
ujian akhir telah berakhir seminggu yang lalu. Jadi hari ini hanya class meeting biasa. Arka dan Delan yang tidak mengikuti kegiatan olahraga apapun hari itu menghampiri Agatha di kelasnya. Sepanjang hari air muka gadis itu terlihat seperti hidup segan mati tak mau.
"Ta..."
Kepala gadis yang sedang duduk bertelekan siku itu mendongak.
"Apa?"
"Ke perpustakaan yuk?"
Agatha menggeleng lesu, "Kalo ke kantin, gas lah."
"Bukannya Lo lagi diet ya, Ta?" tanya Delan heran.
Tak mau menjawab, Agatha bangkit dari duduknya.
Melihat suasana hati Agatha yang sedang tidak bersahabat, senyum jahil tiba-tiba terbit dari sudut bibir Arka. "Perasaan belom langsing-langsung amat, Ta. Kok udah berhenti aja dietnya?" Ia berlari agak bisa menjejeri langkah Agatha. Yang dikomentari hanya diam tak acuh.
"Lo kenapa sih sebenarnya, dari tadi diem aja. Kenapa, sariawan lagi Lo?" tebak Delan.
Agatha menggeleng.
"Atau... lupa sikat gigi ya tadi pagi?" Arka melirik.
Agatha lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya.
"Ck! sariawan bukan, lupa sikat gigi ngga, lalu?" arka menuntut penjelasan.
"Lalu lintas!" balas Agatha ketus.
Arka meringis.
Delan kembali bertanya dengan sabar. "Ta, Lo ini sebenarnya kenapa? lagi punya masalah ya?"
"Patah hati gue."
"Gara-gara si wafello kadar itu?" Arka tersenyum ditahan.
Agatha mengangguk. "Gila aja sih, ternyata dia udah punya cewek, temen SMA-nya dulu. Sekarang masih kuliah semester 7 di Jambi," sahutnya. "Mereka bahkan udah bertunangan Minggu kemarin."
Arka tergelak. Delan senyum-senyum sendiri.
"Kenapa malah pada girang begitu? seneng ya ngeliat gue patah hati?" Agatha mengernyitkan kening.
__ADS_1
"Ngga gitu juga Ta konsepnya, jangan salah paham dulu. Kita emang seneng, karena pada akhirnya Lo nyadar juga kalo tantangan yang Angel and the geng kasi itu ngga bermutu. Kita juga ngga seneng kok lihat Lo patah hati begini,"
"Tau Lo, suudzon mulu bawaannya," Arka menimpali.
"Jadi manjangin rambut dong, berarti?" lanjutnya.
Agatha mengangguk. "Mau gimana lagi?" lalu tertawa kecut.
Bibir mungil nya lalu bersenandung pelan. lagu milik Armada:
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia dengannya
Aku terluka
Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
Aku terluka
Melihat kau bermesraan dengannya
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia dengannya
Ku tak bahagia
Melihat kau bahagia
__ADS_1
Harusnya aku yang di sana
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa
Cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Arka tersenyum. Begitu pula Delan. Mereka tak protes lagi dengan nyanyian Agatha. Ya walaupun tetap tidak ada peningkatan tapi kali ini mereka ikhlas mendengarkan. Dengan senang hati malahan.
Akhirnya, teman mereka telah kembali ke wujud semula, apa adanya, dan jadi diri sendiri, meski tampilannya kini telah berubah. Jadi, sedikit lebih manis.
"Patah hatinya dalam banget ya, Ta?" tanya Arka penasaran.
"Ngga juga sih, Ya? Sebenernya gue ngga suka-suka amat sama Mas Rafaello." Agatha akhirnya berterus terang. " Ngga tau ya, perasaan gue tuh lebih cenderung ke kagum aja, bisa dibilang lebih ke nge-fans lah sama doi ketimbang suka."
"Oooo..." Arka dan Delan bersuara berbarengan.
"Sebenarnya ada sih, cowok yang lebih gue sukain." Paras Agatha bersemu ketika mengungkapkan isi hatinya.
"Hah?"
"Siapa?" tanya Arka dan Delan berbarengan lagi.
"Ada deh, kepo betul kek mak-mak kompleks. Hehehe...."
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!!
Jangan lupa like, koment, share, vote dan juga ratingnya ya bestie🙏🏻
__ADS_1