JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 17


__ADS_3

Meski tergurat kecewa, tapi Puspita berusaha memaklumi sikap Delan selama ini. toh, ini kejadian bukan pertama kali diri nya di tolak secara halus oleh lelaki itu.


Puspita kemudian menarik nafas panjang demi mengurai rasa kecewa nya, lalu menghembus kan sedemikian rupa pelan nya.


"Iya, Lan. Ngga apa-apa kok. Sebaiknya memang aku tidak perlu merepotkan kalian, sayang sekali ya lomba nya di adakan di hari Senin besok." ucap nya menyesali keadaan yang tak mendukung.


suara nya seperti di tujukan pada diri sendiri.


"Ahh, iya Lan, ini aku ada bawakan sedikit makanan ringan untuk mengganjal lapar, semoga kamu suka ya, secara khusus aku membuatkan ini untuk kamu tadi."


Gadis itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas berwarna merah jambu nya, warna yang sudah bisa menjelaskan seberapa feminim nya seorang Puspita Cendrawasih.


sebuah kotak kue bergambar bunga mawar merah besar menyembul keluar dari dalam tas nya, ketika di buka. ternyata isi nya terdapat beberapa potong brownies coklat kesukaan Delan.


"Nah, ambilah.,!" ucap Puspita menawarkan brownies tersebut pada Delan dan Agatha.


"Makasih ya, Pit. tapi lain kali jangan suka bikin repot diri sendiri." kata Delan tanpa mencomot sepotong pun.


"Ngga apa-apa kok, Lan. aku senang bisa buatin brownies kesukaan kamu. di makan ya,."


"Gue belum laper, Pit. masih kenyang. tadi barusan makan mie ayam di kantin bareng Arka dan Agatha juga."


Puspita terpaku untuk beberapa detik di tempat nya berdiri. kepala nya yang di tumbuhi rambut panjang sepinggang itu menunduk.


meski sering kali di tolak, tapi kenapa rasa nya masih sama.? sama-sama sakit.


"Ohh, Gitu ya Lan. yaudah ngga apa-apa." ucap nya lirih namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh Agatha.

__ADS_1


Agatha yang menangkap ada sinyal kekecewaan yang terpancar dari raut wajah Puspita pun langsung cepat mengambil langkah, berinisiatif mandiri.


"Behhh.... brownies nya enak banget, Pit. kapan-kapan, boleh dong gue di ajarin cara buat nya. siapa tau kedepannya gue bisa jadi pebisnis kue kan.?"


meski tak pernah mendengar dan melihat dengan mata kepala langsung, Agatha tahu jelas bahwa gadis di depan nya kini sedang menaruh hati pada sahabat nya. oleh sebab itu, ketika melihat penolakan berulang yang Delan lakukan tangan Agatha bergerak cepat ke kotak kue yang Puspita bawa lalu memasukan sepotong kue ke dalam mulut nya.


Puspita yang sedari tadi diam menunduk, mengangkat kepalanya menatap Agatha. iya sedikit tersenyum melihat gaya makan Agatha yang kocak, sedikit berantakan untuk ukuran seorang gadis. pikir nya.


"Boleh, Ta. kalo kamu ada waktu, main aja ke rumah. nanti kita belajar sama-sama."


"Asiyapp... sama Delan juga ngga apa-apakan, Pit.?" tanya Agatha sembari melirik ke arah Delan yang masih saja sibuk mengetik di layar komputer, entah lah sedang mengerjakan apa padahal pekerjaan soal Mading sudah selesai dari tadi.


"Boleh, Ta." sahut Puspita antusias.


"Lan, ambil atuh. enak banget parah.!!! ntar nyesel loh..." Agatha masih berusaha untuk membuat Delan tertarik.


mata Puspita beralih, menatap Delan penuh pengharapan.


sekali lagi, Puspita kembali tertunduk. lesu.


"Mungkin,,. Delan nya sekarang masih kenyang. tapi, kalo di bungkusin untuk di makan nanti boleh kan, Ya.?" tanpa persetujuan Delan, Agatha langsung mengeluarkan beberapa helai tissue bersih dari kotak nya di atas meja.


gadis itu menggambil sepotong brownis yang hendak di bungkus, tapi di halangi oleh Puspita.


"Tunggu, Ta... tambahin lagi." ucap Puspita buru-buru memasukan 4 potong brownis lagi lalu membungkus nya dengan rapi.


Agatha lalu mengambil sebuah kantung plastik kecil transparan yang tersimpan di laci meja, memasukan bungkusan berisi brownies yang Puspita bawakan. dengan cepat membuka dan memasukkan nya lagi kedalam tas punggung Depan, tanpa sempat cowok itu melakukan penolakan terlebih dahulu.

__ADS_1


Delan mendelik galak ke arah Agatha, namun sang gadis justru bersikap cuek bebek. sungguh, sesama gadis Agatha tak tega melihat paras ayu di depannya harus menelan kekecewaan beruntun karena menyukai sahabat nya sendiri.


Puspita tersenyum riang, Delan hanya memandangi tas nya dalam diam. tidak mampu untuk berkata apa-apa lagi jika sudah tuan putri nya yang bertindak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!!


holla-holla hai bestie-bestie nya othor👋 selamat pagi. selamat weekend juga🥳 akhir pekan begini enak nya kita ngapain ya.?


gimana kabar nya.? aman.? semoga kita selalu di beri perlindungan ya, sehat-sehat terus Aminnnn.!!!

__ADS_1


jangan lupa like, vote, share dan koment karya othor ya😁🙏🏻 biar othor lebih semangat lagi berkarya.


terimakasih cinta, Love U All💜🤗


__ADS_2