
Anjani menggerutu kesal sembari berjalan menjinjing tas dan juga sendalnya memasuki pekarangan rumah, " dasar wanita sialan,awas kau jika ketemu aku balas nanti " .
"Kenapa kamu? " Tanya Dony melihat Anjani tiba di rumah dengan pakaian kotor dan juga bau sampah.
"Hmm, , bau sampah,kamu habis mulung?" Celetuk Sisil yang baru saja keluar sambil menutup hidungnya seolah jijik sama Anjani,dia bahkan tak sungkan memanggil Anjani tidak sopan meski di depan Dony.
Anjani terdiam menatap Dony dan mengalihkan tatapannya ke arah Sisil ," diam kamu ,ini semua gara gara, , , " Anjani menghentikan ucapannya saat hendak menyebut Killa.
"Apa? Ini semua gara gara siapa?" Tanya Dony menyahuti nya.
Ia salah tingkah dan Tidak mungkin mengatakan yang sebenernya," ini semua salah orang yang membawa anjingnya jalan jalan lalu anjingnya suka kali sama aku makanya mengejar ku " Jawab anjani berbohong.
Sisil tersenyum kecil saat mendengar jawaban Anjani ," Heh pantas saja di kejar anjing ,orang kamu kan tulang belulang."
"Diam kamu Sisil ,kamu gak takut aku pecat hah?" Kesal Anjani sambil mengancam nya.
"Di pecat? Siapa kamu berani memecat ku? Yang berhak memecat ku hanya Tuan Dony,dan aku yakin tuan Dony tidak akan memecat ku segampang yang kamu ucapkan,tulang belulang." Ledeknya lagi.
"Sisiiiiiil......" geramnya mengayunkan genggaman tangan ke udara.
"Apa ? Aku benar kan , kamu tahu sendiri kalau Suami itu tulang punggung , Istri itu tulang rusuk dan PELAKOR itu tulang belulang ,wleeee " Ucap Sisil sambil menjulurkan lidahnya kemudian meninggalkan mereka ke dapur.
"Dasar pembantu sialan " kesal Anjani,ia menatap ke arah Dony yang sedari tadi diam saja mendengar ocehan Sisil .
"Kamu diam saja mendengar anak pembantu itu mengataiku sembarangan? " Ucapnya menatap Dony dengan kesal.
"Sudahlah aku mau ke kamar " Ucap Dony dingin.
"Donyyyy, , "
****
"Hei key ,apa kamu tidak berlebihan memecat wanita tadi? " Tanya killa sambil mengekori Key dari belakang.
"Dia pantas mendapatkan itu,saya tidak pernah mengajarkan semua karyawan saya untuk merendahkan siapapun " Jawab key tanpa menoleh dan terus berjalan ke sebuah toko sepatu dan sendal.
"Tapi kasihan dia , dia juga tidak salah aku memang tidak memiliki uang untuk membelinya " Ucap Killa masih berbicara sambil mengekori nya.
__ADS_1
Key terdiam sejenak di depan toko sampai membuat Killa menabraknya.
BUgh
"Aduuh, , " Keluhnya menyentuh keningnya .
Key menolah dan langsung menarik Killa dan merangkulnya " kalau jalan pake mata ,jangan pake dengkul ," Oceh key mengajak Killa masuk ke salah satu toko yang ada di sana.
"Hei ,ngapain kita ke sini? kamu mau beli sepatu baru? eeeh ...aku belum punya uang buat mengganti sepatumu " Ujar Killa saat mengingat Key membawanya untuk melunasi hutang nya.
"Kata siapa? Aku tidak butuh sepatu itu lagi "
"Lalu kenapa kamu masih manahan ku ?"
"Dasar bodoh ,kamu bekerja padaku,itu sebabnya aku tidak lagi membutuhkan sepatu itu ,yang aku butuhkan tenaga mu ,paham "
Killa hanya mengangguk paham ,dia sedikit merasa senang karena tidak perlu mengganti sepatu yang setara harganya dengan sebuah mobil Lamborghini itu .
"Baiklah jika begitu ,aku akan bekerja padamu " Ucap Killa bersemangat mengikuti Key.
"Uuh sayang ,kamu di sini saja ya jangan kemana mana ,jangan jatuh juga jangan lecet ,aku tidak ada uang untuk mengganti rugi lagi " Ucap Killa sembari menjauh dan tak berani melirik sendal itu lagi.
Tak di sangka key melihat itu dah menggelengkan kepalanya ,kemudian kembali memilih sepatu untuknya.
Saat key melihat sepatu berwarna hitam di depannya saat itulah Killa mengambil sepatu pantofel berwarna Coklat brown dari bahan kulit asli ,Killa mengangkat nya dah mencocokan pada Key.
"Ini cocok buat mu tuan " Ujar Killa menaruhnya di depan kaki key dan key pun menatap sepatu itu dan mencoba nya.
"Dia pintar juga memilih." Gumam Key dalam hati sambil tersenyum kecil
"Seleramu jelek sekali " Celetuk Key namun tangannya menyuruh anak buahnya untuk membungkusnya.
Killa menggeleng," katanya jelek tapi di bungkus juga." Gumam Killa sambil mengikuti Key ke arah kasir.
Di depan kasir Killa melihat sepatu yang di inginkan itu ada di depannya," Yah sudah di ambil orang " Ucap killa bersedih ia tak rela jika sepatu yang di inginkan nya jatuh ke tangan orang lain,ia sangat menyayangkan dirinya yang tak berani membeli sepatu itu.
"Ini tuan totalnya 250 juta " Ucap kasir itu sambil menyodorkan tas belanjaan Key.
__ADS_1
"Loh sepatu itu? " Gumam Killa menunjuk sepatu yang tadi dia inginkan.
**
Saat sudah sampai di rumah Killa pun langsung masuk ke kamarnya dan merapikan juga mencoba pakaian yang di belinya tadi,tapi tangannya terhenti pada Lingerie yang di sambar oleh Key tadi di Mall.
Bayangan Key mengambil lingerie itu kembali terbayang di ingatan Killa sampai dia tak sadar senyum sendiri dan senyumannya terhenti saat seseorang mengetuk pintu.
Tanpa melepas Lingerie yang di lengan nya tadi dia berjalan ke arah pintu keluar dan membuka nya .
"Ada apppp , , , paa, , " Ucap Killa terhenti karena bukan pelayan rumah yang datang melainkan Key.
"Key kamu ngapain ke sini " Tanya Killa.
Key sempat melirik lengan Killa yang memegang lingerie itu," ooh kamu mau coba pakaian itu? " Goda key menunjuk lingerie itu dengan tatapannya.
Killa pun mengikuti arah pandang Key dan tatapannya tertuju pada lingerie di tangannya.
"Enggak , , kata siapa aku mau coba ?" bohongnya lagi.
"Sudahlah kamu gak perlu bohong " Key kembali menggodanya.
"Apa liat liat ,pergi sana" Ucap Killa tak suka Key menatapnya dengan tertawa,Killa pun hendak menutup kamarnya namun kaki key menghalanginya.
"Aku ke sini mau kasi ini " Ucap Key memberikan tas belanjaan nya pada killa.
"Apa ini?" tanya Killa membuka isi dari tas itu.
" Aku tidak sengaja membelinya,atau mungkin kasirnya salah masukan sendal " Bohongnya kemudian meninggalkan Killa sendiri dan kamar nya.
Senyum mengembang di wajah Killa saat melihat sepatu yang di inginkan kini ada di dalamnya.
"Sepatu ini bukannya ?" Gumam Killa .
"Waah aku suka banget sepatunya,eeh tapi kan ini mahal " Gumam nya lagi.
Tak ingin bergelut dengan perasaan sendiri Killa memilih kembali merapikan pakaiannya dan juga berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1