JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 31


__ADS_3

Sebuah mobil Ferrari 488 Pista berwarna hitam pekat terparkir rapi di halaman depan cafe. Setelah merasa posisi parkir nya sudah estetik, barulah ia keluar dari dalam mobil.


Lelaki tampan bermata almond dengan bentuk tubuh atletis itu berhasil menarik perhatian para pengunjung wanita hingga banyak dari mereka menjerit kegirangan mendapat vitamin mata di siang hari yang terik.


Dengan kedua tangan masuk kedalam saku celana, Kaca mata hitam bertengger di hidung nya yang lancip serta dua kancing bagian atas kemeja nya sengaja dibiarkan terbuka semakin menambah kesan cool boy nya.


Penuh percaya diri pemuda 23 tahun itu berjalan menghampiri meja VVIP pesanannya yang terpaksa harus di tinggal sebentar karna sang pacar sedang membutuhkan bantuannya.


Ia sedikit terkekeh ketika tiba di meja yang sama dengan sang sahabat yang sudah memasang raut wajah masam, mirip seperti singa yang siap menerkam mangsanya kapan saja.


"Lama, ya?" Tanya nya basa-basi, dan sialnya sudah basi sekali.


"Ngga kok, cuma 3 jam 20 menit 47 detik." Sahut nya ketus.


"Ya lama lah anjir, pake acara nanya segala, Lo habis dari mana aja sih? Gue noh, sampe karatan nungguin Lo di sini, belum lagi si mbak nya ngelirik ke sini Mulu dari pertama gue nyampe." Semburnya kepada sang pemuda yang tengah memposisikan duduknya di depan dirinya.


"Suka kali sama Lo, makanya ngelihatin ke sini Mulu," Kelakar nya.


"Nenek kau, suka. Lo kabur sebelum bill nya keluar, jadi mbak nya auto kalut sendiri. Gitu sialnya gue nyampe, malah gue yang di semprot."


”Astaqfirullah, nenek gue udah koid, Sa." Pemuda itu mengusap dada nya dengan dramatis. Yang mana hal itu semakin membuat Mahesa murka, cuaca sedang terik, ketiban sial di perempatan jalan, di semprot pak Santos karena datang terlambat dan sekarang harus menghadapi sikap random dari seorang Kenzo benar-benar membuat kepala nya berdenyut sakit.


"Sorry lah Bro, gue ngga sengaja , sumpah!! Tadi gue buru-buru plus panik, cewek gue ngabarin kalo dia keserempet orang. Karna gue pacar yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong makanya gitu doi ngabarin langsung custt otw, tapi sebelum pergi gue beneran udah sampe kok di sini,"


"Ckck... Bucin," Sungut Mahesa.

__ADS_1


"Yee,,, sekata-kata Lo sama gue, Biarin bucin. Daripada Lo, punya wajah mirip Kim taehyung tapi jomblo, udah jomblo berkarat lagi." Balas Kenzo tak mau kalah.


"Ngga apa-apa jomblo, setidaknya mata dan hati gue masih polos, daripada Lo, udah hidup jadi beban buat dosa lagi! Nambahin kerjaan malaikat maut aja tau," Balas Mahesa sengit.


"Dih,,," Lelaki itu mendelik kesal karena kehabisan kata untuk membalas serangan Mahesa terhadap dirinya.


"Langsung ke inti nya aja, Ken. Ngapain Lo minta buat ketemuan di sini?" Tanya Mahesa dengan wajah serius, Kembali ke setelan pabrik.


"Ekhem..." Kenzo berdeham sebentar lalu memperbaiki posisi duduk nya yang semula bersandar pada badan kursi menjadi tegap bersila.


"Bentar lagi anak cabang dari cafe fajar timur yang ada di kota malang bakal ngadain upacara pembukaan menu baru, Sa..." Kenzo sedikit menjeda perkataannya, ia bahkan terlihat menarik nafas beberapa kali dan menghembuskan nya kasar seolah sedang memikul beban berton-ton beratnya.


"Terus?" Kening Mahesa berkedut ketat sehingga kedua alis nya saling bertaut membentuk busur dengan sudut sempurna.


"Awalnya semua persiapan kita udah berjalan 80% lancar, tanpa lecet sekalipun. Tapi tadi pagi kepala bagian daerah jawa timur sana telepon gue, dia bilang kalo produk yang bakal jadi primadona di sana malah bocor ke outlet sebelah dan mereka mengklaim itu murni karya mereka, kepala bagian juga minta tolong supaya Lo bisa datang dan klarifikasi masalah ini di sana secara langsung." Jelas Kenzo panjang lebar.


"Lah, Sa. Lo kan CEO nya, urusan begini bukan perkara yang mudah. Kasian sama anak-anak yang udah susah payah ngeracik resep coffe "Anti Gamon" nya."


"Gue tahu, Ken. Tapi gue ngga bisa ke sana lagi, selain gue ngga bisa, gue juga ngga mau balik ke sana lagi. Jangan tanya kenapa, karena cuma Lo yang paling tau tentang gue."


"Kejadian itu udah lama banget, Sa. Kenapa sih Lo ngga bisa berdamai sama diri Lo sendiri?" Tanya Kenzo mulai frustasi menghadapi sikap Mahesa yang seakan abai pada masalah di depannya.


"Keputusan gue udah final dan ga bisa di ganggu gugat lagi, Kita ganti menu baru, yang itu biarin aja." Balas Mahesa santai.


Kenzo melongo di tempat.

__ADS_1


"Sepertinya Lo beneran sakit deh, Sa. Kita ke RSJ bentar yuk, periksain rahim Lo masih aman apa udah longgar, gue takut nya Lo malah kena gagal ginjal makanya jadi rada-rada begini." Kesal Kenzo membuat tawa Mahesa meledak bahkan lelaki itu tanpa sadar sebulir air mengalir di sudut matanya. Inilah salah satu alasan yang membuat Mahesa masih bertahan dengan pertemanan nya yang freak, Kenzo selalu bisa mengubah mood nya yang buruk seketika baik kembali.


"Kelihatan kan bego nya, Ya kali pergi ke RSJ periksa rahim. Jangan-jangan Lo masuk universitas jalur orang dalam kan, hayo ngaku Lo?" Mahesa menata penuh selidik kearah Kenzo yang masih misuh-misuh di tempatnya. Wajahnya sudah merah padam menahan malu dan kesal sekaligus.


"Eh ogeb, gue masuk universitas murni 100% karena berprestasi ya, boleh di uji kalo Lo mau,"


"Yayaya..."


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Ada yang tau ngga kenapa babang Mahes ngga mau ke malang? padahal malang kan cantik tempatnya🤧


Penasaran kan Sama kelanjutannya? stay terus ya biar ga ketinggalan keseruan mereka.


Jangan lupa like, koment, share, voting dan rate karya othor ya💜

__ADS_1


love U kesayangan🤗


__ADS_2