
"Tau ngga sih, ternyata anak-anak basket dari SMA BIMA SAKTI itu ngga kalah gantengnya sama Arka cs, loh? apalagi ketua tim nya aduhh, ngga kuat gue," kata salah seorang siswi di atas tribun.
"Yakin? tau dari mana Lo?"
"Berani di samber duit ceban deh kalo gue bohong, serius!" katanya berusaha menyakinkan temannya.
"Hooh, gue juga tadi iseng kan cek insta stori mereka masing-masing, asli Weh berasa dapat PAP dari pacar gila! emang boleh gitu terlalu tampan gitu, ya?"
"Aaaa ngga sabar banget ngelihat para prince andalan sekolah masing-masing tanding."
Begitulah suara Ghibah yang Freya dengar saat dirinya dan juga Marina berlalu menuju tribun. Freya dan Marina duduk paling atas sendiri. Kata Freya, tempat ini dapat menangkap semua sisi ruang pertandingan karena jarak pandangnya yang luas.
"Tumben ya, Fre? Rame banget." tanya Marina pada Freya. lapangan yang biasanya hanya di isi oleh beberapa anak kini berubah menjadi penuh sesak, dari kursi paling bawah hingga ke atas sudah berubah menjadi lautan manusia. Bahkan ada dari mereka sampai berdesak-desakan hanya demi menempati posisi terdepan yang paling dekat dengan ring pembatas.
"Iya," balas Freya singkat.
"Kira-kira yang menjadi lawannya Arka nanti dari sekolah mana ya, Fre?"
"SMA BIMA SAKTI,"
Marina menganggukkan kepalanya dan membentuk huruf O tanpa suara.
"Tau?" tanya Freya.
__ADS_1
"Hehe... Pernah denger nama sekolahnya doang kok, Fre. Aku ngga tahu kalo mereka sehebat ini sampe bisa masuk final juga seperti Arka."
Bersamaan dengan Freya yang hendak menjawab ucapan Marina barusan, fokusnya menjadi terganggu saat hampir seluruh siswi sekolahnya menyoraki dan memberi semangat kepada Arka.
"Semangat Ayang Willy.."
"Kak Arka, aku pada-mu!!!"
"Ayang Rixon, kamu pasti menang."
"Semangat calon mantu mama-ku."
"Go Arka Go..."
"Cih, lebay! Arka juga, kenapa ganteng banget ya Allah..." cetus Freya kesal saat ada yang mengklaim Arka sebagai miliknya.
...****************...
"Eh fre lihat deh," panggil Marina.
"Lihat apaan sih, Na?" Balas Freya yang enggan mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Arka.
"Itu sepertinya tim basket dari sekolah lawan kan, Gila sih ganteng banget mereka, ayo Fre bungkus satu bawa pulang buat jadi calon mantu mama-mu." tunjuk Marina pada serombongan anak laki-laki yang mengenakan kostum basket sekolahnya tengah berjalan masuk kedalam lapangan.
__ADS_1
"Biasa aja, Jan ngadi-ngadi Lo! gue tau apa yang ada di otak Lo sekarang. Sebelum otak Lo makin konslet, biar gue perjelas satu hal. hampir semua anak basket yang menjadi lawan Arka hari ini gue kenal. Dan Lo tahu siapa kaptennya? dia sepupu dekat gue dari Ibun (sebutan sayang dari Freya untuk mami nya)."
"Hah! seriusan fre?" tanya Marina syok. Dia tidak menyangka Freya memiliki relasi yang cukup luas, padahal jika di lihat gadis itu bahkan jarang bergaul dengan anak-anak di kelasnya jika bukan bersama Agatha dan dirinya.
"Lo bisa lihat cowok yang ada tanda merah di lengan kirinya, kan?"
Marina mengangguk ketika matanya searah dengan arah tunjuk Freya.
"Cowok yang menggunakan angkle berwarna merah yang sama seperti Arka gunakan namanya Bimala. Bimala Candra Sujiwo Langit, lengkapnya. Gue udah kena banget gimana dia dari kecil, meski ngga begitu akrab sih. Jadi, Lo ngga perlu repot-repot buat kenalin gue ke dia seperti yang selam Aini lakuin. Temen dia temen gue juga." sindir Freya telak.
"Hehehe baiklah jika begitu adanya,"
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Jangan lupa like, komen, share, vote dan juga rating ya ges๐๐ป
__ADS_1