
Happy reading
Degh..
Lina begitu terkejut bahkan berharap Dony tak mendengar percakapan nya ," Eee enggak kok gak apa apa ,tadi taman mama yang ngajak arisan menelpon mama " Kilahnya.
"Ooh baiklah ,oh ya dony keluar dulu ya mau beli minuman" Ucap Dony.
"Eeh biar mama saja yang beli ,kamu di dalam saja ya temani manti dan cucu mama , , sana sana " Jawabnya mendorong tubuh Dony masuk kembali ,dia tak mau jika Dony nanti bertemu dengan Killa di rumah sakit itu ,dengan begitu dia menawarkan diri untuk membeli minuman untuk mereka.
***
"Apa pak Dony belum bisa di hubungi sil?" Tanya Aisyah panik ,ia hanya mondar mandir di depan ruang UGD menunggu dokter keluar dan mengabarkan kabar baik.
"Belum mbok, gimana ini?" Ucap Sisil ikut panik.
Tak lama beberapa suster keluar dan berlari entah kemana ,selang beberapa saat seorang dokter datang ,sebelum masuk ruangan dia menatap Aisyah dan juga sisil lalu dengan segera masuk ke ruangan itu.
Melihat suster itu kembali bersama dokter membuat Sisil dan Aisyah tambah panik ,mereka berdoa agar Killa baik baik saja.
"Ya Allah mbok semoga buk killa baik baik saja mbok,Sisil takut dan gak mau buk Killa kenapa kenapa?" Tangis Sisil sambil memeluk Aisyah.
"Iya nak, mbok joga berharap buk Killa baik baik saja ,kita doakan saja ya" Jawan Aisyah begitu tenang ,meski pada dasarnya hatinya sangat tak tenang bahkan bersumpah jika Syakilla kenapa kenapa dia yang akan membalas dendam pada keluarga Nugraha.
Di sisi lain seseorang tersenyum mengintip dari kejauhan sebelum berlalu dengan senang.
"Yah semoga saja dia meninggal " Gumamnya sambil tersenyum.
Di sisi lain seseorang mengawasi dah melalukan panggilan telepon dengan seseorang.
__ADS_1
Setelah beberapa saat para dokter keluar membawa tubuh Lemah Syakilla menuju ke sebuah ruangan.
"Apa yang terjadi ,kenapa dia di bawa keluar dok?" Tanya panik Aisyah mengikut langkah panjang dokter dan suster membawa Killa.
"Ibu tenang saja ,kami akan melakukan yang terbaik buat pasien ,jadi saya harap anda tenang dan berdoa agar pasien selamat " Terang dokter itu kemudian membawa Syakilla keruang operasi.
Aisyah hanya diam dan mengikuti mereka sambil berdoa,sementara itu Sisil lagi lagi mencoba menghubungi Dony namun masih tetap tidak aktif.
"Mbok apa yang harus kita lakukan,pak Dony masih tidak bisa di hubungi" Jelas Sisil ,dia sangat kesal di saat seperti ini Dony tidak ada dan dia juga bersumpah pada dirinya sendiri jika Killa kenapa kenapa dia akan membalas dendam pada keluarga Nugraha.
"Awas kalian " Gumamnya mengepal tangannya dan menatap nyalang.
Di dalam ruangan ,dokter masih berusaha menangani Syakilla ,sesekali konsentrasi dokter itu terganggu akibat satu kalimat. " CEPAT SELAMATKAN DIA ,JIKA TIDAK KAMU DAN RUMAH SAKIT YANG KAMU KELOLA ITU AKAN TUTUP SELAMA NYA ".
"Aarg sialan ,dasar Key gila , psikopat" Umpatnya dalam hati sebelum kembali berkonsentrasi pada Syakilla .
"Alhamdulillah, , ya Allah " Ucap Dokter Hary begitu lega dan menyelesaikan pekerjaan nya lalu keluar ,namun sebelum keluar dia sempat bergidik ngeri mendengar ucapan key yang beberapa saat lalu menghubungi nya dan langsung mengancam karir dan hidup ribuan orang di rumah sakit itu.
"Dasar key gila ,demi wanita itu dia rela mengorbankan banyak orang,dasar bucin akut ,sekali jatuh cinta es gunung langsung mencair ,iih seram banget sih " Gumamnya kemudian membuka pintu.
Melihat dokter telah keluar, Aisyah mendekat " Bagaimana keadaan nya dokter?."
"Dia baik baik saja , sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat,jika begitu saya permisi" Ucap dokter Hary pamit lalu menghubungi seseorang.
" Dia selamat " Ucapnya sekilas lalu mematikan ponselnya.
***
Di tempat lain .
__ADS_1
Key yang tadi sedang meeting begitu tak tenang sampai dia tak mendengar apa yang di katakan bawahnya tentang proyek nya,dia sebentar sebentar berdiri dan mondar mandir sambil menggigit kukunya menunggu kabar dari dokter Hary.
Melihat Key tidak konsentrasi membuat assisten Jun mendekat dan berbisik.
"Bos, apa anda lupa kota lagi di ruang meeting?" Bisik Assisten Jun ,seketika membuat key menghentikan langkahnya lalu melirik ke kiri ,melihat begitu banyak pasang mata yang mengamati nya.
Key kembali pada tubuh tegap dan juga wajah dinginnya ," khem khem, , apa yang kalian liat ,lanjutkan " Ucapnya dingin dan tegas.
"Salah satu pembicara pun melanjutkan ucapannya namun lagi lagi key tidak bisa menahan kekhawatirannya dan kembali membuat mereka yang ada di sana begitu heran dengan sikap key yang terlibat gelisah,namun meski sedang gelisah dia terlihat sangat manis dan juga imut.
Assisten Jun kesal melihat itu ,sampai akhirnya dia kembali berbisik." Apa sebaiknya meeting ini saya yang handle,lalu bapak kembali ke ruangan bapak ,gak enak pak jadi bahan tontonan " Bisiknya dan key kembali menoleh mereka yang memang memperhatikannya.
Dia memikirkan ucapan assisten nya kemudian mengangguk dan langsung pergi dari ruang meeting .
"Mohon maaf sebelumnya atas ketidak nyamanan nya,silahkan lanjut saya yang akan menggantikan pak Key" Ucap assisten Jun sopan lalu mulai memimpin meeting.
Di ruangnya key tak henti hentinya mondar mandir menunggu panggilan dari dokter Hary,dia mendapat kabar dari assisten Jun yang menyuruh salah satu anak buahnya mengawasi Killa dan memberitahu jika Killa di bawa kerumah sakit ,lalu Assisten Jun memberi kabar itu pada Key,kabar itu membuat key marah dan kesal juga geram dengan Dony yang tidak menghargai istrinya.
"Brengsek kau Dony ,jika dia sampai kenapa kenapa gue yang akan membunuh loe dengan tangan gue " Gumamnya sambil mengepal tangannya .
"Dan kau dokter Hary,jika kau tidak bisa menyelamatkan nya jangan harap kau akan hidup tenang dan ku pastikan rumah sakit itu akan ku tutup selamanya " Ucapnya lagi ,dia begitu khawatir dengan Killa .
Ia sadar jika Syakilla masih menjadi millik Dony untuk itu dia tidak menghalangi Syakilla jika harus pergi kapan saja ,tapi melihat Killa seperti ini entah mengapa membuat key kesal dan marah bahkan dia mengancam mengorbankan ribuan umat manusia yang berobat dan di rawat diruang sakit besar itu.
"Kenapa aku bicara sekejam itu padanya,kalau sampai dia tidak bisaa menyelamatkan Syakilla ,berarti ribuan orang akan jadi korban karena sumpahku,astaga aku sangat kejam ,eeeh tapi tidak lah aku tidak kejam ,itu aku lakukan kan agar dia tambah semangat buat menyelamatkan Syakilla " Gumamnya lagi kemudian mendudukkan dirinya pada kursi kebesaran nya.
Tak lama ponselnya berdering dan dia begitu senang saat mendengar kabar Syakilla baik baik saja ,dia langsung menyambar kunci mobilnya lalu menuju parkiran untuk pergi kerumah sakit.
"Tunggu aku .." Gumam key melaju dengan. kecepatan tinggi.
__ADS_1