JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 28


__ADS_3

Ditengah-tengah perdebatan panjang mereka, ponsel milik Mahesa memiliki nyaring memutus percakapannya dengan gadis kecil yang kelihatannya imut tapi menyebalkan di depannya.


Freya yang melihat wajah datar milik lelaki di depannya ketika menerima telepon terlihat begitu santai, seolah tidak terjadi sesuatu yang bisa mendisko kan jantung itu pun mendengus kesal.


"Okok... Makasih, Bro."


"....."


"Iya, Gue ke sana sekarang."


Tut..Tut...Tuttt...


Panggilan pun berakhir.


"Karna saya saat ini sedang sibuk, kita hitung masing-masing saja kerugian yang di tanggung. Setelahnya kamu bisa mengkonfirmasi berapa biaya yang harus saya ganti ke nomor yang tertera di kartu nama saya tadi." Ucap Mahesa sembari menyodorkan sekeping tanda pengenal yang sudah dilengkapi dengan alamat dan data yang diperlukan.


Setelah Freya mengambil tanda pengenal milik Mahesa, lelaki itu gegas berlalu dari sana. Freya menatap kesal kepergian lelaki yang di nilai nya kurang bertanggung jawab itu dari hadapannya.


Gadis itu mengamati dengan seksama kartu tanda pengenal milik lelaki menyebalkan tadi di tangan nya. Berusaha membaca dengan teliti dan benar.


"Mahesa Putra Pramuwijaya, mahasiswa semester 6. Seorang mahasiswa ternyata, pantas saja dia kelihatan begitu murka ketika gue panggil om," Gumamnya.


Freya memasukan kartu nama itu kedalam tas nya dengan asal, lalu memesan ojek online melalui sebuah aplikasi dari ponsel miliknya. Berjarak 1 meter di samping kirinya berdiri, terlihat Mahesa juga melakukan hal yang serupa seperti apa yang Freya lakukan.


Waktu semakin berlalu namun tak ada tanda-tanda taksi pesanan nya akan tiba menjemput. Mahesa semakin gusar di tempat nya berdiri kala menatap arloji di pergelangan nya sudah menunjukkan pukul 12:45 WIB, Siang.


Masih tersisa 15 menit lagi untuk nya bisa tiba dengan selamat di kelas nya pak Santos nanti. Itu juga jika Tuhan berkehendak, mengingat sikon saat ini sedang tidak memungkin kan.

__ADS_1


"Ya Lord, Tolong lah hamba-Mu ini. Taksi nya pada kemana Ya Allah, kok ngga datang-datang juga?" Gerutu Mahesa.


Sebentar lagi kelas pak Santos akan di mulai, dan betapa sialnya ia masih terjebak dia sini yang entah harus menunggu sampai kapan.


"Yesh... Akhirnya datang juga," Pekik Freya girang ketika melihat ada sebuah taksi melaju kearah nya.


Freya melangkah dengan cepat tetapi masih kalah gesit dari pemuda yang sempat bersitegang dengannya tadi. Lelaki itu masuk dengan sembrono nya ke dalam taksi dan meninggalkan Freya seorang diri di luar.


"Pak tolong jalan sekarang, Ke Universitas Indonesia ya. Saya harus memulai presentasi 10 menit lagi, Pak!!" Ucap nya sedikit mendramatisir keadaan, berusaha menyakinkan sang supir untuk berlalu meninggalkan Freya seorang diri di luar.


"Tapi den, neng yang diluar gimana?"


"Udah, Pak. Biarin aja, dia lagi ngga buru-buru amat, kok. Kuy jalan."


Dengan perlahan sang supir taksi pun mulai menghidupkan mobil nya, dan melaju membelah jalan ibu kota yang sudah padat sejak tadi.


"Sial bener dah hidup gue hari ini, udah jatuh di tinggal sendiri pula. Untung bukan jatuh ketiban tangga, seperti kata pepatah." Gerutu Freya kesal.


Gadis itu berbalik menuju motornya yang masih tergeletak syantik di semak-semak sembari meraih telepon nya kasar dari dalam tas. Kemarin lentik nya dengan lincah mendial nomor seseorang untuk meminta bantuan.


Hitungan detik berlalu, dering pertama terdengar suara cowok bersahaja menyahut di seberang sana.


"Halo, Kak. Bisa jemput aku ngga, sekarang?"


"...."


"Masih di jalan, tadi aku keserempet orang aneh." Tuturnya dengan suara serak karena menahan tangis.

__ADS_1


"Iya, Buruan.!! Aku udah share lokasi nya."


"...."


Setelah panggilan terputus, gadis itu beralih menatap sekantung plastik titipan Delan untuk Agatha yang sudah rusak karena benturan keras tadi.


"Lo beruntung banget sih, Ta."


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, vote dan rating karya othor ya bestie-bestie🤗


Buat yang belum mampir di karya othor yang lain, yuk mampir di "Cinta karena Pernikahan" ceritanya ngga kalah seru loh sama Agatha CS.

__ADS_1


__ADS_2