
120 menit 70 detik akhir nya berlalu juga, itu pun harus melalui beberapa drama yang sengaja di buat sedramatis mungkin oleh penghuni kelas.
"Gila, Bu Natasha sehari-hari nya makan apa aja ya.? udah mirip perosotan Dufan, saking lancar nya beliau kasi penjelasan."
"Kasihan rambut gue, baru aja krimbat kemarin, sekarang udah kriting lagi gegara 2 jam fulltime bareng Bu Natasha. Berasa sia-sia gue nyalon tiap Sabtu-Minggu kalo Seninnya babak belur lagi."
"Hooh, bukannya makin pinter, otak gue malah semakin buntu jalannya." begitulah keluhan yang Agatha dengarkan sedari bel pulang berdering nyaring lima menit yang lalu.
gadis itu masih sibuk memasukkan buku dan peralatan sekolah lain nya kedalam tas, saat Freya menawarkan tumpangan.
"Ta, Lo balik sama siapa.?" Tanya Freya.
"Gue, Naik..." ucap Agatha menggantung karena ponsel di saku rok putih abu-abu nya tiba-tiba bergetar. Gadis itu mengambil ponsel nya dan langsung membuka aplikasi hijau yang terdapat beberapa notifikasi pesan masuk di sana.
"Buruan dek, Abang tunggu kamu di depan."
Agatha mengernyit bingung, tumben sekali kakak kedua nya itu datang menjemput padahal biasanya hampir tidak pernah. Karena selama ini ia lebih sering menggunakan angkutan umum bersama kedua sahabat nya.
"Aku balik sama bang Dika, Fre."
Freya mengangguk faham.
"Kamu di jemput.?" tanya Marina yang sempat melirik sekilas kearah ponsel milik Agatha saat gadis itu mengeluarkan ponsel nya.
"Iya, Na. Kamu.?"
"Di jemput juga, Ta. biasalah, kayak ngga tau aja Papa aku gimana." ucap Marina seraya tertawa hambar diakhir kalimat nya. "Ya udah, aku duluan ya, Fre, Ta. supir papa aku udah nungguin di depan." pamit Marina, lalu berjalan keluar lebih dulu.
"Iya, Na. hati-hati di jalan."
"Oghey." sahut Marina tanpa menoleh lagi.
__ADS_1
"Mau di temenin nungguin abang kamu apa gimana, Ta.?" tanya Freya kemudian.
"Lo, duluan aja, Fre. Abang gue udah di depan kok, katanya."
"Gitu ya,?" Freya manggut-manggut. "Yaudah, kalo gitu Gue duluan ya."
Agatha menyatukan jari jempol dan jari telunjuk nya di udara membentuk tanda ok.
Setelah kepergian Marina dan juga Freya, Agatha berjalan keluar kelas menuju gerbang depan di mana sang kakak telah menunggu.
Di luar gerbang, tampak sebuah mobil sport berwarna hitam berkolaborasi dengan hijau botol telah penuh sesak di kerubungi oleh siswi 5 SILA.
"Ya Allah, ganteng banget ciptaan mu." seru Silvi, adik kelas Agatha di 5 SILA.
"Ga dapet Jungkook asli Korea, Jungkook versi indo juga ngga apa-apa lah."
"Di jadiin istri kedua gue juga ikhlas lah, kalo bentukkan nya begini."
"Astaga, laki masa depan gue ngapain berseliweran di mari."
Lelaki berkemeja biru Dongker dengan lengan yang sengaja digulung hingga sebatas siku itu tersenyum ketika mendapati seseorang tengah menatap nya dengan tatapan tajam.
"Udah, buruan jalan bang."
Lelaki itu membetulkan letak kaca mata hitam nya dan tersenyum manis kearah semua siswi yang masih setia menunggu hingga kepergiannya dari area sekolah mereka.
"Pabaiii, semuanya." lelaki itu melambai dan mengedip genit pada semua orang di sana.
"Huwaaa..." sontak semua siswi yang ada di situ berteriak histeris.
lelaki itu tersenyum dan langsung memutari mobil sport kesayangannya itu.
__ADS_1
"Dasar ganjen." gumam gadis berpipi chubby di balik kemudi.
Tangan lelaki itu terjulur mengacak-ngacak rambut sang gadis dengan gemas lalu terkekeh melihat raut wajah penuh kekesalan si bungsu.
"Resiko punya wajah ganteng ya gini dek, lagian mubazir, punya wajah tampan kalo tidak termanfaatkan dengan baik. Sebagai orang indo yang baik hati dan rajin menabung, ya abang gunain sesuai fungsi nya toh." kelakar Mahardika.
Ya, orang yang menjadi pusat perhatian 5 SILA itu adalah kakak kedua dari Agatha. lelaki itu datang lantaran baru menerima pesan untuk menjemput sang adik ke sekolah.
"Besok-besok, Abang jangan lagi jemput Aga ke sekolah deh. Aga bisa kok pulang-pergi sendiri. Toh selama ini baik-baik aja kan." ketus Agatha.
"Kenapa ngga boleh.? Kamu malu karna Abang yang jemput, atau karna kamu udah punya pacar.?" tuduh Mahardika penuh intimidasi.
"Ngga gitu bang, konsepnya.! Apa-apaan sih, No pacar-pacar, I'm Zomblo.!" balas Agatha dengan bibir Bimoli nya ( Bibir Monyong Lima miLi.)
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya🤗 di jamin seru dan bisa ngebuat kalian ngakak sampe guling-guling karena kejahilan Arka dan juga Agatha di bab-bab selanjut nya.
jangan lupa juga untuk like, koment, share dan juga Vote ya bestie-bestie🥰 karena jejak kalian adalah support system' tersendiri untuk othor🙆
__ADS_1
selamat malam dan selamat membaca🏁
love U all🥰💜