
di tengah canda gurau Arka dan Agatha, sesosok wajah ayu melankolis mendadak muncul di ambang pintu masuk. menghentikan tawa yang sempat menggelegar di ruangan tiga kali empat persegi luas nya.
Puspita nama nya, wakil Delan di ekskul mading sekaligus teman sekelas Delan.
"Maaf banget, Lan. aku datang nya sangat terlambat." seru nya dengan suara lembut. wajah nya teramat sangat menyesal. dan Agatha merasa kurang nyaman karenanya.
"Barusan aku harus menghadap pak Rudy dulu di ruang guru, aku di panggil perihal lomba membaca puisi yang akan diadakan Minggu depan nanti.," lanjut nya kemudian.
"Ngga apa-apa Pit, kerjaan kita udah beres kok. Dikerjain sama Agatha tadi, kebetulan dia nganggur. dari pada dia wara-wiri ga jelas dan ngelakuin hal-hal yang unfaedah, ya udah gue seret aja ke sini. lumayan kan tenaga nya bisa gue manfaatin buat hal yang positif untuk bangsa dan negara."
Agatha mendelik galak ke arah Delan, sedangkan yang di lirik hanya acuh tak acuh dengan wajah tanpa dosa nya.
"Aduhh,,. makasih banyak ya, Ta. udah mau bantuin kita. maaf kalo sebelumnya ngerepotin kamu."
"Ehh,, ngga, kok Pit. santai aja. sama-sama, gue ngga ngerasa repot kok,." Agatha mengangguk canggung ke arah Puspita.
"Lo, jadi ikut Lomba ya, Pit.?" tanya Delan sekedar basa-basi.
"Iya, Lan. jadi. kamu mau kan nemenin aku.?" Mata Puspita berbinar cerah, menatap Delan penuh harap.
"Mm... gimana ya,,." Delan tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Kalau kamu mau, nanti aku bilang ke pak Rudy dulu, konfirmasi kalo yang pergi nanti nya kita berdua. supaya kamu di kasi ijin."
asal kalian tahu, pak Rudy adalah wali kelas dan juga guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas Delan dan Puspita.
"Maaf sebelumnya, jangan dulu ya, Pit. karna gue ga bisa ikut. Lo sendiri tahu kan, kalo Senin depan kita ada pelajaran bahasa jerman.? materi yang terakhir, jujur. gue belum terlalu ngerti, makanya harus masuk dulu Senin besok." Delan berbicara jujur dan menolak secara halus keinginan Puspita.
__ADS_1
"Mungkin... Lo, bisa ajak temen-temen kita yang lain. Agatha contoh nya. gimana Ta., mau kan Lo pergi nemenin Puspita lomba.?"
"Hah.?!"
Agatha kaget luar biasa saat nama nya di sebut. meski kerap bertemu, ( pasti sering lah ya, secara kan Agatha dan Puspita satu sekolahan. baik di sengaja atau tidak, pasti mereka sering ketemu.)
Agatha dan Puspita sama sekali tidak akrab antara satu dengan yang lain. berada di dekat Puspita seketika membuat Agatha merasa insecure, tubuh nya sudah dengan pasti akan bergetar karena grogi akut nya kambuh.
Dia kadang merasa, bahwa diri nya bukan lah gadis seutuhnya. karena di lihat dari segi mana pun Agatha masih kalah jauh jika di bandingkan dengan puspita, Puspita sangat feminim. tutur kata dan tingkah laku nya senantiasa halus dan sopan.
penampilannya yang modis dan terjaga. sangat kontras dengan Agatha yang bersikap masa bodo dengan sekitar, Agatha bahkan selalu ceplas-ceplos dalam berucap, ketawa nya pun kadang terlalu keras untuk anak gadis seukuran Agatha.
Agatha sama sekali tidak ada modis-modis nya dalam berpenampilan. cenderung asal-asalan. dan jika kedua nya terpaksa di sanding dalam satu panggung, ibaratkan langit dan bumi jauh nya. beda banget.!!!
"Maaf ya, Pit." Delan mengulangi ucapannya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Holla-Holla haii bestie👋 untuk malam ini cukup dulu double up nya ya😁 besok lagi baru kita lanjutin. mata othor rasanya udah tinggal 2% daya nya, perlu di charger dulu.
kalian jangan tidur larut malam ya, jangan begadang yang unfaedah. ga baik buat kesehatan.
seperti biasa, sebelum kita ketemu di zona mimpi. Sabi kali kalo kalian lemparin mawar dan kopi buat othor😁
tapi kalo ga bisa, othor minta tolong like, koment, share dan vote nya boleh.?
kalo ga bisa juga gapapa🤗 asal kalian semua sehat selalu aja.
Love U All🥰💝💜
__ADS_1