JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 22


__ADS_3

Masalah tentang Doni sudah selesai, berkat trik yang Delan lakukan lelaki bertubuh bongsor nan semerbak itu tidak pernah menggangu Agatha lagi.


meski begitu, tak seketika membuat rasa kesal dan gemas di hati Agata mereda terhadap kegilaan Arka kali ini. gadis itu masih marah dan selalu menghindar tak tenang setiap kali bertemu baik secara tak sengaja mau pun sengaja dengan Arka.


ia selalu berhasil di beberapa cara dalam menghindari Arka. misalnya, tak mau menjawab telvon masuk saat tau yang menghubunginya itu adalah sahabat masa kecil nya.


karena biasa nya selalu bertiga, Delan merasa kesepian jika sedang berdua saja bersama Arka. ia jadi merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini, ingin bertemu dan menemani Agatha pun dirinya tidak bisa karena Arka.


sungguh, Delan merindukan suasana kemarin-kemarin saat formasi mereka masih lengkap. bermain atau bahkan sekedar berkumpul biasa bersama Arka dan Agatha untuk membahas hal-hal unfaedah lainnya.


tapi sayang, meski sudah di bujuk dengan poster Kim Seok Jin, salah satu personel Boy Band asal Korea Selatan itu pun tidak mempan. Agatha masih belum mau memaafkan Arka.


"Lan, gue harus gimana lagi dong sekarang.?" keluh Arka putus asa saat di jam istirahat.


"Jujur, gue kangen sama Agatha, Lan. kangen dengan ocehan receh nya, kangen sama jahil nya dia juga."


Delan manggut-manggut sembari ikut sibuk memikirkan cara apalagi yang harus mereka gunakan untuk membujuk Agatha agar mau berbaikan dan kembali seperti semula.


disela otak nya berpikir, mata nya malah salah fokus pada lumpur di sepatu nya. di sana terdapat warna kecoklatan yang berasal dari tanah becek di jalan dekat rumah, akibat guyuran hujan lebat melanda tadi malam.


"Ka... gue tau solusi nya." ucap Delan kemudian.


"Gimana Lann,, apa cara nya.?" tanya Arka antusias.


"Lo, udah coba bujukin si Agatha pake coklat belum.?"


mata Arka seketika berbinar mendengar saran yang belum pernah dirinya pikirkan sebelumnya. lelaki muda itu pun menjentikkan jari jempol dan tengah nya dengan riang.


"Aduhhh ege, kenapa ngga kepikiran sama itu benda dari kemarin-kemarin. Kuy lah, kita ke kantin sekarang juga, Lan."


Di kantin


"Buk, beli coklat nya 10 yah,. sekalian tolong di bungkusin yang cantik." pinta Arka pada si penjaga kantin bagian ciki-ciki dan Snack lainnya.


"Siap den," sahut ibu penjaga kantin dan tersenyum ramah menerima pesanan Arka barusan.


sepuluh menit kemudian, pesanan coklat Arka tiba. sesuai dengan keinginan.


setelah membayar, Arka dan Delan kembali ke kelas. tapi kali ini destinasi tujuannya bukan kelas masing-masing, melainkan kelas Agatha.


masih tersisa kurang lebih Lima belas menit lagi untuk waktu istirahat berakhir.

__ADS_1


"Ehh kiting, pinjem buku sama pena Lo bentar dong." ujar Arka sembari merebut buku dan pena yang sedang gadis ayu berambut keriting mekar itu gunakan untuk menyalin catatan.


"Udah minjem, ngatain lagi. setidak nya modal bang,,. sok-sok an mo romantisan, pena aja masih minjem."


jleb.!!


Arka merasa jantung nya seperti di hujani oleh ribuan paku, niat hati ingin berbaikan malah mendapat musuh baru karena mulut lancang nya ini.


Delan hanya mampu menggelengkan kepala nya sambil tertawa ketika melihat Reaksi yang Arka berikan.


"Ehh,.. kiting, asal Lo tahu ya, kalo gue mau, gue bisa beli pabrik pena nya sekalian. tapi gue balik mikir lagi, tar kalo semua toko pena dan buku gue borong semua nya, Lo pada mau nulis pake apa.? batu kali.? kan ngga mungkin," sahut Arka.


"Dihh,,.. sombong sekali wahai engkau tuan muda." sindir gadis berambut keriting itu pada Arka sekali lagi.


"Buk-~"


"Udahh Ka, waktu kita ngga banyak. buruan tulisin apa yang mau Lo sampein ke dia." potong Delan saat melihat sahabat nya itu hendak berucap.


Arka bergegas menulis ungkapan kerinduannya yang paling dalam pada sahabat nya itu, kemudian menaruh catatan kecil di sampul awal bingkisan.


"Noh, gue balikin." ujar Arka sembari mengembalikan pena dan buku milik si gadis rambut keriting.


"Iya, sama-sama." balas Arka santai.


"Yah, si ogeb. aturan nya Lo yang berterima kasih sama itu cewek,."


"Udah sih, Ka. ribet banget. besok gue ganti setruk pena nya kalo perlu."


"Ckck..." Delan merdecak kesal mendengar jawaban yang kelewat santuii dari bibir tebal Arka barusan.


di jalan saat hendak kembali, Arka dan juga Delan berpapasan di pintu masuk dengan Agatha.


wajah yang tadi sangat cerah berubah menjadi masam ketika dirinya melihat sosok lelaki muda berparas tampan di depannya.


"Haii, Ta. habis dari mana aja Lo.?" ucap Delan berusaha memecahkan keheningan.


"Bukan urusan Lo, mendingan Lo pada balik ke kelas masing-masing dan jangan gangguin jalan masuk orang lain dengan berdiri di depan pintu begini." Agatha mengibas-ngibaskan kedua tangannya di udara meminta jarak.


Arka bergerak maju, di ikuti Delan di belakang nya. dan keluar dari kelas sang sahabat. biar lah, untuk saat ini mereka masih mengalah.


sesampainya di kursi kebesaran miliknya, mata Agatha membelalak lebar saat dirinya mendapati isi tas nya. ada beberapa batang coklat silverqueen di ikat manis dengan pita berwarna pink lembut.

__ADS_1


setelah di hitung, ternyata jumlah nya ada sepuluh. Agatha terkikis geli ketika membaca secarik kertas dengan tulisan jelek yang sangat di kenal nya tersemat di sampul awal bingkisan.


ini bukan sogokan loh, Ya.!


tapi diem Lo bener-bener buat gue galau, Ta.


Lo berhasil nyiksa gue secara lahir dan bathin🤧.!!!


i'm so sorry, please to forgive me....


i Miss you so much.!!!


kita berdamai ya, Ta.


gue kangen pengen main bareng lagi...


Agatha lantas mengambil ponsel dari saku celana nya dan mengirim pesan melalui aplikasi hijau miliknya.


"Maaf di terima, makasih coklat nya..."


send..


pesan terkirim dan langsung centang dua biru.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


selamat pagi bestie💃


jangan lupa like, koment, vote dan share karya othor sebanyak-banyak nya ya🥰


love U all💜✨

__ADS_1


__ADS_2