JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 27


__ADS_3

Di ruang makan.


"Busett... Kelaparan apa gimana, Mas?" tanya Mahardika ketika melihat sang sulung makan dengan beringasnya. Mirip seperti orang yang sedang kemasukan jin dari planet Pluto.


"Mas, lagi buru-buru!" Sahut Mahesa di sela-sela kunyahan nya.


Bunda Nimas yang baru saja turun dari kamar si bungsu langsung bergabung di meja makan bersama kedua anak bujang nya.


"Pelan-pelan mas, nanti keselek loh." ujar nya seraya menuangkan air kedalam gelas kemudian di berikan kepada Mahesa.


"Terimakasih bunda, Mas hanya takut telat Bun, udah mepet banget waktu nya." balas Mahesa sambil meminum segelas air yang diberikan Bunda Nimas hingga tandas tak tersisa.


"Bun, Abang. Mas berangkat dulu ya." Pamit nya dan berlalu dari sana.


"Hati-hati, mas.!!" seru bunda Nimas dengan nyaring, sebab sepertinya sang sulung tidak mendengar karena punggung tegap nya sudah menghilang dari pintu pembatas antara dapur dan ruang keluarga di tengah.


...****************...


"Holy shittt.!! ini sih, auto di blacklist sama pak Santos." Maki nya pelan di balik kemudi. Lelaki itu berulang kali melirik arloji yang menggantung tenang di pergelangan tangan kiri nya.

__ADS_1


Pak Santos adalah salah satu dosen yang paling disegani sekaligus di takuti oleh mahasiswa fakultas Tehnik Metalurgi dan Material. Sebab beliau dikenal sebagai dosen yang tegas dan tidak berperasaan barang siapa yang terlambat memasuki kelas nya tidak akan mendapat ijin untuk masuk kembali, apapun alasannya.


Berharap dapat sampai dengan selamat di kelas pak Santos siang ini, Mahesa pun melakukan kecepatan mobil nya di atas rata-rata.


Karena kurang fokus pada jalanan, Mobil yang Mahesa kendarai akhirnya pun menabrak seorang pengendara motor yang sedang melaju kencang berlawanan arah di depannya.


Cekitt... Gedubrak..!!!


Sura ban yang saling bergesekan dengan aspal membuat mobil kesayangannya itu berputar tak menentu arah nya hingga menimbulkan asap mengepul menguap dari dalam kup mobil bagian depan.


Sedangkan si pengemudi motor tadi begitu melihat ada mobil di depannya langsung membanting stir ke arah semak-semak di pinggir jalan untuk menghindari kecelakaan yang hampir menimpanya.


Dengan raut wajah kesal si pengemudi sepeda motor itu menghampiri pemuda tampan yang tengah memperhatikan keadaan mobilnya yang rusak parah.


"Maafkan saya adik kecil, saya sedang terburu-buru untuk saat ini. Tapi seharusnya saya yang berhak untuk marah, bukan? kamu mengendarai motor dengan slengean, tidak mematuhi protokol lalu lintas dan berkendara melawan arah. Sebenarnya kamu tidak paham rambu-rambu lalu lintas, atau memang sengaja mencari keuntungan di jalanan?" Balas Mahesa dingin. dan jangan lupakan tatapan tajam mengintimidasi yang mematikan nyali lawan bicaranya.


"Astaga, Om. Saya bukan anak kecil!! usia saya sebentar lagi genap 18 tahun, dan sejak kapan mama saya punya anak laki-laki seperti anda? pokoknya saya ngga mau tau, Ya. Om harus ganti rugi, lihat tuh motor saya sampai lecet gitu body nya."


"Ngga bisa gitu dong, kecil-kecil sudah belajar menjadi pemeras kamu.!! Mobil saya juga rusak karena menabrak pembatas jalan hanya karna menghindari preman jalan yang ugal-ugalan seperti kamu, tahu?" Jawabnya kesal.

__ADS_1


"Ehh, Pak tua. Kok situ nyolot banget sih jadi orang? biar semuanya jelas, kita ke kantor polisi aja deh." Tantang gadis itu dengan berani.


"Boleh, tapi setelahnya kita juga harus pergi ke bengkel untuk memeriksakan kerusakan kendaraan kita masing. Dan kita hitung, pengeluaran siapa yang paling besar. Kamu bayar biaya servis mobil saya, dan saya ganti rugi kerusakan motor kamu, gimana? Deal."


Freya melirik takut kearah mobil Pajero sport milik lelaki di depannya.


"Gila sih... ini mah bukan cuma parah, tapi hancur plus lebur lagi namanya." Batin Freya menggerutu kesal.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, rating dan vote ya berstie-bestie tercinta💜 sehat selalu dan semoga lancar terus rezekinya🙏🏻🤗


__ADS_2