JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 11


__ADS_3

"Tau ngga? hari ini tuh Gue udah bisa ngobrol banyak loh, sama Marina.!" Arka memberi tahu dengan gaya nya yang super Pede itu.


"Lo, seriusan sama si Marina.?" tanya Delan.


"Yah, begitulah kira-kira. Lagian, sayang kan punya wajah tamvan tidak di manfaatkan."


"Afahh iyahh.?" sahut Agatha


"Kamu nanya.? kamu bertanya-tanya.? Yaud..."


ucap Arka terpotong karna agatha sudah menutup mulutnya terlebih dahulu.


"ishh,,, jangan jargon yang itu dong. Kesel gue di buat nya, sumpah.!!" sungut Agatha dengan bibir manyun.


"Dihh, sape Lo.? lagian keren tau, itu kan masih viral-viral nya sekarang. Di kelas gue aja, presentasi nya pake itu slogan nya. Guru mapel nya biasa aja, malah ikut ngakak bareng kita semua. Lo kenapa sewot.?"


"Suka-suka gue lah,,," sahut Agatha tidak nyambung.


"Aneh,,, ga jelas Lo."


"Ohoo... liat aja ntar, bunda pasti masak yang enak-enak di rumah. Ngga bakal gue izinin Lo makan, liat aja." ancam Agatha.


"Eh,,, eh Ta. Jangan gitu dong, gue tadi cuma bercanda doang. Aelahh, biasa nya juga Lo ngga pernah pake hati bercanda nya." ujar Arka dengan tampang memelas lengkap dengan puppy eyes nya. Berharap Agatha tak serius dengan ucapannya barusan.


Membayang kan masakan bunda Nimas saja, cacing-cacing di dalam perut nya sudah berdemo dengan nyaring meminta untuk segera di isi. Bagaimana jika benar tidak di ijin kan untuk menikmati masakan bunda Nimas yang sudah terkenal dengan rasa nya yang melebihi masakan koki Restauran bintang lima.?


Tidak, Arka tidak mau melewatkan masakan bunda Nimas begitu saja,


"Ta,,," panggil Arka.

__ADS_1


"Agathhhaaa...."


"Agatha pramuwijaya...!!!"


Agatha terus berjalan mendahului ke dua sahabat nya yang masih tertinggal di belakang, tak menghiraukan Arka yang terus menerus meneriaki nama nya.


"Ga, ini ga boleh di biarin... sabar ya cing, Agatha ga Setega itu kok mau biarin kalian mati kelaparan di dalam sana." ucap Arka sambil mengelus secara berputar-putar ke arah perut nya yang sixpack.


Delan hanya tersenyum melihat kelakuan tom and Jerry di hadapannya.


Benar kata orang, dewasa bukan hanya perihal usia yang semakin bertambah tapi pola pikir juga mempengaruhi. Lihat saja bukti nyata di depannya, sudah kelas sebelas SMA, tapi kelakuan kedua nya tak ubah anak TK kemarin sore.


Selalu saja ada bahan yang menjadi soal untuk memulai keributan di antara ke dua nya.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua puluh menit di jalan, akhirnya mereka pun sampai di depan rumah bercat biru kalem.


Tanpa merasa sungkan sedikit pun, ketiga nya dengan langkah pasti memasuki pekarangan rumah minimalis nan teduh itu. Beraneka ragam tanaman hias terlihat tumbuh indah, subur dan sangat terawat yang pertama kali menyambut hadir nya ketiga remaja abu-abu itu.


Tak lama setelah Agatha membuka pagar, Arka langsung menerobos masuk. Tapi baru beberapa langkah di dalam, langkah Arka terhenti.


"Eh,,eh. Mau ngapain Lo.?" tanya Agatha sangar. kemudian menarik paksa Arka untuk mundur.


"Ya mau makan lah, Ta. Bunda pasti udah masak banyak kan hari ini.?" tanya Arka dengan raut wajah seperti memikirkan sesuatu.


"Enak aja, emang gue ngizinin Lo buat masuk.? di undang juga ngga, nyelonong aja."


"Ehh,,,, Ta. Udah atuh, biasa nya juga Lo fine-fine aja." mohon Arka.


"Ga ada, bodo amat. mau Lo bercanda kek, mau Lo serius juga gue ga perduli."

__ADS_1


dengan gaya slenge'an nya, Arka masuk langsung menggelontorkan tubuh jangkung nya di lantai teras. Tiduran dengan posisi tengkurap.


"Dasar Sableng, udah ga di izinin masuk tetep aja Keukeh." ujar Agatha sinis


"Udah sih Ta, biarin aja. Tadi Lo juga bercanda, Arka nya fine-fine aja." ucap Delan berusaha menengahi.


Agatha mendelik tak suka ke arah Delan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.!!!


Holla bestie-bestie othor, maaf ya semalam gagal double up🙏🏻 ada beberapa kendala di real life nya othor sehingga ga sempat nulis lagi.


Jangan kecewa terus unfav ya😅

__ADS_1


Jangan bosen untuk like, koment, vote dan share karya othor ya🤗


love U All💜🥰


__ADS_2