
"Apa kamu bilang? Killa hilang?." Kaget Dony setelah mendapatkan kabar tentang kehilangan Killa dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk melihat kondisi Killa.
Meskipun mereka telah bercerai namun Dony masih sa agt menghawatirkan Killa.
Tring.
Sebuah notifikasi masuk ke ponselnya,ia melihat dana keluar dari rekening yang di pegang oleh Killa dengan jumlah banyak.
"Apa lagi ini? Killa orangnya tidak seboros ini,tapi kenapa setiap hari ada saja yang di beli,apa jangan jangan!." Dony curiga karena terlalu sering killa menggesek kartunya dengan jumlah yang banyak,bukan perkara perhitungan hanya saja sejak kartu itu di tangan Killa ia sama sekali tidak pernah mengeluarkan uang sebanyak itu.
"Apa dia sangat menikmati masa sendirinya? Apa aku dulu tidak membahagiakan nya?." Dony berpikir keras namun tetap saja ia merasa curiga tentang pengeluaran Killa.
"Kalian pergilah,dan panggil Yudha ke sini."
"Baik tuan ."
Tok
tok
tok
Tak lama Yudha pun datang menghadap tuannya," permisi,ada yang bisa saya bantu tuan?." Tanya Yudha.
Dony menghembuskan nafasnya sebelum menjawab,"apa kamu bisa melacak lokasi Killa dari tempat terkahir kali ia menggesek kartu debitnya?." Tanya Dony.
Yudha tampak berpikir ," sepertinya saya mempunyai kenalan yang bisa melacak lokasi tersebut." Terangnya.
"Bagus ,jika begitu kamu coba suruh dia melacak lokasi keberadaan Killa ,karena dari orang yang aku suruh,meraka mengatakan Killa menghilang,tapi saat ini ia baru saja mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit."
"Baik tuan,saya segera kembali."
🌺🌺🌺
"Terimakasih atas kunjungannya nona ,jangan lupa kembali ." Ucap salah satu pelayan sebuah toko branded.
"Sama sama." Ucap seseorang yang tak lain ialah Anjani,sejak memegang kartu yang di ambilnya dari Killa ia selalu berfoya foya bahkan tak tanggung tanggung ia mentraktir teman temannya makan di restoran mewah,ia berjalan lenggak lenggok sambil menenteng belanjaannya dengan senyuman mengembang di bibirnya.
__ADS_1
"Fuuh, , terimakasih wanita malang ,berkat kartu ini aku bisaa berbelanja sepuasnya." Monolognya merasa senang.
Jika kemarin ia menggunakan kartu itu untuk membeli perhiasan juga mentraktir teman temannya makan ,kali ini dia menggunakan kartu itu untuk membeli sebuah tas branded.
"Akhirnya aku punya tas mahal ." Gumamnya masih berkeliling di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu,setelah keluar dari toko aksesoris,kini ia kembali masuk ke sebuah toko pakaian branded untuk mencari pakaian yang cocok untuknya.
Saat sedang asyik memilih pakaian ia tak sengaja melihat Stevani juga Sam sedang berada di tempat yang sama ,ia melihat keduanya sangat mesra membuat dirinya cemburu bahkan dia menatap dengan tatapan tajam ke arah mereka,tak lama Sam pun menoleh dan begitu terkejut melihat Anjani ada di depannya dengan jarak 10 meter.
Sam terdiam dan tak merespon Stevani yang sedang memilih baju untuk dirinya nanti," Anjani ." Gumamnya.
"Brengsek,kenapa harus ketemu sama dia sih?." Kesalnya meremas ujung roknya.
Tak lama Stevani menoleh dan ia tersenyum melihat Anjani di tempat itu ,ia melambaikan tangannya dan memanggil Anjani.
"Eeh sayang ada Anjani, hei Anjani sini ?." Teriaknya.
Anjani berusaha bersikap biasa saja meski hatinya hancur bahkan ingin sekali ia mencabik cabik wajah cantik Stevani agar tak dekat dekat dengan Sam,namun statusnya membuatnya Tak bisa berkutik bahkan ia yang sudah tahu jika Anjani tahu semua tentang mereka pun tak tanggung tanggung menggandeng tangan Sam dan menariknya ke arah Anjani.
Tatapan mata mereka beradu, Sam terlihat merasa bersalah dan Anjani terlihat menahan amarah namun Stevani tak sadar akan hal itu.
"Hei,anjani ! Kamu apa kabar? kebetulan sekali kita ketemu di sini !" Sapa Stevani dengan senang.
"Eeh jangan begitu lah ,kita tumben tumbenan bertemu di tempat seramai ini,ayolah kita makan bareng dulu ,aku yang teraktir deh." Ajaknya.
"Eeh tapi aku." Ucapnya sambil menatap ke arah Sam.
"Ayolah , please,ada yang mau aku ceritakan juga sama kamu,sayang kamu gak keberatan kan kalau Anjani sama kita?." Tanya Stevani sambil menggoyang goyangkan lengan Sam.
Sam yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Anjani pun sempat terkejut dan mengiyakan Stevani.
"Tuh kan ,ayo kalau gitu kita makan saja dulu." Ajaknya langsung menarik tangan Anjani.
Anjani terpaksa menurutinya agar Stevani tidak curiga dan Sam sejak tadi terus memperhatikan Anjani yang terlihat tidak nyaman.
"Oh ya aku mau cerita sesuatu sama kamu.".
"Eeh sayang ,itu makanan kita sudah datang ,ayo kita makan dulu ,ceritanya nanti saja ya." Sahut Sam terdengar mencoba biasa saja.
__ADS_1
"Aah ya , terimakasih." Ujar Stevan saat pelayan itu menaruh makanan mereka ke meja mereka.
Anjani terpaksa mengambil makanan nya dan memakannya dengan lahap agar dia cepat pergi dari sana ,ia sudah tidak kuat lagi melihat kedekatan antara Sam ,ayah dari anak yang di kandungnya dan Stevani sahabatnya.
"Pelan pelan dong Anjani, kamu kaya di kejar kejar rentenir tau gak , hehe ." Ujar Stevani melempar candaannya.
"Hehe..maaf Stevani aku tidak bisa lama lama di sini aku ada urusan." Ucap Anjani.
"Yahh, , padahal aku belum cerita sesuatu sama kamu."
"Lain kali aja ya, soalnya suami aku galak jadi kalau aku pulang telat nanti dia marah marah sama aku."
"Hmm, , kamu benar benar sudah berubah ya? padahal aku baru saja mau kasi tau om surya tentang kamu,mungkin dia mau booking kamu hihi.'
"Stevani ,aku sudah bilang bukan kalau aku sudah menikah,dan aku tidak mau balik ke dunia itu lagi." Terang nya.
"Iya iya maaf ,akuu cuma bercanda kok ."
"Sudah ya ,aku pergi dulu ,bye."
Anjani pun dengan cepat melangkah keluar dari Restoran itu,ia berjalan tergesa sambil mengumpat di dalam hatinya.
"Sialan ,brengsek kalian ,awas kai." Geram Anjani.
🌺🌺🌺
"Key , Menikah lah dengan stevani." Terang Sam tanpa menunggu Key duduk dan mempersilahkannya masuk.
"Apa aku tidak boleh masuk paman?." Tanya key santai
"ooh jelas ,mari masuk." terangnya mempersilahkan Key masuk ke rumahnya.
Key pun duduk dan menyilang kakinya sambil bersandar pada badan sofa.
"Apa yang akan terjadi jika aku tidak menikah ?" Tanya Key pada Sam.
"Seperti yang di katakan oleh pengacara tadi ,jika kamu belum menikah saat usia kamu 27 tahun maka semuanya akan di serahkan ke panti sosial juga negara ,apa kamu mau semua kerja keras kamu hilang dan lenyap!."
__ADS_1
Key tampak berpikir....
"Bagaimana jika ...."