
Arka berjalan cepat menuju kelas Delan. langkah kaki nya tergesa-gesa bahkan tubuh jangkung nya sempat beberapa kali bertabrakan dengan siswa lain nya yang sedang melintas.
"Agatha gimana kabar nya? hari dia masuk sekolah ga?" tanya nya to the point begitu melihat sosok Delan yang tengah bersiap-siap hendak bangkit dari bangku nya.
"Setelah gue bujuk pake lightstick dan poster salah satu member BTS kemarin, katanya sih, hari ini dia mau masuk sekolah lagi, Ka."
"Syukur deh, Kalo gitu." sahut Arka, lelaki itu tampak menghela nafas lega mendengar penuturan sahabat nya barusan.
"Ya udah, kuy, ke kelasnya Agatha.!"
"Jangan dulu,.!" cegah Delan menahan lengan bagian sebelah kiri Arka. tatapannya memelas, mirip seperti anak itik yang meminta untuk di kasihani.
"Lah, kenapa.?" tanya Arka bingung.
"Buruan Lan, bentar lagi waktu istirahat nya habis." desak Arka sedikit geram melihat sikap Delan siang ini. lelaki yang terkenal cool dan bodo amat itu terlihat mengenaskan.
Mata hitam khas anak panda menghias wajah tampan nya, rambut nya terlihat kusut seperti orang yang tidak pernah menyisir selama sebulan.
"Bantuin Gue nyari lightstick sama poster BTS, Ka. hari ini wajib dapet pokoknya, ato kalo Ngga, Agatha bakal lebih ngamuk lagi sama kita."
"Cari ya tinggal cari Lan, apa susah nya sih.? cek out aja di toko oren. tar gue yang bayar."
Arka hendak melangkah kan kaki nya menuju kelas Agatha, namun tertahan.
"Aga mau nya yang ori ege, langsung dari Korea nya. kalo di toko oren dia mau mah, gue juga ga bakalan pusing sampe tujuh keliling begini Ka."
"Terus?" Arka mengangkat sebelah alisnya tinggi.
"Kamu nanyeak.?" balas Delan ketus.
"Dih, kok Lo jadi jamet gini sih Lan?" ucap Arka bergidik ngeri.
"Gue begini juga karna Lo, tau ngga!"
"Lah, gue kenapa.?"
Flashback on
"Dek, Ada temen mu nih, keluar dulu yuk." teriak sebuah suara dari luar kamar yang entah sudah ke berapa kali menggema selama seharian ini.
__ADS_1
Gadis cantik dengan rambut sebahu nya asik menggulung diri di balik selimut tebalnya, diam tak menghiraukan siapa pun yang memanggil nya.
"Aga nya kenapa Bund.?" tanya Delan ketika melihat bunda nimas yang sedari tadi mondar-mandir di depan pintu kamar Agatha.
"Bunda juga ga tau Lan, si Aga nya kenapa. Tiba-tiba kayak orang ketakutan gitu,!"
"Heh?! kok bisa, sejak kapan bunda?" tanya Delan khawatir, pasalnya siang tadi Agatha masih baik-baik saja ketika berkeliling di time zone bersama dirinya dan juga Arka.
"Itu, sejak teman satu sekolahan kalian Dateng ke sini. Bunda ga tau mereka ngomongin apa aja, sampe Agatha lari ke dalam kamar dan matiin ponsel nya segala sampe sekarang."
"Aduhhh, gitu ya Bund. Ya udah, biar Delan aja yang coba bujuk si Aga nya ya Bund. Semoga aja dia mau keluar.,"
"Ya udah, kalo gitu bunda tinggal ke dalam dulu ya. Semoga aja aga mau keluar kalo kamu yang panggil." ucap bunda Nimas sebelum beranjak pergi.
"Ta...."
Hening, tak ada tanda-tanda kehidupan dari balik pintu berwarna putih tulang di depannya.
"Agathhaaa..."
"Aga... ini gue, Delan. bukain pintu nya dong." Meski diam tak ada jawaban, Delan yakin bahwa penghuni di dalamnya tidak lah sedang terlelap.
Delan masih berusaha untuk membuat Agatha keluar dari tempat persembunyiannya.
Ceklek.!!! pintu tiba-tiba terbuka separuh. menyembulkan sesosok gadis mungil dari dalamnya. Meneliti dengan sesama lelaki berkemeja hitam motif kotak-kotak di depannya.
"Ngapain Lo,.?" tanya Agatha awas. matanya terus menelusuri setiap sudut ruangan.
"Lo, kenapa sih Ta. kok aneh banget.?" bukannya menjawab, Delan menerobos masuk ke dalam kamar Agatha.
Kepala lelaki itu menggeleng kuat melihat keadaan kamar Agatha yang tampak seperti kapal pecah.
"Bukan urusan Lo,." sahut Agatha ketus, tangannya bergerak memutar kunci pintu.
"Terserah Lo dah, tapi gue pengen tanya satu hal sama Lo. udah beberapa hari ini, gue perhatiin Lo sering banget nitip absen. sakit kagak, urusan mendesak apalagi. sebenarnya Lo kenapa sih, Ta.?"
"Gue ga kenapa-napa kok, udah deh. kalo ga ada hal penting yang mau Lo sampein ke gue, mending Lo balik sana. gue mau istirahat. cape.!!"
Delan mendelik, Agatha membuang muka tak ingin bersitatap dengan mata elang milik nya.
__ADS_1
"Kalo Lo mau cerita, tar gue beliin deh lightstick sama Poster nya BTS kesayangan Lo itu."
mendengar ucapan Delan barusan, jiwa kismin Agatha langsung meronta-ronta.
"Beneran.?" tanya nya dengan tatapan menyelidik.
Delan mengangguk mantap sebagai jawaban.
"Jadi, Doni tuh dateng lagi semalam ke rumah gue. posisi nya gue lagi sendiri waktu itu, bunda sama ayah pergi kondangan kalo ga salah, ga tau lah lupa gue. sedangkan mas Esa sama bang Dika lagi Mabar di rumah temen. intinya, rumah dalam keadaan bener-bener kosong. karna gue ga keluar-keluar dari rumah, alhasil dia nelvonin gue Mulu Lan. karna gue risih, gue blokir dong nomor nya, eh malah nonggol lagi nomor lain, bukan cuma di ponsel gue, tapi di telvon rumah juga. auto parno dong gue nya." jelas Agatha panjang kali lebar.
Flashback off.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Jangan lupa like, koment, vote dan share ya bestie🙏🏻 semoga rezeki nya lancar selalu aminn👏
sehat selalu ya luv💜🥰
__ADS_1