JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 38


__ADS_3

Sepuluh menit telah berlalu, tapi Agatha masih berdiam di tempatnya semula, sedang berjuang untuk mendapatkan jambu incarannya. Arka yang sudah sangat kehausan tanpa sengaja melihat kelakuan Agatha.


"Tingkah Lo kenapa gemesin banget sih, Ta? kalo gini terus gue takut khilaf dan lupain janji yang udah kita jalanin sedari dulu," gumam Arka lirih.


Sadar akan apa yang abru saja ia ucap, Arka geleng-geleng kepala.


"Ngga ada musik, ngga ada DJ, ngapain lu geleng-geleng, Ka? ngeri tau!" Tanya Victor, teman satu tim basket Arka.


"Ngga ada," balas Arka kemudian.


"Mana nih, katanya Lo mau beliin kita minuman?" tanya teman Arka yang lain.


"Tunggu dulu, masih dipesan sama Agatha,"


Satu menit


Dua menit


Tiga menit


belum ada tanda-tanda Agatha akan beranjak dari sana. Akhirnya dengan gemas Arka berteriak dengan nyaring, dari tengah lapangan.


"TA.... MINUMAN GUE MANA WOIII?"


Agatha yang tengah fokus menyodok jambu nya pun terlonjak kaget mendengar teriakan Arka yang begitu nyaring. Bersamaan dengan itu didikannya tepat mengenai sasaran. Dan sebuah tragedi kecil yang sungguh memalukan pun terjadi, dan tak sempat terelakan lagi.


Jambu biji itu meluncur dengan cepat, dan jatuh ditengah-tengah kepala Agatha.


Glutak... dugh!


Masih di tambah pula dengan jatuhnya batang bambu, untungnya hanya sempat menyerempet bahu kanannya saja.


"AWWW!"


"Adohh... Sakit banget pala gue, anjir!" Pekikan nyaring terdengar.


Bukannya menolong, cowok-cowok yang ada di tengah lapangan yang melihat kejadian itu malah terpingkal-pingkal mentertawakan nasib naas Agatha. Semua orang mentertawakan Agatha, termasuk Arka.


Agatha meringis kesakitan. Wajahnya menghangat, luar biasa malu sekaligus kesal. Gadis itu berulang kali mengusap kepalanya yang terasa berdenyut-denyut. Tatapan matanya kemudian beralih ke lapangan. Dengan galak, dipelototinya cowok-cowok tersebut satu per satu.


Bukannya mereda, tawa mereka malah semakin menjadi-jadi. Mata Agatha lalu terarah ke satu titik, yaitu Arka. Dilihatnya cowok itu sudah tak lagi tertawa seperti yang lain.

__ADS_1


Dengan gerakan tangan, Arka memberi isyarat kepada Agatha untuk segera berlalu dari sana, dan melanjutkan tujuannya membelikan minuman buat dirinya dan juga yang lain.


"BELI AJA SENDIRI!" ujar Agatha ketus.


"Eh, Ta!!!"


Sebelum berbalik, Agatha menatap Arka dengan garang, seakan ingin menelannya hidup-hidup, lalu beralih ke cowok-cowok lain yang masih saja ketawa-ketiwi. Agatha menarik nafas dan menahannya cukup lama di dada sebelum menghembuskan nya kasar.


Ingin rasanya ia menjitak kepala mereka satu per satu. Sekeras-kerasnya. Kalau bisa sampai benjol seperti dirinya agar mereka merasakan sakitnya di timpuk jambu.


Dengan penuh emosi, Agatha segera memungut tasnya dan berlari meninggalkan lapangan.


"Lu pada bisa diem ngga woiii?" Teriak Arka pada teman-teman setim nya ketika melihat Agatha berlalu darinya dengan wajah ditekuk masam.


Kontan saja para lelaki tersebut diam mematung.


"TAAA..." ujar Arka memanggil.


"AGATHAAA...."


"BODO AMAT!!" sudah terlanjur sakit hati, Agatha tak mau menoleh sedikitpun. Wajahnya sudah Semerah tomat sekarang, Agatha terus berlari sambil menunduk dalam, berusaha menyembunyikan wajahnya.


Saat berbelok, tanpa disadari tubuhnya menabrak seseorang.


"Ta, kepala kamu pasti sakit banget ya, rasanya?" Doni. Berdiri manis, menatap Agatha penuh sejuta arti.


"Bahu kamu juga, hmm?"


Seketika wajah agatha berubah, yang tadi berwarna semerah tomat, kini berubah menjadi pucat pasi. Emosinya kini naik sampai ke ubun-ubun. Kehadiran Doni malah membuat rasa kesalnya terhadap Arka semakin bertambah.


"Hatt...chiii!" Ngga usah, Don! Hatt...chii!!"


ia menghindar cepat saat Doni mengulurkan tangannya, hendak menyentuh kepalanya. Terlambat, gerakan Doni ternyata lebih cepat. Meski gagal menyentuh kepala, pergelangan tangan Agatha kini berada dalam genggamannya.


"Lepasin tangan gue, Don!" Agatha meronta-ronta.


"Don, tolong lepasin!"


"Tenang, Ta. Aku ngga bakal nyakitin kamu, kok? Aku hanya ingin memastikan satu hal, dan aku akan melepaskannya setelah ini."


"Mau mastiin apaan? lepasin dulu, Don! gue ngerasa ngga nyaman..." Agatha merasakan cemas yang luar biasa.

__ADS_1


"Aku bakal lepasin, asalkan..." ucapnya menjeda.


"Kamu jawab dulu pertanyaan ku..."


"oh, ternyata hanya bertanya, kirainn..." batin Agatha.


Eit, jangan lega dulu. Pertanyaan apa dulu? otak minimalis milik Agatha sedang sibuk menerka-nerka pertanyaan apa yang akan Doni lontarkan.


Genggaman Doni semakin mengencang. Agatha ingin menjerit meminta tolong tapi malu. Takut menjadi bahan gosip seperti dulu lagi. Agatha lantas menarik nafas dalam-dalam, mencoba berpikir lebih tenang.


"Oke, gue kasi waktu lima menit. Silahkan, Don! Lo mau bertanya tentang apa?" Agatha memberanikan diri untuk menatap mata Doni secara langsung.


"Kamu, apakah benar sudah punya pacar? dan orang itu adalah Delan, teman kamu sendiri?" Mata Doni menajam, berusaha menembus ke dasar hati Agatha.


Rasanya ia ingin sekali mendengarkan agatha membantah dan mengatakan tidak pada pertanyaannya barusan. Seandainya itu terjadi, Doni berencana memberi Arka dan Delan pelajaran.


"Hatchiii..." Agatha tercengang luar biasa. Tapi hanya beberapa detik saja. Otaknya langsung bekerja. Gadis itu menduga jika apa yang dikatakan Doni barusan adalah usaha Arka dan Delan untuk melindunginya, dari gaungan cowok seperti Doni ini.


Dengan lembut dan tegas Agatha menjawab, "Kalo emang bener begitu adanya, Lo mau apa?"


Perlahan, genggaman tangan Doni melemah, lalu kemudian terlepas. Tatapan yang semula tajam itu berubah, Kuyu, sendu, dan lirih. Melihat penampilan Doni menjadi sedih begini, sebenarnya Agatha juga tidak tega, juga ia merasa bersalah karena telah membodohi Doni dengan cara berbohong, tapi ia tidak punya pilihan lain. Yang penting baginya saat ini adalah bisa secepatnya lepas dari jangkauan Doni.


Doni langsung memutarbalikkan badannya, melangkah dengan gontai meninggalkan Agatha, tanpa sepatah kata pun yang terucap.


"Maafin gue, Don!" bisik Agatha dalam hati.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Wah, si Doni jadi sad boy kedua setelah fajar nih🤭 kira-kira bakal berapa lama Doni bisa move on dari Agatha ya ges?


oh iya, selamat hari natal dan tahun baru ya, buat yang merayakan🥳 othor ucapkan mohon maaf lahir dan batin dari hati yang paling dalam. Semoga kedepannya kita bisa sama-sama menjadi individu yang lebih baik lagi, amin🙏🏻

__ADS_1


Ritualnya seperti biasa ya bestie🤗 jangan lupa like, koment, share, boring dan juga rating karya othor👌


Love U all🥰


__ADS_2