JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 56


__ADS_3

"Ketemu lagi kita," Atka mengulurkan tangannya dan tersenyum seramah mungkin menyambut Bimala CS yang bertandang ke sekolahnya sebagai tamu hari ini.


"Iya," balas Bimala singkat sembari menerima uluran tangan Arka.


"Welcome to 5 SILA, bro." Nada bicara Arka terdengar Engan karena memang moodnya sangat berantakan sejak penolakan Agatha untuk menjadi supporternya hari ini.


Bimala mengangguk diikuti rekannya yang lain.


"Baik, untuk semua tolong perhatiannya sebentar." panggil wasit dari atas podium. Yang membuat para peserta serta Merta langsung berbaris memanjang dan mengalihkan pandangannya ke atas podium, untuk melihat wasit sekaligus komentator pertandingan hari ini berbicara.


"Karena pertandingan kita sebentar lagi akan di mulai, diharapkan para peserta untuk segera bersiap-siap dan kembali kelapangan dengan posisi masing-masing." lanjutnya lagi.


Baik Bimala maupun Arka berjaoan ke tepi dua sisi lapangan yang saling berdampingan dan menanggalkan atribut yang sekiranya belum diperlukan. Saat kembali ke sisi lapangan, pandangan arka sekali lagi menatap berkeliling. Berharap Agatha ada di di kursi pemandu sorak untuk menyemangatinya seperti biasa. Hasilnya Nihil. Kursi sorak yang biasa menjadi tempat Favorite Agatha kini kosong melompong.


Sudut bibir bagian kanan Arka tertarik ke atas membentuk seringai tipis, "Tega Lo, Ta."


Arka terlihat beberapa kali menepuk Dada nya yang mendadak terasa sesak saat memikirkan Agatha lebih perduli pada Delan, sahabatnya di bandingkan dirinya.


Prit... Prit...


Bunyi peluit yang di tiup berulang dengan kencang oleh wasit membuyarkan racauan Arka. Lelaki itu bergegas berjalan ke arah lapangan dan langsung mengambil posisi berdiri di lingkaran tengah, berhadapan dengan Bimala.


1...2...3

__ADS_1


Wasit melemparkan bola ke atas dan berhasil di raih oleh Arka terlebih dahulu. Pemuda itu mendribble bola ke kanan dan ke kiri demi mengecoh titik fokus Bimala, terakhir ia lemparkan pada sisi kanan bagian depan ke arah Leon agar membawa bola maju ke daerah lawan.


Dan... Shut!!!


Bola berhasil masuk ke dalam Ring.


Semua teman-teman Arka bersorak senang karena berhasil mendapatkan poin. Begitu terus hingga match pertama berakhir.


Tiba pada match kedua di mulai, nampaknya Bimala Cs mulai panas. Terbukti dengan serangan-serangan yang di lakukan mulai terasa intens, yang tadi bola selalu berhasil dikuasai oleh Arka itu pun selalu Bimala tepis.


"Kak Bimala aku pada-mu!!" teriak beberapa siswi kompak saat Bimala berhasil mencetak angka untuk tim nya.


Ada yang mengedipkan mata dan menebar pesona dengan percaya diri mendengar jeritan histeris siswi-siswi yang menonton pertandingan siang itu. Bukan Bimala, bukan juga Frans. Dia adalah Kenzo.


Poin pada match ke dua ini berhasil imbang dengan skor 32-32.


Prit... Prit...


"Ayo dong, Ka. Fokus! Kasihan loh temen-temen kamu." tegur pak Edward. Lelaki itu sempat kesal karena beberapa kali lemparan Arka gagal masuk dan mencetak skor bagi tim asuhnya. Belum lagi Arka yang gagal fokus mengoper bola antara ke tim nya atau tim lawan.


"Lo kenapa sih, profesional dikit lah. Percuma kan latihan kita selama ini karena Lo ngga fokus sama pertandingan?" decak kesal salah seorang teman setim Arka.


"Sorry," hanya satu kata itu yang mampu Arka ucapkan.

__ADS_1


"Ck!"


"Udah ah, ayo semangat lagi kita pasti bisa." sahut Dion. Berusaha membesarkan hati teman-teman Arka yang saat ini terduduk lemas.


Babak ke tiga pun berlanjut. Setelah mendapat teguran dari pelatih serta teman-temannya. Bukannya fokus malah semakin kacau performanya. Hingga akhirnya SMA 5 SILA kebanggaannya pun kalah telak dari SMA BIMA SAKTI dengan jumlah poin 168.


"Kenapa Lo, tumben ngalah?" tanya Frans saat kedua tim sedang bersalaman diakhir pertandingan.


"Ngga kok, emang Lo pada aja yang mainnya keren. Selamat ya?" ucap Arka dengan senyum terpaksa. Lalu buru-buru lelaki itu pergi dari sana tanpa pamit lagi kepada Pak Edward dan teman-temannya.


Akan terasa aneh jika ia tidak kepikiran dengan kekalahan tim basket sekolahnya yang gagal menjadi tim terbaik tahun ini. Kekalahan dari Tim SMA BIMA SAKTI terasa menyakitkan bagi Arka.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, vote dan rating ya bestie๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ’œ


__ADS_2