
Lina kali ini benar benar lelah di buat oleh Anjani,namun demi anak yang ada di kandungannya itu membuat Lina selalu mengiyakan apa yang Anjani inginkan.
"Dony ,mama capek ." Keluhnya dalam hati sembari tangannya masih bermain main di kaki Anjani.
"Maa,lebih keras dong,kaki ku masih keram ini".
"Eeh iya sayang maaf maaf." Jawab Lina sambil memijit Anjani lebih keras.
"Aawww , ,maa,sakit banget ,mama sengaja ya ,kalau gh ikhlas nurutin keinginan anak yang ada di kandungan ku ini bilang saja ,aku kan bisa suruh si mbok."
"Iya sayang maaf ,mama minta maaf ya"
"Ya sudah lah ,aku sudah gak mood lagi di pijit " Ucapnya bangkit lalu meninggalkan Lina sendiri .
Sepergian Anjani ,Lina begitu marah dan kesal pada sikap menantunya itu ,tapi sebisa mungkin dia menahan kekesalan nya.
"Lihat saja nanti setelah anak itu lahir ,aku yang akan membuangnya wahai Anjani." Gumamnya dalam hati.
"Aisyah, , , Aisyah." Panggil Lina.
Aisyah yang sedang berada di dapur pun berlari ke arah Lina.
"Ada apa buk?." Tanya Aisyah.
"Kamu awasi dia ,jika ada tingkah laku dia yang mencurigakan,jamu harus lapor pada saya."
"Baik buk siap."
Di sela perbincangan mereka ,Sisil pulang dengan bersiul senang ,sikapnya tak ubah seperti anak ABG yang lagi di landa cinta monyet,tapi bukan itu yang membuat Sisil senang, melainkan ia memiliki sesuatu yang akan di tunjukan pada Lina.
"Eeeh ,ada nyonya besar di sini ,hallo nyonya apa kabar? Oh ya saya mendengar jikalau anda ingin mengetahui tentang sesuatu yang berkaitan dengan si Mak lampir ,eeh salah si nyonya baru Anjani kan? Hmmm jika saya mempunyai informasi tentang dia ? Apa keuntungan yang bakal saya dapatkan." Terang Sisil tiba tiba berdiri di depan Lina.
"Apa maksud kamu? Apa kamu tau sesuatu?." Tanya Lina penasaran.
"Sepertinya begitu ,dan saya punya sesuatu di sini ." Ucap nya sambil mengeluarkan ponselnya.
Tak mau penasaran Lina langsung merampas ponsel itu ,tapi Lina kalah cepat dengan Sisil yang langsung gerak cepat menyembunyikan ponselnya lagi ke belakangnya.
"Eeeits , , jangan coba coba rampas punya saya nyonya besar,,tidak akan bisa ,karena semuanya tidak ada yang gratis tis tis.."
"Sisil ," Tegur Aisyah.
"Mbok diem aja ,ini urusan Sisil sama nyonya besar ,jadi si mbok mending masuk ke dapur dan masak sana ." Sahut Sisil mengusir Aisyah dengan halus.
"Tapi nak, " Aisyah tidak ingin melihat anaknya menjadi orang yang selalu mengharapkan imbalan ,untuk itu ia merasa tidak enak karena Lina adalah majikan mereka.
"Ssstt, , ,buk mending diam saja ya ,sana sana." Bisik Sisil pada Aisyah.
"Terserah kamu sudah ."
__ADS_1
Sisil kembali senang dan tenang ,ia pun berbisik pada Lina hingga membuat Lina terkejut bukan main.
"Apa? Gak ,aku gak mau ,kamu saja sana ,biar kamu tau smuanya." Terangnya mengancam.
"Ya sudah kalau tidak mau ,saya akan tetap tutup mulut."
Lina terlihat sedikit berpikir ,tapi kemudian dia mengangguk menyetujui nya.
"Eeee tunggu, , " Ucapnya menghentikan Sisil .
🌺🌺🌺
Di samping itu ,Killa kini tengah berada di sebuah restoran,bukan menjadi tamu resto itu , melainkan dia menjadi pelayan di tempat itu ,sejak pulang dari villa besar Key membuatnya berpikir untuk bekerja ,dan secara kebetulan salah satu temannya menawarkan padanya tentang pekerjaan menjadi pelayan restoran,Killa tanpa ragu dan berpikir langsung mengiyakan ,dan haru itu juga ia langsung bekerja.
"Terimakasih atas kunjungan nya ,jangan lupa kembali lagi" Ucap Killa pada pengunjung hang baru saja keluar dari restoran nya.
Selang beberapa menit saat killla tengah melayani seseorang tanpa sengaja ia melihat Anjani datang ke tempat itu sendiri dan duduk di bangku paling ujung karena terllau sepi.
"Apa itu Anjani? kok dia datang sendiri?" Gumam Killa dalam hati ,tapi tak ingin terlalu mengambil pusing ,di pun kembali ke belakang mengambil pesanan orang tersebut.
Dari kejauhan ,Killa hanya memandang tanpa ingin menemui nya , seseorang mendekat dan menyenggol Killa dengan lengannya.
"Sst,,tu ada tamu sana kamu samperin."
Killa salah tingkah ,ia tak ingin menemui Anjani tapi ia merasa tak enak jika menolak karena ia baru saja masuk bekerja.
"Eee,,aduuh aduuh, , aku sakit perut,aku ke toilet dulu ya ,maaf ya .." Ucap Killa berbohong sambil berlari ke kamar kecil.
Setelah beberapa saat killa kembali dan mengintip dari kejauhan ,tak lama ia melihat seseorang yang datang menemui Anjani.
Killa menajamkan matanya menatap lelaki yang datang menemui Anjani ,ia sedikit berpikir karena orang yang datang ke tempat itu sangat familiar untuknya.
"Kaya Kenal tapi siapa ya? " Gumam Killa.
Lama Killa memandang gerak gerik mereka yang terlihat sangat dekat dah akrab,Killa ingin melihat siapa lelaki tapi wajah lelaki itu tak terlihat karena posisinya membelakangi Killa.
"Kenapa mereka terlihat akrab banget ya? Kaya ada sesuatu di antara mereka ." Gumam Killa.
Killa teringat dengan Dony, ia mengambil ponselnya lalu merekam nya tapi sayang sekali ponselnya tiba tiba mati.
"Dasar hp Tidal berguna " Kesal Killa .
"Hei ,kamu ngapain di sini ,ayo kerja " Ucap salah satu rekannya lagi.
"Eeh iya maaf maaf " Ucap Killa menoleh ke arahnya,dan saat kembali menoleh ke arah Anjani ,lelaki itu sudah tidak ada.
"Loh dia kemana?."
Tak lama Anjani juga keluar dari restoran itu ,setalah beberapa saat Killa kembali mencoba menghubungi Dony,tanpa menunggu lama Dony langsung mengangkat nya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Sya ,tumben kamu menelpon? Ada apa?."
"Waalaikumsalam mas, maaf menggangu,aku mau tanya,Anjani ada sama kamu?."
"Tidak, dia sudah tidak bekerja di sini lagi, dia di rumah sama mama ,ada apa? tumben kamu menanyakan Anjani?."
"Ooh tidak ada,tadi aku hanya salah lihat kali ya ,aku pikir aku melihat Anjani tadi di sini, tapi mungkin aku salah."
"Di mana?"
"Di Restoran Rinjani."
"Hmm , ,kayaknya gak mungkin dia ke sana ,soalnya tadi pagi dia mengeluh sakit di kakinya dan meminta mama datang menemaninya."
Degh
Mendengar Lina menemani menantunya membuat Killa merasa sedikit sedih ,pasalnya sejak menjadi menantu ia tak pernah di perlakukan seperti Lina memperlakukan Anjani.
"Halo sya ,kamu masih di sana?."
"Eeh iya mas ,aku masih di sini,mas ngomong apa tadi?."Tanya Killa tak mendengar ucapan terakhir Dony.
"Mas bilang ,kamu makan di sana juga ? Sama siapa?"
"Eeh enggak mas ,aku kerja di sini."
"Apa ? kamu kerja? kamu ngapain kerja sih Sya?."
" Ya ampun mas ,kalau aku gak kerja aku mau makan gimana? Aku kan harus cari uang buat kebutuhan aku juga ."
"Kamu bisa kan cari usaha yang lain ,buat usaha apa gitu!"
"Iya aku juga maunya gitu ,tapi kan aku harus ngumpulin dana dulu buat buka usaha."
"Kamu kan masih punya uang yang di ..." Ucapan Dony terhenti saat mengingat kartu yang milik Killa masih ada di tangannya,dan ia pun sudah mengganti uang yang di habiskan oleh Anjani.
"Beberapa waktu lalu aku kecopetan mas,semua tas juga dompet aku di ambil semuanya."
Degh
"Brengsek Anjani, jadi dia menggunakan jasa tukang copet buat mengambil semua milik Syakilla,kurang ajar " Gumam Dony mengepal tangannya,ia marah kesekian kalinya pada istrinya itu.
"Udah dulu ya mas ,aku mau lanjut bekerja." Pamit killa.
"Tunggu dulu Sya ,apa bisa kita ketemu besok sore ?"
"Hmm... insyaallah ya mas ,aku gak janji."
"Atau aku samperin kamu ke restoran tempat kamu bekerja ,ada yang ingin aku bicarakan sama kamu ."
__ADS_1
"Baiklah .!"