JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 06


__ADS_3

Bel pulang sekolah telah berbunyi semenjak 15 menit yang lalu saat Arka dan Delan menuju kelas Agatha.


"Muka Lo, kenapa Ta.? kusut bener," ucap Arka tersenyum geli menyambut kedatangan Agatha dari dalam kelasnya setelah beberapa saat menunggu di depan kelas gadis yang tengah menatap murka ke arahnya.


Agatha mendengus kesal menatap Arka.


"Lo itu udah jelek dari lahir Ta, ga usah di mencong-mencongin tuh bibir. jelek banget tau, iya kan Lan.?" Arka menoleh ke arah Delan yang sedari tadi sibuk bersedekap dada membaca buku di samping nya. Meminta bantuan yang kemudian di sambut dengan tawa kecil oleh lelaki berkaca mata minus itu.


"Biarin sih, gue jelek-jelek begini juga ga pernah tuh nyusahin hidup Lo. siapa suruh Lo bego, udah tau gue jelek masih aja di temenin." sarkas Agatha.


Arka terkekeh sedang Delan mendelik mendengar perkataan Agatha barusan.


"Lo, kenapa sih.?" tanya Delan.


"tanyain noh, sama temen Lo yang paling tampan di 5 SILA, gue kan jelek." sahut Agatha menunjuk Arka tanpa menatap wajahnya.


Delan memicingkan mata menatap Arka, sedangkan pemuda yang di tatap itu bersikap acuh. mengendikan kedua bahu nya seolah tak mengerti penyebab kekesalan Agatha siang ini.


"dih, kura-kura dalam perahu lagi, Lo." sembur Agatha


"Lah, emang gue kenapa.? dasar Lo aja yang aneh, ga ada hujan ga ada angin. marah-marah ga jelas, dasar prikk.!!"


Agatha menatap sinis ke arah Arka, ekspresinya saat ini seakan ingin menerkam lelaki jangkung di samping nya itu yang sedang berdiri tegak dengan raut wajah menjengkelkan di mata nya.


"Ngapain sih Lo, pake nyuruh-nyuruh si Doni Dateng ke kelas gue.?"


"Ohhh, jadi itu masalah nya.?" balas Arka dengan tampang WaTaDos alias Wajah Tanpa Dosa nya. " gimana rasanya di jumpain sama fans, Ta.? seru dong pasti ya.? ayo lah ceritain ke kita-kita,.."


"seru pala mu,, gundull,!!"


"dih, sembarangan banget Lo. rambut bagus-bagus gini kok di bilang gundul... perawatan 12 juta nih boss." Arka terkikik geli di akhir kalimat nya


Bughhh.!!!


Agatha yang memang memegang sabuk hitam di bidang taekwondo itu langsung saja mendaratkan sebuah pukulan di bahu sebelah kiri Arka.


Arka yang tak menduga akan mendapat sebuah Bogeman mentah dari Agatha langsung saja berteriak nyaring. memegang bahu sisi sebelah kirinya yang terasa berdenyut. mengusap-usap bahu yang terkena pukulan gadisnya, berharap rasa nyeri itu sedikit memudar.


"gue kasih saran ya, Ta. mending mulai sekarang Lo ganti cita-cita aja deh. jadi petinju aja, biar bakat terpendam Lo bisa bermanfaat buat negara. lagian keren tau Ta, di indo kan belum ada tuh petinju cewek. kalo Lo daftar, gue jamin nama Lo bakal masuk di rekor MURI sebagai petinju wanita pertama. Lumayan lah, gue sebagai teman bisa numpang tenar juga, hehehheh..." meski sakit di bahu nya masih terasa, namun hasrat untuk terus menggoda Agatha tak kunjung surut. seolah menggoda Agatha sudah menjadi agenda tersendiri di hidupnya.


wajib dan harus di laksanakan.


Agatha yang sudah merasa puas menyalurkan rasa kesal nya dengan memberi sebuah pukulan, bersikap seolah-olah tak mendengar apa yang Arka katakan tentangnya.


kemudian ide jahil seketika bertebaran di otak minimalis miliknya, matanya berbinar jenaka menatap selembar daun kembang sepatu yang hidup di sepanjang jalanan sekolah.


ia memetik daun itu, sangat cepat dan tanpa sepengetahuan Arka. saat Arka terlihat akan membuka kembali mulutnya, Agatha dengan segera menyodorkan daun yang di petik nya itu tepat di depan muka Arka.


"huwaa,,, mami.. tolongin Arkaaaa.. hiks.!!!" Arka berlari terbirit-birit. berusaha menjauh dari jangkauan iblis kecil di depannya itu. geli bercampur dengan takut di rasakan oleh tubuhnya yang terlihat gemetar.


sama sekali bukan pada daun itu, melainkan pada seekor ulat gemuk berwarna hijau yang tengah menggeliat-liat di atasnya.

__ADS_1


Agatha tertawa lepas, sangat puas melihat Arka yang sudah berada jauh di depannya. ia tahu kelemahan Arka. Delan geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol kedua sahabatnya yang sama-sama jahil.


...****************...


keesokan harinya, tepat di jam istirahat pertama sekolah.


ketiga remaja yang sudah bersama sejak kecil itu tengah duduk melingkar saling berhadapan di sebuah meja persegi panjang di pojok kantin. menunggu dengan sabar pesanan masing-masing datang, sesekali menoleh ke arah kiri dan kanan, berusaha untuk menikmati suasana kantin yang sudah seperti pasar saking ramainya.


Agatha yang duduk tepat di depan Arka mencomot sepotong kerupuk bundar berwarna putih dari dalam kaleng besar berbentuk kotak, dengan warna dasar biru tua. kemudian menggigit kerupuk itu dengan semangat 45.


kress.!! kriuk, kriuk, kriuk.


mulut mungil nya mulai mengunyah kerupuk yang garing nan renyah itu dengan penuh hikmat.


"Maass Adittt,,, bakso gue mana.? cacing-cacing gue udah pada demo nih di dalam sana.!" seru nya di antara kunyahan.


"bentar neng, masih ngeracik bumbu spesialnya dulu ya.," balas mang Adit sedikit berteriak agak mengimbangi suara riyuh di kantin menjawab seruan Agatha.


"asiyapp mass, jangan lupa sambelnya di banyakin ya. seperti biasa."


"oke neng,"


Agatha kembali membuka tutup toples di depannya, mengambil keping ke dua kerupuk dari dalam nya.


"sutt,,, ada yang nyamperin nih." bisik Delan, menyenggol siku Arka. mata Arka bergerak riang seolah baru saja mendapat jackpot. bibirnya seketika melebar.


"kerupuknya enak banget ya, Ta.? boleh dong,, aku sekalian di ambilin juga."


siall.!! batin Agatha.


Agatha kira, dengan dirinya memaksa Arka dan Delan untuk mau ikut duduk di kursi paling pojok, dan sedikit jauh dari keramaian. dirinya bisa makan dengan nikmat bakso yang telah di gadang-gadang nya sejak kemarin.


namun ekspektasi nyatanya tak sesuai realita.


"hachimm.. hachimmm..." alergi nya kambuh lagi.


" Ta, aku mau konfirmasi tentang dinner, nanti malam. jadi kan.?


"anjirr, kenapa gue bisa kelupaan sih.!!" ucap Agatha yang tiba-tiba teringat akan sesuatu.


melihat pergerakan Agatha yang akan beranjak, Delan dengan sigap bertanya


"mau kemana, Ta.?"


"menghadap Bu Ningsih, tadi gue di minta bawain PR anak-anak ke ruang guru." Agatha lalu bergegas bangkit.


"Bakso Lo gimana, makan dulu Ta. bentar lagi Dateng loh itu pesanan kita." ujar Arka berusaha menahan gadis itu.


"nanti aja,!" sahut nya


"Mass Aditt... maaf ya, Bakso nya di cancel dulu."

__ADS_1


"loh, loh,,, mbak. baksone piye to Iki (bakso mu gimana ini jadinya).?" Mas Adit yang sudah di tengah perjalanan menoleh binggung ke arah punggung Agatha yang sudah hampir menghilang di balik pintu keluar.


"tolong kasi ke Arka aja mas, biar dia yang makan sekaligus bayar." ujar Agatha cepat, tanpa menoleh sekalipun.


"Yowes lah mbak," meski bingung, mas Adit tetap melaksanakan perintah sesuai yang Agatha instruksikan.


Glekk,!! Arka menelan ludah nya kasar. menatap penuh putus asa pada semangkok bakso yang nyaris tak terlihat bentukannya seperti apa karena tertutup penuh oleh siraman sambal di atasnya.


Doni mengusap-usap rambut klimis nya pelan, terlihat sangat gusar.


"Taaa,!!! Agathhaaaa,!!!"


Agatha sudah tak terlihat di pandangannya lagi. gadis itu berhasil lolos darinya.


Delan hendak membuka suara tapi terputus di udara karena di potong oleh Arka lebih dulu.


"udah Don, tenang aja. masih ada kesempatan di lain waktu. sepertinya Agatha memang lagi sibuk hari ini."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Holla bestie-bestie othor. malam-malam gini lagi pada ngapain nih.? gimana kesannya sama cerita baru othor.? pada suka ga.?


kalo suka, tolong like, vote, share dan koment juga ya biar othor semakin semangat berkarya.

__ADS_1


love U All🤗💜


__ADS_2