
"Ka, Lo harus berbuat sesuatu sekarang. masalah ini harus di selesaikan secepatnya, kasihan Agatha di gangguin si Doni Mulu.!" Pinta Delan.
sungguh, lelaki berkaca mata minus itu tidak tega pada Agatha yang terus-terusan di ganggu akibat keisengan Arka.
Arka mengangguk patuh. paham harus melakukan apa selanjut nya.
"Donnn..." serunya nyaring.
panggilan pertama masih tak di gubris, kembali Arka menyerukan nama nya dengan sedikit berlari mengejar si pemilik aroma semerbak 5 SILA.
"Donnn,. tungguin kita." masih tak ada tanda-tanda bahwa yang di panggil akan menghentikan langkah kaki nya. Arka semakin mempercepat langkah nya, di belakangnya Delan menyusul.
"Buset,,. si gentong kalo lari kencang juga ternyata." gerutu Arka.
mendengar julukan baru dari Arka untuk nya, dengan spontan Doni menghentikan langkah kaki nya. menatap tak suka ke arah Arka.
"Ngomong apa Lo barusan.,?"
"Hehehe.,. Ngga ada kok, Don. gue cuma bilang, Don, Tungguin gue. udah gitu aja." balas Arka sambil menggaruk tengkuk nya yang tiba-tiba gatal.
Doni hendak meneruskan langkah nya kembali untuk mengejar Agatha namun urung karena di cegah oleh Arka.
"Ngg.. Don. tunggu dulu, ada sesuatu yang harus gue lurusin sama Lo."
Doni menghentikan langkah nya terpaksa, wajahnya terlihat sangat gusar sementara itu mata nya tetap mengikuti gerak tubuh Agatha yang semakin menjauh dari jangkauannya.
__ADS_1
"Lo mau jelasin apasih.,? Buruan, Ka." desak Doni.
Arka masih betah berdiam diri, dan itu membuat Doni merasa sangat kesal terlebih mata nya tak mendapati keberadaan Agatha di sekitarnya.
"Gu-.. Gue mau minta maaf sama Lo, Don.!" ucap Arka tergagap di sela-sela kalimat nya.
"Untuk.?" tanya Doni binggung.
Dahi nya mengkerut ketat sehingga alis nya yang tebal bertemu pada titik fokus yang sama dan membentuk busur 90 derajat.
"Gue mau minta maaf karena udah ngebohongin Lo, Don." Arka tampak menarik nafas dalam, berusaha menenagkan diri dari ketakutan dan grogi yang di rasakan tubuh nya saat ini.
"Gue ngaku salah. Sebenarnya... Agatha sama sekali ga pernah ngebales salam yang selalu Lo titipin di gue, Agatha juga ga pernah ngundang Lo buat makan malam di waktu weekend. semua itu karna gue, Don. gue yang bercanda nya kelewatan sama Lo pada."
Tring... Tring... Tring...
bel tanda masuk telah berdering nyaring, menandakan waktu untuk para murid istirahat telah usai.
para murid yang lain sibuk kocar-kacir menuju kelas masing-masing, namun tidak dengan Arka, Delan dan Doni. ketiga nya masih bersitegang dengan pikiran masing-masing.
Arka dengan rasa bersalah nya karena telah memberikan harapan palsu, sedangkan Doni dengan rasa marahnya pada Arka bahkan lelaki bertubuh bongsor itu diam tak berkedip menatap tubuh jangkung di depannya.
Arka kembali menarik nafas dalam sebelum berucap, Nyali nya seketika menciut kala netra nya bertemu pandang dengan mata elang tajam milik Doni.
"setelah Lo tahu kebenarannya,. Gue harap dengan sangat,. stop Lo gangguin si Agatha."
__ADS_1
tangan Doni sudah terkepal erat, matanya menyimpan amarah yang sangat. tanpa adanya persiapan, Tubuh Arka sudah terhuyung kesamping akibat Bogeman mentah yang Doni berikan dengan cepat di pipi bagian kiri nya.
Bughh.!!!
Delan terkesiap memandangi kejadian yang terjadi begitu cepat di hadapannya.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
selamat pagi menjelang siang kesayangan othor sekalian🤗
jangan lupa like,koment, vote dan share nya Luv🥰
semoga berkah segala usaha nya, dan di limpahkan segala rezeki nya aminnnn🙏🏻
othor sayang kalian✨🙆
__ADS_1