Jangan Salahkan Aku Selingkuh.

Jangan Salahkan Aku Selingkuh.
Bab 39


__ADS_3

Wwuuushh...


Wwuuushh.....


Hembusan angin malam di pesisir pantai tak membuat seorang lelaki yang sudah dua malam ini menginjakkan kaki di pulau ini mengangkat tubuhnya pergi ,ia terlihat enggan bergerak dengan tangan yang di simpan di saku celananya,ia berdiri sambil menatap sun set di salah satu villa yang ada di pulau itu ,pulau yang memiliki tempat yang sangat bagus dan indah bahkan sunyi ,cocok sekali untuk hati pria yang baru saja menceraikan istri pertamanya itu,ia datang ke pulau ini setelah menandatangani surat cerai nya dengan Syakilla.


"Tuan ,kapan kita kembali ,besok pagi ada rapat dengan GM perusahaan." Ujar seseorang yang baru saja datang mendekat ,orang yang selalu ada di sampingnya.


Mendengar jabatan GM membuat Dony sang manager perusahaan cabang menoleh,"apa kamu bilang ? Tuan Andreas akan datang ke perusahaan kita?." Tanya Dony terdengar kaget.


"Iya pak ,saya baru saja dapat kabar dari assisten pribadinya tadi sore."


"Bodoh ,kenapa kamu tidak memberitahu saya sejak tadi ?" Marah Dony ,ia tiba tiba emosi bahkan sejak resmi bercerai dengan Killa ia menjadi dingin dan pemarah,bahkan Yudha juga tak luput dari kemarahannya saat melakukan kesalahan sekecil apapun.


"Maaf bos,tadi anda sangat menikmati suasana sore di pulau ini ,jadi saya merasa anda tidak mau di ganggu jadi saya mengatakan itu sekarang." Terang Yudha dengan lugas karena memang ia ingin mengatakan itu sesaat setelah mendapat kabar dari assisten Jun,namun ia melihat Dony sedang terdiam sambil merentangkan tangan menghadap matahari yang sebentar lagi bersembunyi di balik kegelapan itu,merasa tuannya sedang butuh waktu buat sendiri,untuk itu Yudha tidak mengganggunya dan memilih waktu sekarang untuk membicarakan hal itu.


"Alasan kamu ,kamu sengaja mau buat saya di pecat hah?Alasan tidak mau saya terganggu,dasar gak becus ??!" Marah nya kemudian pergi dengan darah yang seolah sedang mendidih dan siap membuat tubuh melepuh.


"Maaf tuan ?" Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya karena baru kali ini ia mendengar Dony semarah itu padanya.


Setelah puas marah Dony pun langsung pergi dan meninggalkan Yudha yang masih berdiam diri di sana sambil menatap punggung sang bos yang belakangan ini hanya menyambut dirinya dengan kemarahan.


"Apa si bos lagi PMS ya?" Gumamnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Tak lama Dony keluar dengan membawa koper dan juga dengan tergesa gesa.


"Aduuuh jadi ribet gini." Yudha pun berlari dan mengejar Dony yang hampir meninggalkan nya.


"Astaga ,tunggu bos." Teriak Yudha


Dony menghentikan langkahnya sejenak ," lima menit atau saya tinggal."


Sambil menggerutu kesal Dony kembali ke rumahnya meskii sudah menjelang malam,liburan dadakan untuk menenangkan pikirannya dari pecahnya rumah tangganya itu tak sesuai dengan apa yang di inginkan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Key mengetuk meja dengan jari seolah olah sedang memikirkan sesuatu di ruang kerjanya,kejadian malam itu masih membekas di ingatannya ,pasalnya dia pergi makan malam bersama Stevani dan bangun tidur sudah mendapati diri di kamar hotel dengan tubuh yang sudah tak menggunakan apapun,dia melihat jam di tangannya menunjukan pukul 10 malam,ia mengingat sosok kecil yang selalu membuatnya tersenyum namun hari ini ,ia tak melihat tanda tanda wanita kecil itu berkeliaran di sana ,terlepas dari ia juga tak masuk kantor paginya.

__ADS_1


"Apa dia sudah tidur,apa dia terrllau sibuk sampai tak mengebariku?."Gumam Key.


Ia bangkit lalu berjalan menuju kamar pribadi Killa dan berdiri di depan pintu kamar itu hendak mengetuknya namun di urungkan entah mengapa.


Seharian tak bertemu Killa membuatnya uring uringan,tak tenang bahkan ia sudah tak sabar ingin bertemu Killa dan memberitahu jika besok akan ada kejutan untuk nya.


Tok


Tok


Tok


Key mengetuk pintu kamar itu beberapa kali dan tidak ada jawaban.


"La , , kamu di dalam kan ,saya masuk ya !." Ucap Key dari luar dan memutar kenop pintu kamar itu.


Cklek


Pintu nya tidak terkunci membuat Key tau ada yang tidak beres," loh gak di kunci." Ucap nya kemudian masuk ke kamar yang gelap itu.


Key mencari stopkontak lampu lalu menyalakannya ,dan feeling-nya memang benar ,Killa tidak ada di kamarnya.


( Nomer yang anda tuju,tidak dapat di hubungi,cobalah beberapa saat lagi )


Key bergegas turun dan memanggil para maid nya,dan meraka tidak ada yang tau dan tidak melihat Killa di rumah itu sejak semalam.


"Semalam?" Kaget Key.


Key pun kembali ke kamarnya dan mencoba menghubungi Killa lagi namun lagi lagi operator cantik yang menyambutnya.


Ia gusar ,pikirannya tak karuan," Killa kamu di mana ?."Gumamnya dalam hati.


Ia teringat dengan assisten Jun dan mencoba menghubungi nya dan menanyakan tentang Killa.


Ddrrrttt


Ddrrttt

__ADS_1


" Hallo. " Jawab assisten Jun.


"assisten Jun ,apa kamu tau di mana Killa? Dia tidak ada di sini Dan juga tidak bekerja,kamu yang tau alasannya tidak bekerja ,apa kamu tau dia di mana?."


Assisten Jun menoleh ke arah Killa saat ini ,mereka masih bersama di rumah Killa ,Killa yang di tatap pun menggeleng untuk tidak memberitahu Key tentang keadaan dirinya.


"Assisten Jun ,apa kamu mendengar ku?." Tanya Key lagi karena tak mendapat jawaban dari Assisten nya.


"Eeh iya tuan muda,saya mendengarnya dan saya kurang tahu , apa perlu saya cari tahu sekarang ?."


"Baiklah,kasi aku info secepatnya." Ucap Key kemudian Assisten Jun mematikan ponselnya.


"Apa dia mencariku?" Tanya Killa.


"Iya ,dia mencarimu,tapi kenapa kamu tidak mau menemuinya?." Tanya Assisten Jun.


Ia melihat Killa terdiam sambil menunduk dan memainkan jari jemarinya yang saling bertautan,Killa terdiam tak menjawab pertanyaan Assisten Jun.


"Aku ingin pergi dan tinggal di tempat yang jauh dari jangkauan orang orang yang pernah membuat aku sakit ,membuat aku pedih dan membuat aku ......." Ia menghentikan ucapannya tat kala mengingat kejadian malam itu bersama Key di kamar hotel.


"Maaf jika aku membuat luka baru di hidupmu." Assisten Jun sangat merasa bersalah.namun hanya itu satu satunya cara agar dia bisa membantu tuan mudanya menetralisir obat perangsang yang di minumnya kala itu ,jika tidak dia mungkin tidak akan normal setelah paginya.


"Sudahlah aku tidak ingin mengingat kecelakaan itu." Terang nya.


"Lalu bagaimana dengan perjanjian mu dengan tuan muda ?."


Killa melepas nafas panjang mendengar perjanjian dengan Key,ia bimbang karena ia ingin hidup tenang dan jauh dari jangkauan orang orang yang menyakiti nya saat ini.


"Aku rasa kamu bisa membantuku dalam hal itu ,apa kamu bisa? Aku mohon assisten Jun." Pinta Killa pada assisten Jun.


Assisten Jun tak menanggapi ,ia bangkit kemudian pergi dari rumah itu tanpa mengatakan apapun ,ia terdiam sambil menoleh kebelakang sesaat sudah membuka pintu mobil.


"Maafkan aku,aku tidak bisa membatu banyak." Gumamnya kemudian melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah itu .


"Huh , , harusnya aku lebih bisa membujuknya agar dia tidak memberitahu siapapun." Gumam Killa kemudian bangkit dan menuju kamarnya.


Tik

__ADS_1


Setetes air mata Killa mengalir ke pipinya ,ia mengusapnya lalu mengemasi barang nya,ia berniat untuk pergi dari kota itu dan tinggal di desa ,ia ingin hidup tenang dari semua kejadian yang telah menimpanya.


"Aku rasa ini adalah keputusan yang tepat untuk ku jalani ,selamat tinggal semuanya."


__ADS_2