Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 53


__ADS_3

"Apa kamu bilang?" Key mengepal tangannya saat mendengar laporan dari seseorang dari seberang sana.


Dia menatap benci pada Killa ,bahkan kini ia mendekat lalu mencengkram kembali lengan Killa dengan kuat hingga Killa mengaduh kesakitan.


"Sejauh apa hubungan kalian berdua ,hah?" Geram Key sambil berbisik pada killla.


"Aaaww....apa maksud mu ?."


"Jangan pura pura polos Lala,aku sudah tau semuanya, dasar wanita ******."


BRUGH..


Lagi dan lagi Key mendorong Killa hingga ia terjungkal ke lantai ,Killa memegang perutnya karena merasa sedikit keram.


"Ssshh" Ringis killa pelan.


Tak sampai sana Key pun kembali berjongkok dan menarik kerah baju Killa hingga tubuhnya sedikit terangkat oleh kerasnya tangan Key ,tangis Killa sudah tak terbendung di saat ia kesakitan menahan sakit di perutnya dia juga menangis karena kelakuan Key yang begitu kejam padanya.


" Aku pikir kamu wanita baik baik ,tapi ternyata aku salah ,kamu tidak lebih dari seorang pelacur murahan." Geram key kembali mencengkram wajah Killa lalu melepasnya kasar.


"Aku tidak paham apa maksud anda tuan muda ."


"Diam kamu ,aku tidak butuh ocehan mu ,yang pasti aku benci kamu dan aku muak melihat kamu."


"Keluarkan aku dari sini."


"Apa kamu bilang? Keluar dari sini? apa kamu lupa kamu sudah rela mengorbankan dirimu demi kebebasan kekasihmu dan juga keluarganya bukan? jadi mulai saat ini kamu adalah babu ku ." Terang Key tanpa menoleh ke arah Kila ,dia pun segera melangkah namun baru saja beberapa langkah ia terhenti.


"Aku mau segelas kopi panas ke kamarku " Ucapnya seolah tak terjadi apa apa beberapa saat lalu .


"Hiks , ,hiks , , kenapa kau begitu kejam Key,apa kau tau bagaimana sakitnya aku melihatmu seperti ini? kamu tidak memberiku kesempatan untuk berbicara dan menjelaskan semuanya " Gumam Killa berusaha bangkit dari rasa sakitnya.


"Sini aku bantu " Ucap salah satu pelayan di sana.


Killa menoleh dan menerima uluran tangannya ,sedang tangan kirinya masih memegang perutnya yang terasa keram.


"Terimakasih." Ucap Killa.


Wanita itu terlihat lebih dewasa dari Killa ,ia terrus memperhatikan Killa yang sejak tadi memegang perutnya,ia mencoba bertanya pada Killa apa yang ada di dalam pikirannya.


"Kamu hamil?." Tanya nya saat kini mereka telah berada di dapur.


Killa menoleh ,dan ia pun tak tau kenapa wanita itu tau tentang kehamilan nya .


"Kamu tau dari mana? " Tanya Killa.


"Ibuku di kampung seorang dukun beranak,jadi dia sering mengajariku pertolongan pertama jika ada keadaan darurat dari ibu melahirkan,bahkan dia juga memberitahu ku ciri ciri wanita hamil seperti apa,dan aku lihat beberapa dari ciri ciri itu ada sama kamu,tapi maaf jika aku lancang ,aku tidak bermaksud" Ucapnya sambil tangan tetap fokus membuat minuman pesanan Key tadi,juga minuman untuk Killa ,entah apa itu hanya dia yang tau.


"Kamu benar,aku hamil ,dan aku juga baru tau sebelum aku di bawa ke sini."


Tak lama wanita itu membawa dua gelas minuman ," ini pesanan tuan muda ,dan ini untuk kamu ,supaya lebih enakan ,oh ya apa boleh aku memegang perutmu? Kali saja aku bisa membatu kamu meringankan rasa sakit nya." Ucapnya meminta izin ,ia kasihan pada Killa karena terlihat masih merasa kesakitan di perutnya.

__ADS_1


Awalnya ragu tapi tak ada salahnya jika Killa membiarkan wanita itu melihat perutnya," baiklah." Jawab killa.


"Sana ,kamu kasi dulu pesanan tuan muda ,habis ini aku tunggu kamu di kamar ya."Killa mengangguk dan pergi membawa secangkir kopi panas untuk Key.


Tok


Tok


Tok


Setelah mengetuk pintu ,Killa memutar kenop pintu lalu masuk ke dalam ,ia melihat Key berdiri membelakanginya di dekat jendela.


Sambil menahan sakit di perutnya,Killa berusaha terlihat baik baik saja ." Ini kopinya tuan muda ." Ucap Killa.


Key sedikit menoleh lalu membalik badan," Lama sekali." Kesalnya.


"Maaf tuan muda ." Ucap Killa ,rasa nyeri di perutnya kembali ia rasakan ,ia memegang perutnya dengan tangan kirinya.


"Ffuuh, , Kopi apa ini pahit sekali ." Key menyemburkan kopi itu dari mulutnya tepat di wajah Kila.


Killa menutup matanya kuat agar percikan kopi tak masuk ke dalam matanya.


"Saya tidak suka kopi pahit,cepat kau ganti dengan yang baru ,tapi aku minta kamu yang buat bukan orang lain ." Ucap tegas Key dan mau tau mau Killa kembali ke dapur dan membuat ulang kopi pesanan Key.


"Loh kamu kenapa La?" Tanya wanita tadi .


"Tuan muda tak menyukai kopi nya ,dia menyuruhku untuk membuat ulang." Terang killa membuat wanita itu merasa bersalah.


"Entahlah ,atau mungkin tuan muda sengaja mengerjai mu."


Killa menghentikan aktivitas nya yang sejak tadi membersihkan wajah nya.


"Iya mungkin ,tapi ya sudah lah ,aku emang salah." Ucap Killa.


"Sini aku bantu."


"Tidak usah , , , , " Ucapan Killa terhenti karena ia tak tau nama wanita itu.


"Mirna , namaku Mirna " Jawab nya.


"Iya Mirna,tidak usah ,karena tuan muda maunya aku yang membuat kopi itu untuknya." Jawab Killa mulai meracik minuman untuk Key.


"Apapun masalah kalian ,aku hanya bisa mengatakan kamu yang sabar ya ,aku yakin tuan muda sejatinya orang yang sangat baik."


"Baik apanya ,dia terlalu kejam ,dia pantas di sebut Tuan muda yang kejam ." Gumam Killa dalam hati.


"Hmm, , iya baiklah Mirna,aku pergi dulu ,takut singa itu ngamuk lagi ." Ucap Killa menyebut Key singa.


"Eeh kamu, , , haha ,tapi ya sudah lah sana , semangat ya.."


"Iya terimakasih."

__ADS_1


Setelah sedikit bercanda Killa kembali ke kamar Key dan membawa segelas kopi yang baru untuk nya.


"Ini kopinya tuan muda ." Ucap Killa sambil menaruh kopi itu di meja dekat sofa panjang tanya dan di kamar itu.


Key hanya menoleh dengan ekor matanya lalu menurunkan kakinya yang tadi di silang le lantai sambil tangannya terulur mengambil cangkir kopi yang tadi di buat Killa.


"Mmm...enak juga kopi buatannya,baru kali ini aku menikmati kopi senikmat ini ." Gumam Key suka dengan kopi buatan Killa ,tapi melihat Killa membuatnya kembali merasa benci,dengan begitu ia berpura pura untuk tidak menyukai minumannya.


Ffuuh...


Lagi dan lagi Key menyembur kan kopi itu ke lantai ,ia belum puas dengan racikan Killa.


"Gak enak banget kopinya ,kamu bisa buat gak sih." Marah Key sambil meletakkan dengan keras cangkir itu ke piring kecil nya.


"Maaf tuan muda " Ucap Kila sambil menunduk.


"Cepat buat lagi yang baru." Titahnya.


Jika Key sudah mengatakan ganti maka Killa harus dengan cepat kembali ke dapur dan membuat ulang minuman nya .


" Ini tuan muda ."


"Kurang gula ,cepat ganti." Killa pun tanpa banyak bicara lagi dan lagi membuat kopi yang baru untuknya


"Ini tuan "


"Ini kurang pahit ,kamu gimana sih ,capat ganti lagi"


Killa sudah berkali kali bolak balik membuat kopi untuk Key ,dan saat ini killa sudah meras sangat letih ,ia kembali merasa sakit di perutnya,tapi ia harus segera membawa minuman itu ke kamar Key.


"Ssshh, , ya ampun saking bangat " Gumam Killa memegang perutnya dengan tangan kiri ,sedangkan tangan kanannya membawa secangkir kopi baru untuk key.


"Kuat Killa ,kuat " Gumamnya dalam hati sebelum masuk ke kamar itu.


"Aku mau kopi yang pertama tadi ,semuanya tidak enak,dan aku suka yang pertama kamu buat tadi." Ucap Key lagi dan lagi tidak suka dengan kopi yang di bawa Killa ,tapi ia ingin Killa kembali lagi ke dapur untuk membuat kopi yang pertama dia bawa untuknya.


"Kamu sengaja ? " Kesal Killa sambil menahan sakit ,keringat dingin sudah menjalar ke sekian tubuhnya tapi Key tak melihat itu ,dia terlalu fokus membelakangi Killa.


"Kalau ia memang kenapa? " Jawab key enteng.


"Cepat pergi sana ,jangan lama lama ." Ucap Key tanpa menoleh ke arah Killa.


Killa kesal dan cemberut kemudian berbalik ,tapi entah kenapa rasa sakit di perutnya semakin hebat dah pandangannya memudar.


"Aaawww, , , sakit banget ya Allah, , , SAKIIITTTT,,,," Ringis Killa dan..


BUgh..


Killa pingsan.


"Lala ..."

__ADS_1


__ADS_2