
Sisil terkikik setelah kembali mengantar Anjani menuju aula pernikahan,di jalan ia bertemu dengan MUA itu dan bertanya,"mbak dandanannya keren " Ucap Sisil mengacungi jempol .
MUA itu tersenyum lalu menjawab ," Itu balasan pelakor tak tahu diri " Jawabannya.
"Mbak tahu dari mana ?." Tanya Sisil kemudian ia menjelaskan apa yang dia lihat di kamar.
"Apa aku benar? Jika salah aku akan merasa bersalah pada nona Anjani " Terangnya.
"Merasa bersalah? Oh no jangan ,itu memang kenyataan nya bahkan sekarang aku tak tahu di mana buk Killa saat ini" Jawab Sisil terdengar senang di awal dan bersedih di akhir kalimatnya mengingat Killa.
"Semoga saja hidupnya hancur " Ucap MUA itu kembali dan pergi setelah melihat Aisyah datang menghampiri Sisil.
"Sil ,kamu kenapa senyum sendiri kaya gitu " Tanya Aisyah menghampiri.
"Eeh si mbok ,gak apa apa mbok,aku hanya ingin tertawa melihat ondel ondel di depan " Jawab sisil.
"Ondel ondel ?"
"iya, ,iih ayo lah kita kerja ,nanti di pecat loh " Ajak nya kemudian menarik lengan ibunya manuju dapur.
Kembali ke Dony.
Menghembuskan nafas panjang hingga akhirnya Dony memutar badan menuju aula pernikahan nya ,meski berat namun ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat,perlahan dia berjalan dan selalu meminta maaf dalam hati pada Killa atas keputusannya.
Saat telah sampai ia duduk di depan meja yang sudah di sediakan dan di depannya juga sudah ada calon mertua,Lina dan juga penghulu.
"Silahkan bawa pengantin perempuan nya ke mari " Pinta pak penghulu.
Tak lama Anjani keluar dengan senyum mengembang di bibirnya,semua mata tertuju pada nya.
"MMM...smua orng melihatku ,apa aku secantik itu? " Gumam Anjani dalam hati dan duduk di dekat Dony.
Dony meliriknya dan hendak tertawa namun dia tahan karena melihat tatapan tajam dari Lina dia pun menunduk ,sementara itu Lina dan juga orang tua Anjani saling pandang dan menggeleng pelan.
"Eeeh permisi,apa sebaiknya di tunda dulu pak penghulu?" Tanya Lina pada penghulu.
"Tidak bisa ibu,saya setengah jam lagi ada jadwal di desa sebelah,jadi saya tidak ada waktu " Ucapnya.
Lina kemudian mendekat ke Sarah,ibu Anjani. Ia membisik sesuatu dan ia pun mendekat ke arah Anjani lalu bertanya.
"Anjani ,apa kamu tidak malu melihat dandanan mu seperti ini?" Ucap Sarah pada Anjani.
Anjani mengerutkan keningnya ," apa ada yang salah dengan dandanan ku? Aku rasa dandanan ku sudah sempurna,lihat saja semua mata tertuju padaku buk ," Jawab Anjani percaya diri .
Kesal dengan jawaban anaknya ,Sarah mengambil kaca dari sakunya lalu memperlihatkan pada anaknya separah apa dandanannya.
"Huaaa, , , apa itu buk " Teriak Anjani saat melihat dirinya bak ondel ondel .
"Ssst diam kamu ,sekarang gimana? " Tanya Sarah.
"Buk ,aku gak mau buk ,aku mau ganti riasan dulu " Ucap Anjani hendak bangkit lalu di hentikan oleh pnghulu.
__ADS_1
"Maaf ibu ibu, saya sudah katakan saya tidak ada waktu, jika anda bersikeras untuk berias ulang saya lebih baik pergi saja " Ucap penghulu itu hendak pergi namun di hentikan oleh Ayah Anjani.
"Jangan pergi pak acara akan segera di mulai ,Anjani diam kamu jangan kemana mana." Tegas nya.
"Tapi ayah "
"Diam atau tidak ada Pernikahan sama sekali " Tegasnya lagi kemudian Anjani terpaksa duduk lagi ,dia sangat malu karena wajahnya yang tadinya cantik kini berubah menjadi ondel ondel.
"Awas kau , ,MUA sialan " Geramnya dalam hati.
Acara akan segera di mulai , mempelai wanita sudah meminta izin pada sang ayah untuk menikah dengan seorang pria yang dia cintai yaitu Dony, dan kini tinggal akad nikah,penghulu sudah melantunkan ijab yang akan di sambut oleh Dony sebagai penerima.
🌺🌺🌺
Sebelum itu di tempat lain , seorang wanita menggunakan drees selutut sedang berdiri di pinggir jalan ,ia terlihat sedang menunggu seseorang,terbukti dari caranya melihat jam di tangannya lalu menoleh ke jalan berharap seseorang datang menghampiri nya ,siapa lagi kalau bukan Syakilla Annastasiya.
Killa yang hendak pergi ke acara pernikahan suaminya itu kini tengah menunggu seseorang yang sejak semalam bertukar kabar dengannya.
"Mana sih dia..janji jam 9 ,sampai jam 10 belum sampai ,sialan apa dia menipuku " Kesal Killa mengambil ponselnya lalu menghubungi nomer nya.
( Nomor yang Anda tuju tidak dapat di hubungi,cobalah beberapa saat lagi )
" Waaah sialan,dia memang sengaja gak aktifkan ponselnya, awas saja aku akan ambil uangku lagi yang sudah masuk ke rekeningnya" Kesalnya hendak pergi,namun tiba tiba sebuah mobil mewah mendekat dan menghampirinya.
Killa memperhatikan dan tahu jika yang datang bukanlah orang sewaaannya,Orang yang di dalam mobil tersebut pun membuka kaca jendela nya lalu menyapa Killa.
"Ayo naik " Ucap Key dari dalam mobil.
"Key?" Gumam Killa dalam hati tapi ia tak menghiraukan key karena masih kesal sejak semalam ucapannya tak di respon olehnya.
"Sudah lah ayo naik , orang yang akan kamu tunggu tidak akan datang, dia mungkin sedang bersenang senang sekarang " Ucap Key lagi mengingat kejadian sebelum sampai ke tempat Killa.
"Apa tuan Key, ,? " Killa menebak jika orang itu tidak datang karena ulah Key.
"Yah apa yang ada di pikiran mu memang benar ,jadi ayo naik " Ajak Key lagi ,bedanya kali ini dia turun dan langsung menarik tangan Killa menuju mobilnya.
Detak jantung Killa seakan berirama,semakin dekat ia dengan rumah Suaminya semakin pula dia keringat dingin membayangkan dirinya yang sudah berstatus di poligami.
"Kamu yakin mau datang ke sana ? " Tanya Key membuka suara ,karena melihat Killa yang hanya diam saja sejak masuk ke mobil.
Killa menoleh sejenak dan menatap lekat wajah Key,Key pun sama dia mantap wajah Killa dan entah mengapa tangannya terulur meraih wajah kecil itu .
"Jika kamu tidak sanggup kita balik aja " Ucapnya kemudian mencubit gemas hidung Manjung Killa.
Assisten Jun pun menghentikan mobilnya," Tidak perlu,aku siap dan aku yakin akan keputusan ku " Jawab Killa tanpa ragu.
"Baiklah ,jika begitu lanjutkan saja assisten Jun" Ucap key lagi.
Tak lama mereka kini telah sampai di kediaman Nugraha,beberapa mobil telah terparkir di luar gerbang ,bahkan Susana pernikahan pun telah jelass terlihat di Gerbang rumah itu.
Jantung Killa semakin berdebar saat mesin mobil yang di kendarai telah di matikan.
__ADS_1
Key keluar terlebih dahulu dan di susul oleh killa,satpam yang melihat Killa langsung menghampiri,terlihat jelas wajah satpam itu merasa kasihan pada Killa.
"Buk Killa " Ucapnya mendekat dan menunduk.
"Pak Parman,sudah jangan seperti itu ,saya tidak apa apa " Jawab Killa melihat respon Parman satpam rumahnya saat ia datang.
"Sayang, ayo ! kenapa bengong di situ " Ucap key membuat Parman menoleh dan Killa tersenyum lalu melingkarkan tangannya di lengan Key.
"Saya masuk dulu ya pak Parman " Ucap Killa kemudian meninggal Parman dengan rasa penasaran dan tak percayanya.
"Sayang ?" Gumamnya mengulang kata panggilan Key.
Saat ini ruangan yang di tempati untuk akad nikah pun telah ramai ,tak sedikit dari mereka menatap ke arah killa yang baru saja sampai, begitu juga dengan Sisil dan Aisyah.
"Mbooh , ,buk Killa datang mbok " Ucap Sisil mencari Aisyah dan segera menghampiri nya.
"Nak Killa " Panggil Aisyah kemudian memeluknya.
"Buk Killa" Sisil pun sama ia menghampiri dan memeluk Killa bahkan sisil menangis.
"Sudah lah jangan menangis ,saya tidak apa apa kok ," ucap Killa
"Kenapa datang,harusnya tidak usah datang ke neraka ini " Marah Aisyah melihat Killa datang ,itu sama saja ia mengiris dirinya sendiri dengan pisau tajam.
"Tidak apa ,saya di undang masa iya tidak datang " Jawab Killa mencoba tegar ,sebisa mungkin ia tahan genangan air yang hampir tumpah dari pelupuk matanya ,tapi ia hanya ingin membuktikan secara nyata sakit hati yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
"Khem khem " Key mendehem saat merasa dirinya tak di hiraukan.
Mereka bertiga menoleh ,Aisya dan juga Sisil saling pandang " Buk Killa siapa laki laki ganteng ini ,pacar ibu yaa...hayo ngakuu " Bisik sisil membuat Killa malu dan tersenyum.
"Sst , ,diam nanti saya ceritakan ya " Jawab Killa dengan berbisik pula.
Kini pandangan mereka teralih oleh suara Donya menjawab ijab yang di ucapkan oleh penghulu .
Key mendekat dan merangkul Killa seolah menguatkan dirinya mendengar apa yang akan membuatnya semakin hancur .
"Saya terima nikah dan kawinnya Anjani binti Sugara dengan maskawin tersebut di bayar tunai".
"Bagiamana para saksi,sah?" Tanya penghulu.
"Saaah " Jawab mereka serempak.
"Alhamdulillah, , " Ucap mereka .
Saat Dony mengusap wajahnya setelah mengucap "Alhamdulillah" Saat itu juga dia melihat Killa yang berdiri tegak di depannya dengan jarak sekitar 10 meter.
Degh
"Killa " Ucap Dony langsung berdiri membuat mereka semua menatap ke arah Dony dan Killa.
#bersambung
__ADS_1
Jangan lupa Like,komen dan rate bintang 5 nya ya.
Salam hangat dari Author.