
Teras rumah Agatha.
Arka tampak tengah bercerita mengenai hubungan asmaranya yang terpaksa kandas sebelum janur kuning melengkung. Ekspresinya sangat sebal.
"Gue ngga nyangka aja sama si Marina, dari tanggapannya selama ini tuh, gue pikir Marina juga ada rasa sama gue. Tapi ternyata..."
"Ternyata apa Lang?" tanya Agatha.
"Entahlah, cewek terlalu sulit untuk di mengerti." dengus Arka pelan.
"Lagian, sok-sokan segala mau deketin anak orang."
"Udah sih, Lang, ngga usah terlalu dipikirkan lama-lama juga, Dunia kan ngga hanya selebar daun kelor. Masih banyak cewek dari belahan dunia mana pun yang belum pernah Lo temui, mungkin Maps nya masih nyasar, makanya belum ketemu yang satu frekuensi sama Lo. sabar aja lah. Kalau jodoh mah ngga bakal kemana," hibur Delan.
"Gue sebenarnya ngga terlalu suka amat sih, sama si Marina-Marina itu, tapi ya agak kesal dikit. Kenapa juga respon dia selama ini tuh seolah-olah memberi harapan?"
"Kalo ngga suka, kenapa masih aja kesel tiap kali ngomongin Marina?" tanya Agatha.
"Gue tuh kesel, Ta! jangan bilang Lo lagi ngira gue patah hati ya?" tebak Arka tepat sasaran.
"Emang ngga?"
"Ya engga lah, karena sebelum Marina, gue sebenernya lebih dulu suka sama cewek yang lain."
Alis Delan langsung naik.
"Oh ya? siapa Lang?" tanya Agatha tidak sabaran karena penasaran.
"Lang, Lang, Lang bae, kenapa dari tadi gue dengernya Lo pada kok, manggil gue lang, Lang terus. Kenapa, sih?" Akhirnya Arka mulai ngeh dan ngerasa gerah sendiri dengan julukan barunya.
Delan dan Agatha langsung tertawa kompak.
"Bolang.... Bolang... Lo lupa apa gimane? Lo kan pernah bilang ke kita-kita, gue bebas mau minta apa aja kalau terbukti Lo ngga bisa jadian sama Marina."
__ADS_1
Arka meringis kecut.
"Afifah Iyah?"
"Iya, mau gue ambilkan rekamannya ngga? adalah loh ke simpen di flashdisk gue?"
"Iya deh, iya, gue ngaku emang pernah bilang seperti itu. Tapi udah dong ah, jangan panggil gue begitu lagi. Norak tau!"
"Hihihi... tapi Lo tenang aja Lang, Lo tenang aja, sekarang mungkin belum waktunya Lo sama Marina, tapi jodoh Lo masih menanti kok. Lo masih inget tetangga gue yang bohai itu ngga?" Agatha semakin menjadi.
Arka menggeleng pelan.
"Itu loh, cewek imut-imut di depan Sono? masih tetep single loh dia!"
Ingatan Arka langsung terbang jauh pada sosok balita nan lucu menggemaskan. Arka hendak menarik rambut Agatha karena geram tetapi gagal karena Agatha sudah keburu menghindar.
"AGATHA... Sini ngga Lo?"
...****************...
Hari itu Akra, Delan dan juga Agatha kembali pulang bersama-sama, naik mobil BMW Arka.
"Mang, nanti tolong berhenti sebentar di depan toko itu ya?" ujar Agatha seraya menunjuk papan nama yang bertuliskan kata aksesori.
Mereka berhenti tepat di depan sebuah bangunan yang berwarna pink. Tempat yang menyediakan secara lengkap kebutuhan remaja perempuan seperti Agatha.
Mata Arka dan Delan kompak menatap heran ke arah Agatha.
"Ta, mau ngapain sih Lo ke sini?" tanya Arka tak dapat mengendalikan rasa ingin tahu nya lebih lama lagi.
"Yaa mau beli sesuatu dong, Ka. Yalali gue main jauh-jauh cuma karena iseng numpang pup? kan ngga lucu," jawab Agatha sekenanya.
Arka mencibir lucu.
__ADS_1
Begit mobil selesai diparkir di muka toko, agatha dengan semangat melangkah keluar dengan gayanya yang super cuek. Tak lama kemudian dia menoleh kebelakang, mendekati Arka dan Delan yang masih berada di dalam mobil.
"Lo pada emang ngga penasaran bentukan Aksesori seperti apa?"
"Emang cowok boleh masuk juga, Ta? di dalem ada mainan buat cowok juga, ya?" tanya Arka lugu, Delan mengangguk.
Agatha menggeleng.
"Lah, terus? apa faedahnya kita ngintilin Lo sampe kedalam?"
"Kali aja aja, Lo berdua sesekali pingin tampil beda, kan? berani tampil beda denga penampilan, keren tau? makanya Lo harus berksperimen mulai sekarang."
Agatha senyum-senyum sendiri saat membayangkan Arka dan Delan menjadi bahan percobaan di Aksesori, masuk dengan tampilan gagah dan keluar dengan sesuatu yang feminim. Ah lucu sekali,
Arka mendelik kesal melihat raut wajah Agatha yang seperti tengah membayangkan sesuatu.
"Ngga usah ngebayangin yang aneh-aneh, Ta! buruan masuk sana!" katanya judes.
"Yakin Lo berdua ngga mau ikut? biasanya di dalem sana banyak cewek cakep loh?" tawarnya sekali lagi dengan sengaja menunjuk kearah dia orang gadis manis yang baru turun dari mobil sedan berwarna kuning mengenakan pakaian Putih Biru ala-ala SMP mereka.
"Ngga kita tungguin di sini aja, cepetan Lo masuk sana! Lo kelamaan bakal kita tinggal," Arka mendorong tubuh Agatha masuk kedalam.
Agatha terkekeh.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.!!!
Jangan lupa like, koment, share, voting dan rating karya othor ya🥰