JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 10


__ADS_3

Sudah seminggu sejak perkenalan waktu itu, Arka jadi semakin sering berkunjung ke kelas Agatha. Baik berdua bersama Delan atau seorang diri. Tak seperti Arka yang kelihatannya sangat menyukai Marina, Delan justru tampak biasa-biasa saja.


"Gayung bersambut nih, ceritanya.!" celetuk Agatha pada Delan di suatu siang. Dagu nya yang membulat seperti telur tengah menunjuk dengan isyarat pada sepasang remaja yang tengah mengobrol dengan akrab nya.


Duduk saling berhadapan pada bangku panjang berwarna putih tulang di taman sekolah.


Kepala Delan sontak mengikuti arah pandang Agatha, tersenyum kecil lalu berkata


"Ya udah, biarin aja sih, Ta. Daripada kamu ngeliatin si Arka, mending kita ke kantin aja yuk. Lapar Gue."


"Skuy lah..." ucap Agatha, dan langsung bangkit dari duduk nya.


"Ohh iya, Lan."


Delan menoleh ke arah Agatha yang memandang ke depan meski sedang berbicara pada nya.


Seolah sedang menghindari untuk bertatap mata dengan dirinya.


"Apa.?"


"Lo, nggak ngerasa tertarik gitu sama Marina.?" tanya Agatha pelan.


"Kenapa.?" tanya Delan, sebelah alisnya terangkat tinggi.


"Ya kan, Marina cantik, ****, pinter lagi. Idaman 5 SILA banget kan.?"


Sudut bibir Delan serta Merta tertarik ke samping, membentuk busur empat puluh lima derajat.


Kalau sudah begini, Agatha pasti sedang merasa insecure dengan dalih memuji.


"Itu sih udah jelas, Ta. Tanpa perlu gue pertegas lagi. Tapi,,,," Delan sengaja menggoda Agatha dengan menggantung ucapannya.


"Tapi,,,.?" Desak Agatha penasaran.


"Masa iya, gue harus bersaing sama Arka.? kek ga ada cewe lain juga." sahut Delan kalem.


"Eh,,, kalo gitu ceritanya... sebenarnya Lo juga suka dong ya sama Marina.?"


Delan hanya tersenyum kecil, tak mau menjawab. Sehingga membuat otak minimalis Agatha harus bekerja lebih keras untuk menduga-duga sendiri jawabannya.


Merasa frustasi lantaran rasa penasaran yang tak lantas pudar, beberapa saat kemudian Agatha kembali bertanya dengan nada sedikit menuntut jawab dari lelaki berkaca mata minus di samping nya ini.


"Serius atuh Lan, Lo tertarik juga sama si Marina itu.?"


"Ngapain sih, Lo nanya-nanya.? udah kek wartawan bae, Kepo banget.!!" Delan menyahut santai, melirik wajah Agatha yang sedang penasaran tentang perasaannya.


Ada semburat membayang samar di paras Agatha.


"Ya udah sih, santai aja dong. Jan ngegas, gue kan cuma kepengen tau aja." balas Agatha


"Skip lah, ganti topik. kita ngomong yang lain aja."


...****************...


Hari ini Arka, Agatha dan Delan kembali pulang menggunakan kendaraan umum. Arka telah menyanggupi tantangan dari Agatha dan Delan untuk pulang dan pergi sekolah naik bus selama sebulan penuh.

__ADS_1


Ternyata tekad anak itu cukup besar, meski kadang mengalami berbagai peristiwa yang tak mengenakkan tapi lelaki jangkung itu tetap berusaha memenuhi tantangan ke dua sahabatnya itu.


Ini bahkan sudah hari ke sebelas, dan Arka sudah mulai tak terlihat canggung lagi saat naik dan turun dari bis.


"Jangan lupa kaki kiri yang dulu ya, Ka..!" seru Agatha yang sudah turun duluan.


Kata-kata sudah sering kali ia ucapkan, bahkan hampir setiap kali Arka hendak turun dari bis. Hal ini Agatha lakukan lantaran mengingat kejadian di mana Arka hampir jatuh terjerembab karena turun menggunakan kaki kanan lebih dulu.


"Iya,,, Ta. Udah ah, berisik banget Lo. Malu gue, liat noh mereka pada noleh ke sini semua karna suara cempreng Lo itu..." ucap Arka sambil menunjuk ke arah penumpang yang memang benar saja sedang mencuri-curi pandang ke arah tiga remaja putih abu-abu itu.


"Ya udah buru,,,"


Hari ini mereka mau mampir ke rumah Agatha lagi.


"hush,,, haus banget gue.!" ucap Arka sambil mengusap kerongkongannya.


"Kalo Haus minum, Ka." saran Agatha


"Ehh,,, mama masak enak kan, Ta.?"


"Lo, sebenarnya lapar apa haus sih Ka.?" tanya Agatha memicing menatap Arka, yang di tatap hanya bisa nyengir kuda.


"Dua-dua nya, Ta.!"


"Dihh, ngarep banget Lo...!!" Agatha mencibir lucu.


"Biarin.!!"


Agatha tampak sedang memikirkan sesuatu


"Aduhh, jalanan depan gang masih banjir apa ngga ya.?" ucap nya pada diri sendiri.


"Hehe iya, Lan..."


"Hah.?"


"Seriusan Ta,?" sergah Arka.


"Iya, sampe di atas mata kaki lagi banjir nya."


"Terus, terus...." tanya Delan.


"Iya semata kaki, tapi semata kaki anak ayam yang baru menetas maksud gue..."


Delan tergelak mendengar guyonan Agatha siang ini.


Arka mendelik kesal, tak tau kah gadis berpipi chubby ini, bahwa diri nya menghawatirkan keselamatan dan kenyamanan sang gadis.?


Dengan gemas tangan Arka mengarah ke arah kepala Agatha namun meleset. Karena Agatha sudah keburu ngacir ke depan, meninggalkan Arka dan Delan berjalan bersisian. alhasil tangan Arka hanya berhasil menjitak angin.


Tak lama kemudian, langkah kaki ketiga nya sudah sama rata. Mulut Agatha kembali menguap, sangat lebar.


"Dihh, kalo menguap mulut nya di tutup kenapa sih Ta.? ngga sopan banget jadi cewek."


"Ngeh, Ndoro pangeran Arkananta Rahardian..." sahut agatha sambil nunduk-nunduk takzim.

__ADS_1


Agatha kembali menguap lagi, tapi kali ini di tutupi tangan.


"Ngantuk banget Ta.?" tanya Delan ketika melihat Agatha menguap beberapa kali.


"Hehe semalem gue ngga bisa tidur,,,"


"Kenapa.?" Arka dan Delan bertanya kompak.


"Lo tau, ternyata di kamar gue ada penghuni lain nya...!" wajah Agatha berubah menjadi serius.


"...?!"


"Semalem kan, pas gue lagi buat tugas matematika dari pak Rio, samar-samar gue denger ada suara yang asing di telinga gue." Ucap Agatha dengan mimik wajah tegang.


"O ya.?" tanya Arka sangat ingin tahu. Wajah nya ikut-ikutan tegang menunggu penjelasan lebih lanjut dari Agatha.


"Dengan jantung yang berdisko ria, gue maksain diri buat ngelihat ke belakang di mana suara itu berasal. Dan kalian tahu apa yang gue lihat.?"


"Apa.?" Lagi, Arka dan Delan kompak bertanya tanpa aba-aba terlebih dahulu.


"Ada sesosok mahluk, bermulut runcing dan siap menghisap darah Gue yang segar ini.!!"


"Heh,,, setan ya. Ta.?"


"Bukan, Nyamuk. hehehe..."


"Dasar Sableng.!!" umpat Arka.


Agatha hanya terkekeh.


Kemudian mereka bertiga mulai berbelok ke jalan menuju rumah Agatha.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!


Hollllaaa bestie-bestie othor🤗 gimana kabar nya.? semoga sehat selalu ya di mana pun kalian berada. Gumana nih kira-kira ceritanya.? seru ga.? kalo suka, jangan lupa masukan di keranjang ya biar dapet terus notif nya dari si babang Arka kita🤭


Jangan lupa bantu support othor dengan cara : like, koment, share dan juga Vote.

__ADS_1


Yang mau kenalan sama othor juga boleh follow Ig :agnes.y.adrian ya


Terimakasih yang sudah stay sampe bab ini, Love U all💜🥰🤗


__ADS_2