
Sudah seminggu waktu berlalu sejak Agatha menerima tantangan, begitu banyak perubahan yang Arka dan Delan rasa sangat dipaksakan oleh Agatha.
Entah terbawa perasaan atau bagaimana, Agatha benar-benar berubah 180 derajat. Baik dari penampilan, gaya bicara yang biasanya cuek dan heboh pun sudah bisa gadis itu kontrol. Tak lagi seheboh dulu.
Yang paling menyebalkan lagi adalah fakta bahwa selama ini gadis itu tidak pernah menyukai gender musik apapun selain dangdut, tetapi karena vokalis band yang katanya teman sejurusan Bang Mahardika, tiba-tiba Agatha pindah haluan ke gender musik POP.
Arka dan Delan bahkan prihatin dengan usaha yang gadis itu lakukan, ia rela menguras celengan ayamnya yang sudah ada sejak mereka masih sekolah menengah pertama hanya untuk membeli CD musik yang sedang populer di Indonesia saat itu.
Katanya, "Biar nyambung kalo ngomong sama Mas Rafaello,"
Seperti halnya pagi ini, dengan pede bibirnya terus bersenandung riang sejak memasuki halaman parkir, menyanyikan lagu -Cinta luar biasa milik Andmesh Kamaleng, yang membuat Arka dan Delan menutup telinganya.
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
__ADS_1
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu.
"Ta, tolong berhenti dong!" sergah Delan. Perutnya yang memang sedang tidak sehat malah semakin mual, seperti ditonjok-tonjok mendengar Agatha bersenandung.
Bukannya kasihan melihat ekspresi kedua sohibnya yang menderita, Agatha justru semakin gencar menyuarakan rasa kasmaran nya melalui bait-bait lagu yang terucap full dengan gaya dan ekspresi.
Arka semakin gerah dibuatnya, pemuda itu langsung membekap mulut Agatha dengan telapak tangannya. "Berhenti ngga Lo? asal Lo tahu, suara Lo itu itu bikin hati gue berantakan!"
"Hehehe, maaf deh karna suara gue ganggu Lo pada, tapi tunggu bentar lagi ya? suara gue pasti bakalan jadi merdu setelah ikut les vokal. Kalo suara gue udah lumayan merdu, mas Raffa mau ngga ya gue ajakin buat duet?"
Delan melotot. Arka langsung terbatuk-batuk keselek ludahnya sendiri.
"Ta! istighfar Anjir..." ujar Arka sambil mengusap pelipisnya pelan. Kepalanya akhir-akhir ini sering sakit jika berhadapan dengan tingkah aneh Agatha yang semakin menjadi.
"Hehehe... Kenapa? Ngga ada yang ngga mungkin kan kalo kita mau usaha?"
"Ada, khusus teruntuk Lo. Keajaiban dunia seketika menghilang." balas Arka sarkas.
__ADS_1
"Cih! lempeng bener itu bibir kalo ngomong." Agatha mengerucutkan bibirnya dan menatap tajam kearah Arka.
"Apa Lo melotot begitu ke gue? Sadar, Ta! Tantangan yang Angel and the geng kasi itu unfaedah buat Lo, jangan mau dipengaruhin."
"Ka, udah! masuk gih, udah nyampe depan kelas Lo tuh." titah Delan dan dengan lembut mendorong masuk tubuh kecil Agatha kedalam kelasnya.
Tanpa sepatah kata pun Agatha melangkah masuk kedalam kelasnya, tentu saja dengan perasaan kesal karena Arka selalu saja memarahi setiap usahanya.
"Jangan keras-keras, Ka. Kasihan, Sekuat apapun tampilan dia diluar, Agatha teteplah perempuan yang dengan segala rasa sensitifnya." ujar Delan berusaha menasehati Arka ketika keduanya hampir berpisah di lorong kelas.
"Habisnya gue kesel tau Lan, makin kesini tingkahnya Agatha seperti dipaksa. Dia bukan lagi Agatha temen kita yang apa adanya, dia terlalu palsu buat gue."
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, share dan juga Vote ya🥰