JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 29


__ADS_3

"Kak, bisa lebih cepet lagi ngga bawa motornya?" Gerutu Freya kesal.


"Sabar dong, Fre. Ini tuh padat banget jalannya, Macet. Ngga ada jalan buat nyalip, juga." Jawab nya santai bin datar, tangan nya tergerak menunjuk kearah mobil dan motor yang saling berhimpitan karna jalanan terlampau padat.


"Damn.!! ini tuh gara-gara om nyebelin tadi, lihat aja kalau sampai ketemu di lain waktu, bakal aku gado-gadoin." Omelnya dengan kecepatan 7,8 Skala Richter, gempa kali ah.


Kenzo langsung melajukan mobilnya menyalip beberapa kendaraan di depannya begitu menemukan jalan yang sedikit lenggang. Disepanjang perjalanan Freya masih saya menggerutu geram lantaran kejadian yang menimpanya diwaktu lalu.


"Stop kak, berhenti di sini!" Ucap Freya begitu tiba di depan sebuah rumah yang katanya adalah milik kedua orang tua Agatha.


Gadis itu mengerjapkan mata beberapa kali demi memastikan alamat dan rumah yang ada di depannya adalah tujuan yang sama untuk di kunjungi.


"Pantes si Delan sama Arka nyaman banget main di sini, Pemandangannya enak bener, berasa lagi tinggal di puncak gue mah kalo begini bentukannya. Sejuk!" Ia berdecak kagum memandangi pekarangan bagian depan rumah Agatha yang dihiasi oleh berbagai macam tumbuhan hias yang nampak subur dan indah. Begitu menyejukkan mata bagi siapapun yang memandang.


"Tapi,,, bener ini ngga sih, Rumahnya.?" Tanya Freya pada diri sendiri, pasalnya sejak kedatangannya tak ada seorang pun yang terjaga akan kehadirannya, seperti ada namun tidak berpenghuni.


"Ini sebenarnya rumah siapa sih, Fre?" Tanya Kenzo ikut penasaran.


"Temen aku, tapi ngga tau alamat nya bener atau salah yang ini."


"Ckck... Katanya temen, alamat rumahnya aja ngga tau, gimana sih?" Kenzo berdecak kesal melihat kekasihnya yang kelihatan begitu kelimpungan mengenai kebenaran alamat rumah yang dipegangnya.


"Ish, daripada kakak disini tapi ngeselin, mendingan balik aja, gih. Aku juga sepertinya bakalan lama mainnya."


"Astaga, Fre! Kamu ngusir kakak, gitu? Ngga niat bilang makasih dulu?" Cecar Kenzo tak sabaran melihat sang kekasih yang begitu abai. Lelaki itu menekan dadanya, seolah-olah baru saja tertibkan ribuan pisau belati yang setajam silet. Sangat mendramatisasi sekali.

__ADS_1


Freya memutar bola mata nya, jengah.


"Iya,,, iya. Kakak balik dulu, nanti kalo urusannya kamu disini udah kelar, jangan lambat kasi tahu kakak, biar kakak jemput kamu, Oke?" Ujar Kenzo dan berlalu dari sana.


"Ini pada kemana sih, kok ngga ada yang keluar-keluar juga," Gerutu Freya setelah sekian lama berdiri diluar pagar.


"Assalamualaikum, Ta" Ucap Freya dengan volume yang sedikit meninggi, berharap akan ada yang datang menghampiri.


"Permisi!!"


Lagi, tak ada tanda-tanda bahwa rumah sederhana nan asri didepannya memiliki penghuni di dalamnya.


"Selamat siang, Agatha. Ini gue, Freya."


"Iya, maaf. Cari siapa ya?" Tanya sesosok itu menghampiri Freya dengan binggung.


"Siang, Tante. Saya Freya, temen satu kelas nya Agatha." Freya mengulurkan tangannya untuk menyalami wanita paruh baya dihadapannya dengan takzim.


"Nimas, maaf yah Tante udah salah faham sama kamu, soalnya Agatha ngga kasi tahu kalo ada temennya yang bakalan main kesini." balas bunda Nimas.


"Ngga apa-apa kok, Tan." Timpal Freya.


"Ayo masuk! Aga nya ada di kamar. Samperin aja ke atas, Ya." Ujarnya seraya menarik tangan Freya untuk mengikuti langkah kaki nya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, rating dan vote yah bestie-bestie🙏🏻


Mampir juga di karya othor yang lain :



Cinta karena Perjodohan



Love U all💜

__ADS_1


__ADS_2