JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 62


__ADS_3

"Tapi itu pipinya merah banget, Mi." Tangan Arka menyentuh perlahan pipi sebelah kanan maminya yang berbekas merah. "Kalo ngga mau di kasi salep, Arka kompresin pake air dingin aja, ya?"


Maminya menarik cepat lengan Arka saat anak bujangnya akan beranjak.


"Ka, Mami bilang ngga usah! Mami beneran ngga apa-apa kok." Wanita paruh baya itu diam sejenak dan tersenyum paksa. "Mami bawain kamu oleh-oleh loh buat kamu, ambil ke kamar ya..." Katanya lalu merebahkan diri di sofa.


Tak ingin kehilangan waktu bersama sang mami, Arka pun memilih duduk bersimpuh, meraih kaki sang ibu. "Capek kan Mi? Siniin kakinya biar Arka pijit,"


Mami Arka langsung menarik kasar kakinya dan langsung berdiri. "Kamu kenapa jadi bandel gini sih, Ka? yang mami butuhkan saat ini adalah istirahat. Cuma itu. Tolong dong, jangan ganggu mami dulu ya..." katanya sebelum berlalu masuk ke dalam kamar.


Arka terpaku di tempat.


"Ganggu? begitu kah? setelah sekian lama berpisah, tidak ada sedikit rindu pun untuk dirinya? "


Arka ingin sekali menangis ketika melihat pintu yang dimasuki sang mami telah tertutup rapat, hatinya sendu. Ia begitu rindu pada sang mami, dia ingin bercerita tentang lelahnya ia menjalani hidup seorang diri, dia kecewa karena cemburu pada Agatha dan Delan, Ia juga iri pada kehidupan anak-anak seumurannya yang harmonis dengan kedua orang tuanya. Arka juga ingin bermanja-manja dengan maminya, mendengarkan cerita sang mami tentang kegiatan apa saja yang dilakukannya selama dinas pekerjaan.


"Den, sudah makan?" suara serak dari seseorang menyadarkan Arka. Pemuda itu sedikit berdeham untuk menghalau rasanya.

__ADS_1


"Saya ngga laper bik," balas Arka lalu bangkit dengan langkah gontai menuju kamarnya.


"Tapi bibik tadi masak ikan asam pedas kesukaan Den Arka loh, Bibik panasin bentar ya..." kesabaran wanita itu seakan itu pernah luntur untuk membujuk Arka.


"Ngga usah bik, saya ngga laper. Bibik tidur aja lagi, udah malam. Besok mesti bangun pagi juga kan?"


Tanpa sadar bik Arum menyeka dua butiran hangat yang menetes di pipinya, dengan punggung tangan yang makin lama makin keriput.


Sekitar pukul 02:00, dini hari. Arka terbangun dari tidurnya karena bermimpi buruk. Arka segera bangkit, ia sepertinya butuh udara segar. Lelaki itu membawa langkahnya menuju dapur tanpa menimbulkan suara. Gelap, sepi dan sunyi. Tampaknya semua orang tengah terlelap pulas.


Tepat ketika kakinya bergerak menuju lemari es besar berwarna putih di tengah-tengah dapur. Dalam kegelapan, sayup-sayup ia mendengar suara bisik-bisik. Arka merinding, suara yang terdengar itu seperti suara perempuan. Bulu-bulu halus di tubuhnya meremang.


Jantung Arka berdebar, suara bisikan itu begitu familiar baginya. Itu adalah maminya. Dalam sinar yang sangat temaram dari lampu kecil di sudut ruangan, ia bisa melihat bahwa jika sang mami kini sedang duduk berduaan dengan seorang pria. Yang pasti bukan Papinya. Karena Arka tahu betul jika saat ini papinya pasti sedang ketiduran setelah mengonsumsi obat penenang dan mengurung diri di kamar. Begitulah kegiatan sang papi akhir-akhir ini. Entah seberat apa bebannya hingga harus mengonsumsi obat penenang ketika hendak tidur.


Arka yang geram pun langsung menekan saklar yang berada tak jauh dari posisinya dan menyalakan seluruh lampu ruangan bawah. Tubuhnya melemas seketika, bibirnya mendadak kelu. Ia melihat dengan jelas bagaimana sang mami tengah asik bermanja dan bercumbu dengan seorang pria asing yang seumuran dengannya.


Mami Arka juga lelaki asing itu menoleh serempak.

__ADS_1


"Arka, sayang dengerin mami dulu sini, nak." kata mami Arka, ia berusaha menggapai pergelangan Arka namun langsung ditepis oleh sang anak.


Arka menggeleng samar, ia memandang nanar pada sang mami. "Arka, ngga nyangka mami bisa Setega ini sama papi,"


Mami Arka menangis, bingung harus mulai darimana menjelaskan. Tapi, Arka juga perlu tahu bahwa rumah tangga kedua orang tuanya memang sudah retak sejak lama dan tidak lagi bisa diperbaiki.


"Arka, dengerin mami dulu!" teriak mami Arka saat melihat tubuh sang anak berlari kencang menuju gerbang dan menghilang.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!

__ADS_1


jangan lupa like, koment, share, vote dan juga rating ya bestie๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ’œ


__ADS_2