JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 66


__ADS_3

Setelah berfikir selama beberapa hari, akhirnya dengan berat hati Arka melakukan cek darah di sebuah rumah sakit. Tanpa orang tua, tanpa sahabat. Hanya seorang diri.


Arka sibuk mondar-mandir di ruang tunggu dengan perasaan berkecamuk. Jantung berdegup kencang, wajah pucat dan tangan yang basah karna berkeringat dingin. Ia tidak tahu harus berbuat apa dan ke siapa dia ingin mengadu.


Tiba-tiba ponselnya di balik saku celana bergetar, menandakan ada sebuah pesan masuk. Pesan dari Agatha.


"Ka... kemana aja Lo? gue kangen tau, kanggggeeennnn banget malah. Kapan kita bisa seperti dulu lagi? Ayo belajar, jangan bolos terus. Ingat ujian kelulusan bentar lagi."


Arka buru-buru memasukan ponselnya kembali kedalam saku saat namanya dipanggil. Dengan rasa cemas yang luar biasa, langkah gemetar itu membawanya kearah sang petugas rumah sakit.


...****************...


Agatha tengah duduk di bangku taman depan kelas bersama Marina, membaca buku latihan soal Try out yang dipinjamkan oleh pihak sekolah kepada siswa kelas XII yang akan ujian nasional.


Disela-sela kegiatannya membaca buku, dari kejauhan Agatha melihat Delan tengah berjalan cepat menuju perpustakaan. Sepeti ditikam oleh ribuan belati, dadanya terasa sesak, perih dan sakit. Meski sudah sepakat untuk kembali berteman, ternyata rasanya tak mudah hilang.


Ketika Agatha asik bernostalgia dengan segala kenangannya bersama Arka dan Delan, tiba-tiba ponsel dari sakunya berbunyi. Ada notifikasi pesan masuk dari aplikasi hijau miliknya. Gadis itu bahkan melompat saking girangnya saat tahu itu notifikasi dari Arka.


"Ta, ayo kumpul lagi. Gue kangen sama Lo berdua. Kalo sekolah udah kelar, kabarin gue ya. Gue jemput."


Dengan mata berbinar, Agatha buru-buru memberitahukan kabar bahagia ini pada Delan.


Skip jam pelajaran.


Agatha berlari girang menuju kelas Arka begitu lonceng berdering, tidak seperti biasanya yang akan berusaha abai setiap kali melihat Delan. Gadis itu bahkan sedikit menyeret Delan agar sampai di tempat Arka menunggui mereka.


Dari sinar matanya, Delan tak dapat menutupi rasa bahagianya karena Arka telah kembali dan ingin berkumpul bersama seperti dulu.


"Makin kurus aja Lo?" tanya Delan saat mereka masuk ke dalam mobil Arka.


Arka tersenyum menangapi pertanyaan Delan. Sementara Agatha mengatakan secara terang pada Arka, bahwa gadis itu sangat merindukannya. Ia terus berceloteh tentang banyak hal yang ia alami sejak kepergian Arka.

__ADS_1


"Senin depan kita udah UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), Lo harus masuk ya, Ka? biar kita bertiga bisa lulus bareng dan daftar kuliah bareng lagi." Kata Agatha penuh semangat. Gadis itu tidak sabar untuk bebas dari seragam putih abu-abunya, dan melakukan mimpi mereka yang lain.


"Ka, Lo bakal datangkan?" tanya Agatha sekali lagi karena Arka tidak menunjukkan respon apa-apa.


"Lan, Lo masih suka ikut event ga?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


Delan yang duduk di sebelah kiri kemudi Arka tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Delan makin kesini makin keren tau, Ka! bahkan baru-baru ini dia terpilih menjadi ketua seminar oleh Kementrian Pendidikan Nasional karena karyanya berhasil meraih juara satu tingkat nasional. Dapat hadiah uang tunai lagi. Tapi sayang... uangnya masih belum cukup beli komputer yang baru ya, Lan?"


"Seriusan? Selamat ya, Lan. Tema Lo kali ini tentang apa?"


"Pengetahuan dan Respon Remaja terhadap HIV/AIDS, Ka." jawab Agatha.


Arka secara spontan terbatuk-batuk karenanya.


"Kenapa Lo?" Delan menatap heran.


"Kenapa jadi pada ngelihatin gue sih? gue emang lagi radang tenggorokan aja, makanya sering batuk akhir-akhir ini." ujar Arka kemudian.


"Sejak kapan? udah periksa ke dokter?"


"Udah, ini pasti gara-gara gue kebanyakan minum es. Padahal dokter udah ngasi saran." kilahnya.


Sepi.


"Lo pada laper ngga sih? pasti laper lah ya, kan?" Arka yang bertanya dia pula yang menjawab.


Baik Agatha maupun Delan hanya mengangguk karna terlalu bersemangat akan pertemuan mereka tadi Agatha bahkan sampai lupa belum pergi ke kantin hari ini.


"Yaudah, kita cari makan aja, yuk? Hari ini gue bakal traktir Lo pada sampai puas."

__ADS_1


"Iya."


"Boleh,"


Sahut Agatha dan Delan hampir berbarengan.


"Pengen makan di mana Lan, Ta?"


Mata Agatha berbinar cerah mendapat tawaran demikian. "Pentol Crispy Bang Ijal!"


"Yang lain lah, masa itu Mulu. Ngga bosan Lo?" kata Arka.


"Karen'd Dinner?"


Arka menggeleng, "Yang lain, yang lebih spesial dikit dong, Ta. Yang estetik gitu, di restoran mana kek?"


"Buntu gue, terserah Lo aja deh." akhirnya Agatha menyerah. Merasa frustasi karena semua rekomendasi darinya ditolak.


"Okelah, awas aja Lo ngedumel sama resto pilihan gue."


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, share, vote dan kasi rating untuk karya othor ya bestie๐Ÿ’œ๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2