JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 60


__ADS_3

"Anggap aja minuman ini sebagai salam perkenalan, Kenalin, nama gue Zaros." Kata pemuda yang duduk di samping Arka sambil mengulurkan tangannya minta di jabat kembali.


Arka tak segera menyambut uluran tangannya.


"Gue cuma pengen nambah relasi aja sih, makanya ngajakin Lo kenalan. Lagian gue perhatian, sepertinya Lo lagi ada masalahkan, ya?"


"Sotoy banget Lo, but. Gue kasi nilai 100 buat Lo karna berhasil nebak perasaan gue,"


Zaros tertawa kecil melihat Arka yang sudah mau meresponnya.


"Nya the way, tahu dari mana Lo kalau gue sedang ada masalah?" tanya Arka penasaran.


Zaros menenggak segelas minumannya tadi sebelum menjawab, "mata Lo yang ngomong."


Arka tersentak, merasa keren dengan orang yang berada di depannya karena berhasil menebak perasaan seseorang hanya dari matanya.


"Hahaha... Biasa aja dong mukanya. Ngga usah heran gitu, gue juga pernah kok ngalamin apa yang lagi Lo rasain saat ini." katanya penuh simpati.


Arka memandangi Zaros dan gelas di depannya bergantian, dan ikutan meminum isi gelas yang diberikan lalu menerima jabatan tangannya, "Arka."


"SIAPA?" tanya Zaros karena gumaman Arka terdengar tidak jelas.


"ARKA!!" Ulang Arka sedikit berteriak, "LENGKAPNYA ARKANANTA RAHARDIAN!"


"Oke-oke," Zaros mengangguk-anggukan kepalanya, lalu mengacungkan kedua ibu jarinya ke atas, "Nama Lo keren, gue suka."


Arka tertawa lebar. Bayangan pemuda d depannya semakin mengabur dari pandangannya. Arka tidak mendengar apalagi melihat sekitaran setelah menenggak minuman yang Zaros berikan. Entah karena sudah terlalu banyak minum atau ada sesuatu di dalamnya. Arka tak ambil pusing.


Dua jam kemudian.

__ADS_1


"Woii, bangun Ka. Bangun!!" Arka merasa tubuhnya terguncang keras karena tepukan seseorang pada bahunya, dengan malas ia membuka kelopak matanya yang masih terasa sangat berat.


"Kenapa?"


"Bar nya udah mau tutup, Lo ngga pulang?"


Arka menggeleng keras. "Siapa Lo?" tanyanya


"Aelah, baru juga beberapa jam yang lalu kita kenalan dah lupa bae. Gue Zaros, Z-A-R-O-S" ejanya bak tengah mengajari anak SD membaca.


"Ohh..." balas Arka singkat.


"Ah oh bae hidup Lo, pulang sono. Tempatnya bentar lagi tutup nih,"


"Cih! Berisik banget Lo sumpah. Lagian siapa yang mengharuskan gue pulang?" Arka tertawa ngakak dengan kalimat terakhirnya.


"Gue males pulang, gue benci mereka! mereka sama sekali ngga pernah ngertiin perasaan gue," Arka mengangkat tubuhnya, limbung. Nyaris saja jatuh ke lantai andai Zaros tak segera memegangi tubuhnya, menahan agar tetap tegak di tempat.


"Tapi tempat ini udah mau tutup, Bro. Lo ngga bisa di sini terus,"


"Begitu ya?"


"Iya,"


"Tau lah, gelap."


"Kalo Lo ngga mau pulang, gimana kalo ketempat gue aja dulu? kebetulan nanti sore anak-anak bakal ngadain party." tawar Zaros.


Arka diam sebentar, nampak bingung untuk menjawab.

__ADS_1


"Bolehlah..." katanya kemudian.


Zaros tersenyum.


"Party apaan? ada yang ultah? atau reuni akbar?"


Zaros tertawa geli cukup lama. "Bukan, nanti juga Lo bakal tahu, yang pasti pesta yang anak-anak buat itu sesuatu yang bisa ngilangin stress, bisa ngebuat kita lupa akan masalah yang lagi kita rasain," katanya berbisik di telinga Arka.


Arka hanya mengangguk-anggukan kepala seperti burung kutilang. Jika memang benar demikian, tak ada salahnya mencoba kan? pikirnya.


"Gimana?" tanya Zaros.


"Boleh juga, gue ikut sama Lo aja." katanya pasrah saat tubuhnya mulai di seret keluar dari Bar oleh dua irang teman Zaros yang entah sejak kapan sudah ada di sana.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, rate dan juga vote nya besti๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ’œ

__ADS_1


__ADS_2