JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 50


__ADS_3

Delan mendesis sambil terus memegangi perutnya. Sudah beberapa kali ia merasakan nyeri serupa, tapi entahlah. Kali ini rasanya begitu menyiksa, tidak bisa ditahan lagi seperti sebelum-sebelumnya. Kini rasanya jauh lebih menyakitkan.


Sejak bangun pagi tadi Delan merasakan perutnya tidak nyaman, tapi Delan pikir sakitnya akan hilang sendiri seperti biasanya jadi ia tidak begitu mempedulikan dan terus melakukan aktivitasnya, bangun, sarapan dan sekolah.


Tapi saat jam pelajaran pertama baru berlangsung sekitaran 20 menit lamanya, Delan menyerah. Ia meminta ijin pada Pak Ridwan, guru Matematika di kelasnya untuk diijinkan pulang terlebih dahulu.


"Baiklah, saya harap kamu benar-benar istirahat di rumah dan tidak keluyuran" ujar Pak Ridwan saat Delan meminta ijin.


"Baik Pak, terimakasih. Permisi."


Baru melangkah beberapa meter dari kelasnya, tubuh Delan tiba-tiba limbung. Ia terjatuh ke lantai. Kejadian ini pun akhirnya sampai ke telinga Agatha dan Arka.


Dengan rasa khawatir dan pikiran yang kacau, Agatha meminta pertolongan kepada siswa-siwa yang ada di tempat kejadian untuk menggotong Delan menuju mobil Arka.


"Tolongin woii, malah pada ngelihatin bae!!" teriaknya gusar.


Dibantu Pak Ridwan dan seorang teman lainnya, Arka membopong tubuh Delan menuju mobilnya. Delan disandarkan di jok bagian belakang dengan paha Agatha sebagai bantalnya.


"Sabar ya Lan, kita akan segera bawa Lo pulang" Ujar Agatha sambil menyeka keringat dingin di kening dan pelipis Delan menggunakan sapu tangan handuk miliknya.


"Ini kita kemana dulu, Ta?" tanya Arka menatap kaca spion dibalik kemudi.

__ADS_1


"Kita bawa Delan langsung ke rumah sakit aja deh, Ka!"


Agatha sungguh tak tega melihat kondisi Delan yang terus mengerang kesakitan.


Arka mengangguk patuh, lelaki itu mulai menyalakan mesin mobilnya. Jika kalian bertanya kemana mang Komar pergi, kenapa Arka bisa menyetir sendiri dan bla-bla... jawabannya adalah karena semenjak resmi masuk kelas XII kemarin Arka memaksa kedua orang tuanya untuk diijinkan mengendarai mobil sendiri.


Lamborghini Hitam keluar dari gerbang sekolah, meluncur dengan kecepatan sedang menuju jalan raya. Saat tiba di pertigaan Agatha memiliki kencang karena mobil yang sedang ia tumpangi kini nyaris saya menabrak sebuah Bus yang berhenti secara mendadak untuk menurunkan penumpangnya.


"Please hati-hati, Ka! fokus. Tujuan kita ke rumah sakit hanya untuk mengantar Depan, bukan ikut memeriksakan diri." Agatha mengingatkan.


"Gue fokus kok, Ta. Dasar abang-abang bus nya aja yang bego, berhenti sesuka hati." bantah Arka.


Si pengemudi Bus yang hampir bertabrakan dengan mobil Arka pun menjulurkan kepalanya yang terlihat seperti sarang lebah saking gondrongnya rambut miliknya itu melalui kaca jendela.


"Heh, @njing! buta mata Lo? mentang-mentang mengendarai mobil mewah jadi bertindak sesukanya!"


Mendengar umpatan dari si Abang supir Bus itu membuat emosi Arka terpancing juga. Dengan kasar dia membuka kaca jendelanya dan berkata dengan nada tak kalah garang," Eh bang, yang buat kacau jalanan itu Abang. Liat noh, ban Mini bus Abang udah ngelangar garis pembatas. Kok malas saya yang disalahin? sadar bang, sadar!"


Si Abang supir bus melotot Arka juga sama, suasana seketika menjadi tegang.


Delan kembali mengerang pelan.

__ADS_1


"Ka, udah. Ngga usah diladenin lagi ya? kasihan Delan!" Agatha berseru cemas. Tanpa sadar air matanya terbit dari sudut-sudut matanya.


Arka segera menoleh kebelakang. Delan tampak sangat tak berdaya di sana, terlihat begitu lemah.


Air mata Agatha semakin menjadi, menetes tepat di atas dahi Delan yang panas.


"Ok." balas Arka singkat. Ia lalu menutup kaca mobilnya, tak peduli lagi pada supir Bus yang masih terus memelototinya. Ia kembali membawa mobilnya menuju ke rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, share, vote dan juga Rating ya gesπŸ™πŸ»


Love UπŸ’œ


__ADS_2