiga kini bagaikan tiga sahabat yang lagi menikmati makan bersama.Akan tetapi di sisi lain Anjani masih tak percaya dengan apa yang di alaminya pagi tadi ,ia masih merasa seperti mimpi.
"Ayolah Anjani bangun ,bangun !" Ucapnya pada dirinya sendiri.
"Anjani cukup ,kamu harus sadar ?" Ucap Dony memegang kedua bahu nya .
"Apa sih kamu,mending kamu diam " Marah Anjani.
Tak lama Lina datang karena cemas dengan keadaan Anjani.
"Anjani !" Panggilnya.
"Maa, , " Ucap Anjani
Sikap Lina tak seperti biasanya, jika biasanya dia datang sangat heboh dan langsung memeluk Anjani,tapi kali ini dia tidak memeluk membatunya itu ,wanita paruh baya itu hanya memanggil singkat dan menanyakan kabarnya.
"Aku sudah tidak apa apa ma,hanya kaget saja." Terang nya.
"Apa kata dokter ,kamu harus jaga kesehatan,jangan cemas jangan stres ,lagian apa sih yang membuat kamu pingsan di sana ,bukannya seharusnya kamu senang kamu sudah bisa membeli mobil yang kamu inginkan ?."
"Gimana gak kesal ma,aku di sana ketemu Killa dan Killa mempermalukan ku dengan ia membeli sebuah mobil seharga 11 milyar,."
"Apa? semahal itu? " Kaget Lina pula.
"Iya mah,siapa yang gak kaget ,sacara kan dia tidak memiliki apapun karena aku mengambil dompet juga kartu debitnya."
"Lantas? "
"Ia memiliki kartu black card yang entah aku tau tau dari mana dia mendapatkan nya ."
"Sudah lah ,apa sih yang kalian inginkan? kamu tidak usah ikut campur urusan Syakilla atau siapapun,dia membeli itu karena mampu ,simple kan " Terang Dony tak suka mereka menyebut Killa.
"Kamu kenapa sih ? Kamu bela dia ? Apa kamu massih cinta?"
"Suduhlah jangan ribut,kamu juga Anjani harusnya kamu tidak usah sesombong itu,kamu liat akibat kesombongan mu kan .?".
__ADS_1
"Kenapa mama malah nyalahin aku?" kesal Anjani.
****