
Di dalam kamar.
Seorang gadis remaja sedang terbaring merenungkan di atas kasurnya dengan posisi terlentang. Matanya yang kosong terus menatap plafon kamar yang sebenarnya tidak memiliki keindahan apapun untuk terus diperhatikan dalam waktu lama.
"Arghhh!!!" Jeritnya karena sudah lelah memendam amarah terlalu lama.
"Kenapa gue bisa bego banget sih? aturan tadi telpon bik situ dulu, kalau tau mereka hari ini pada balik dari perjalanan bisnis, ogah gue balik ke tempat yang notabene nya adalah rumah tapi berasa hidup di neraka." Decak kesal pun terdengar dari bibir ranumnya gadis itu.
Plakkk.!!!
Tiba-tiba terdengar suara tamparan keras dari bawah yang di sambung dengan pekikan nyaring perempuan membuat dadanya berdesir hebat.
Awalnya gadis cantik dengan rambut sebahu itu bersikap acuh dan tidak mau perduli dengan apapun yang terjadi di ruang tamu tersebut, karena merasa sudah biasa bagi nya untuk mendengar bahkan melihat pertengkaran semacam itu di dalam rumah ini.
Tapi saat ayah nya berulang kali menyebutkan nama seorang lelaki yang tidak diketahui itu siapa semakin membuat hatinya terenyuh, rasanya seperti di cabik habis.
Mereka sudah keterlaluan, Freya tidak sanggup lagi. Cukup sudah ia merasa sakit karena kurangnya kasih sayang dan di abaikan, jangan lagi di tambah dengan luka baru karena ada orang ketiga di antara kedua nya.
Niat hati untuk segera rebahan di kasur queen size miliknya untuk mengurai rasa lelah yang mendera sejak siang tadi pun urung ia lakukan. Gadis itu justru meraih ponselnya yang menganggur di atas nakas dan mendial nomor seseorang dari aplikasi hijau miliknya.
"Halo, Fre?" Suara feminim seseorang di seberang sana menyapa dengan lembut.
"Jemput gue, Mel!" Pintanya sedikit merengek.
"Sekarang?"
__ADS_1
"Iya, cepetan ya."
"Posisi?"
"Rumah, yang di jalan beo nomor 38. Ya,"
"Oke, gue otw sekarang." Sahut orang yang di sapa Mel itu dari seberang sana. Entah akan di bawa kemana mana malam ini Freya tidak perduli, yang penting ia tidak mendengar suara-suara lucknut itu menggema lagi di telinga nya.
Lama menunggu akhirnya terdengar bel rumah berbunyi sebanyak dua kali, Freya langsung menyibak tirai jendela kamarnya untuk melihat siapa yang datang.
Di balik jendela kamarnya Freya dapat melihat ada sebuah mobil mercy C200 terparkir rapi di depan pekarangan rumahnya.
"Sepertinya itu dia," Gumamnya pelan. Agak ragu memang, pasalnya warna dan jenis mobil Mella ( sahabat nya dari sekolah 5 SILA ) bukan seperti ini, atau Mella sudah mengganti mobil nya, mungkin?
Terserah saja, asalkan ia bisa melupakan pikirannya yang sedang kalut saat ini. Freya dengan tangkas langsung memasukan dompet dan juga ponselnya kedalam Aling bag miliknya.
Belum sempat tangannya menyentuh gagang pintu, suara Alasaki sudah menggema di setiap sudut ruangan saking kerasnya lelaki paruh baya itu berteriak.
"Mau kemana lagi kamu Freya? Ini sudah sangat larut untuk anak perempuan keluyuran, dan astaga! Pakaian apa yang sedang kamu kenakan itu?" Tegur Alasaki kepada anak semata wayang nya itu.
Malam ini Freya terlihat sangat sexy. Tubuh ringkih nya di balut oleh oleh jaket kulit crop di padankan dengan crop tee dan rok hitam span sebatas paha yang membiarkan kaki jenjangnya terekspos sangat nyata. Di lengkapi dengan sepatu berwarna senada sangat mendukung gaya casual yang modern.
"Bukan urusan anda!" Balasnya yang terkesan dingin namun masih pada intonasi standar. Tidak tinggi dan tidak mengeram. Bagaimana pun mereka, Freya masih sadar akan pentingnya ber tata Krama dan sopan santun terhadap orang tua.
Hanya saja, untuk tunduk dan hormat Freya tidak bisa lagi melakukannya lantaran sakit hati dan kecewa mendalam yang di derita selama ini kepada kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
"Freya!! Jaga bicara mu, Saya ayah kamu kalau lupa," Murka Alasaki hendak menghampiri Freya yang masih berdiri di ambang pintu dengan posisi membelakanginya.
"Sudah, mas" Ujar Kirana mendekat dan mengusap lembut bahu suaminya agar tenang dan tidak terbawa emosi.
Freya menatap Alasaki dan Kirana bergantian sambil tertawa miris, sebenarnya ada apa dengan mereka ini? tadi ribut bukan main hanya karna seseorang yang tidak jelas asal usulnya, kini dalam hitungan detik sudah berbaikan kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Sayang nya saya tidak perduli," Setelah mengatakan itu semua Freya langsung melenggang pergi keluar rumah dan menemui Mella, gadis yang berpenampilan berantakan dengan gaya slengekan sedang duduk di meja teras rumah.
"Sorry ya Mel, lama."
"Aman lah, Kita berangkat!"
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, share, rating dan juga Vote nya ya bestie🥰💜