
Mendapat tatapan mematikan dari Agatha, seketika nyali nya menciut. Delan lebih memilih untuk berdiam diri sejenak. Sedikit menepi akan memakmurkan kesehatan jantung dan kesejahteraan perut pikir nya.
Agatha mengucap salam dengan suara nyaring, tak lama pintu terbuka lebar. Sesosok lelaki tampan bersahaja di umur nya yang sudah hampir mencapai setengah abad itu tersenyum menatap bergantian pada ketiga tamu nya.
"Kamu tuh dek, kebiasaan banget kalo pulang sekolah selalu teriak-teriak." ucap ayah Agatha sambil geleng-geleng melihat kelakuan putri bungsu kesayangan nya ini.
"Tau tuh, udah seperti orang Hutan aja, teriak-teriak terus." timpal seseorang dari balik pintu, di mana sang ayah tadi muncul. Seorang lelaki yang memiliki mata persis seperti Agatha sedang berdiri dengan ke dua tangan nya bersedekap di depan dada.
"Eh,, ada Abang, bang Dika kapan pulang nya bang.?" ucap Agatha mengalihkan pembicaraan.
"kapan pulang, kapan pulang. memang nya selama ini Abang kemana.?" balas Mahardika, kakak kedua Agatha sewot.
Agatha hanya bisa nyengir kuda,
"Selamat siang Om, Mas." sapa Delan sopan, lalu menunduk untuk meraih kemudian mencium punggung tangan ke dua lelaki berbeda generasi di depannya.
"Eh,,, ada Delan juga ternyata. Maaf ya, Om ga perhatiin kalo ada kamu." sapa lelaki separuh baya itu dengan senyum menawan menghias wajah renta nya.
"Tumben, cuma Lo berdua yang Dateng, si bocah sok kegantengan satu lagi kemana dia.?" tanya Mahardika celingak-celinguk mencari seseorang.
"Hadirrr...." merasa diri nya terpanggil, Arka menyahut dengan suara serak nya.
Mahardika berjingkrak kaget mendengar suara Arka namun tak melihat rupanya, namun hanya sebentar. Sebab Agatha memberi kode dengan lirikan mata nya pada Arka yang sedang merebahkan diri di bawah dekat meja santai depan teras rumah nya.
"Eh, Astagfirullah,,, Lo ngapain rebahan di bawah sono cil.? bikin kaget gue bae Lo."
"Hehehe...."
"Ini pada kenapa sih rame-rame di luar.?" ucap seorang wanita dari dalam rumah, keluar sambil mencepol asal rambut panjang hitam legam milik nya ke atas sehingga menampilkan kulit leher nya yang putih mulus bak air susu.
"Selamat siang Bunda,,," Koor Agatha dan Delan kompak.
"Oalahhh, anak bunda udah pulang toh."
Agatha langsung meraih punggung tangan bunda Nimas, mencium tangan wanita yang terlihat masih cantik meski umur nya tak lagi muda.
Bunda Nimas membalas dengan memberi kecupan sayang di pipi chubby kiri dan kanan juga kening milik Agatha.
__ADS_1
"Bunda hari ini masak enak kan.? iyalah enak, bunda nya Agatha gitu loh." ucap Agatha menjawab sendiri pertanyaannya.
"Bunda Agatha, Bunda Agatha.. Enak aja bunda Lo doang, Bunda mas Esa sama Abang Dika juga ya bunda." sahut sang kakak tak terima jika bunda mereka di klaim hanya milik seorang saja.
"Udah,,,udah... iya bunda masak enak kok hari ini."
Agatha mencibir kemenangan yang di balas pelototan tajam andalan Mahardika.
"Bunda masak apa hari ini.?" tanya Agatha mengalihkan keadaan
Bibir bunda Nimas langsung tertarik ke samping, tersenyum lebar. Mendengar pertanyaan to the poin yang sang putri kesayangan nya lontarkan.
Namun tak lama setelahnya, senyum yang semula sangat lebar menghias wajah renta nya langsung meredup. Berganti dengan wajah penuh rasa cemas dan khawatir kala menatap sesosok tubuh jangkung yang sedang terbaring tengkurap di teras rumah nya.
"Arka kenapa.? apa yang terjadi sama anak nakal ini.?" tanya bunda Nimas super cemas, terus bergerak mengamati tubuh Arka.
Arka yang mendengar pertanyaan bunda Nimas spontan langsung membuka mata nya dan duduk. menyeringai sangat lebar.
Bunda Agatha menghela nafas sangat lega.
"Bunda kirain kamu kenapa-kenapa Ka,..." katanya geli.
Agatha terkekeh, menyahut sang bunda.
"Arka ga kenapa-kenapa kok bunda... dia cuma lagi kecapekan aja soalnya dia lagi mendalami peran nya sebagai "Rakyat jelata."
"Rakyat jelata?" tanya bunda Nimas bingung.
"Iya Bun, Arka lagi ikut syuting sinetron, nah perannya sebagai rakjel alias rakyat jelata gitu." Agatha buru-buru menjelaskan.
Delan terkekeh kecil mendengar penjelasan Agatha barusan, sedangkan Arka mata nya sudah melotot dengan sempurna menatap Agatha yang sedang membuang muka ke arah lain setelah menyampaikan berita hoax tentang dirinya.
"Buk..."
"Keren juga Lo cill,,, ganteng kaga seberapa tapi jadi aktor Bae." belum sempat Arka menyelesaikan kalimat nya sudah di potong lebih dulu oleh Dika.
"Itu buk..."
__ADS_1
Lagi, lagi dan lagi ucapannya terpaksa terhenti di udara karena bunda Agatha sudah memotong ucapannya terlebih dahulu.
"Wihhh,,, keren juga kamu Ka. Jangan lupa undang bunda juga yah buat tampil di tv kalo kamu udah jadi aktor terkenal. Bilangin, ini bunda nya Agatha gitu. Tenang aja, nanti bunda bakalan sewa MUA terkenal, biar ga malu-malu in pas tampil bareng kamu."
Kedua sudut bibir mama Agatha bergerak ke samping membentuk busur sembilan puluh derajat. tersenyum.
Mata nya berbinar ramah, menciptakan air muka yang enak di pandang. Menenangkan setiap hati yang melihat nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Holla bestie-bestie, masih aman.? semoga sehat selalu ya di mana pun kalian berada. Di tempat othor lagi musim pancaroba sekarang, suka tiba-tiba hujan, terus panas lagi.
Othor boleh absen ga, viewers nya bang Arka dari mana aja.? siapa tau kita tetanggaan kan.? kasi tau di kolom komentar ya.
__ADS_1
Oya, jangan lupa buat like, koment, vote dan share juga yaππ»
love U allπ₯°π€π