
"Gak, Lo aja sana. Jalan sendiri kan bisa." sahut Agatha saat Delan mengajaknya untuk mendatangi Arka di kelas.
"Ayolah, Ta. Pertandingan basket nya bentar lagi loh. Lo ga kasihan liat kita berdua kerja seorangan.?"
"Gue tuh males banget tau ga, masih kesel Gue sama Arka."
"Ayolah, Ta. Please bantuin kita." rayu Delan dengan wajah memelas serta puppy eyes yang berhasil meruntuhkan ego gadis berpipi chubby di depannya.
"Ckckck.... ya udah buru. Kalo aja bukan karna Lo, ogah gue bantuin si Arka, sumpah.!!!"
Setelah di bujuk-bujuk, akhirnya Agatha mau juga. Keduanya lalu beranjak meninggalkan kelas gadis itu, beriringan menuju ke kelas Arka yang berada di ujung koridor.
"Yel-yel nya gimana, aman.?" tanya Arka di sela langkah kaki ke duanya.
"Aman lah, Agatha gitu loh,,," balas nya dengan penuh percaya diri. Wajah yang tadi sempat di tekuk masam itu kini telah berseri kembali.
"Gue sebenernya udah nyiapin yel-yel nya sedari lama buat pertandingan besok,"
"Wihh, gercep juga Lo ternyata. Gimana yel-yel nya, Ta? coba peragain dong." Delan menatap antusias
"Sorry Lan, gue tuh orangnya profesional. Jadi, kalo mau gue peragain, Lo musti bayar dulu." Agatha terkekeh. Menandakan bahwa gadis itu tengah bercanda dengan ucapannya barusan.
"Dasar pelit,,,"
"Hehehe,,,, lagian ga seru dong kalo gue tunjukkin sekarang. Lo tenang aja, yang pastinya keren lah! yel-yel ini tuh cocok banget buat menyemangati anak-anak bertanding."
Delan hanya mengganguk-ngangguk. Percaya pada kemampuan Agatha sebab bukan hanya sekali dua kali gadis itu sukses menggalang supporter pertandingan. Bahkan beberapa waktu lalu gadis itu berhasil membawa SMA 5 SILA di nobatkan sebagai supporter terbaik saat melawan SMA Persada oleh panitia penyelenggara lomba.
Saat beberapa meter lagi dari tempat tujuan semula, langkah kaki Agatha terhenti secara mendadak ketika melihat seorang cowok keluar dari dalam kelas yang sama dengan Arka.
Agatha lalu dengan cepat memutar tubuhnya dan berjalan berlawanan arah.
Delan yang melihat Agatha berjalan melawan arah pun mengejar.
"Ta, Tungguin gue. Lo kenapa sih.?"
"Gue ga akan pernah mau lagi ke kelas Arka, dan tolong ingetin kalo gue khilaf.!" kata Agatha saat Delan sudah berada tepat di sisi sebelah kanannya.
"Astaga, iya Gue lupa." ucap Delan ketika sadar bahwa Doni juga satu kelas dengan Arka.
"Taaa,,, Agathaaaa,,," panggil Doni ketika melihat Agatha berjalan tergesa-gesa dan di ikuti oleh Delan di belakangnya.
Hati nya gusar, dengan segera di raih nya ponsel yang semula berada di saku seragam nya. Kemudian dengan lincah mendial nomor seseorang di sana.
Ponsel yang terdapat di balik saku rok abu-abu Agatha berbunyi nyaring. Di layar home ponselnya terlihat sebaris nomor yang tak di kenal. Dengan perasaan ragu-ragu Agatha mengangkat, karena memang tak banyak orang yang memiliki nomor ponsel nya.
Hanya orang terdekat saja.
Seketika raut wajah nya berubah pucat. Dengan gemas ia mematikan ponsel itu.
"Dari siapa Ta,?" tanya Delan.
Agatha terus melangkah tanpa niat menjawab pertanyaan Delan sebelumnya.
"Ta, dari siapa sih.? kok, Lo sampe pucet gitu muka nya.?" Cerca Delan penasaran.
Tapi langkah kaki nya terhenti tak bisa terus mengikuti karena Agatha kini bergerak masuk ke dalam toilet wanita.
"Doni,!!!" sahut Agatha dari balik pintu.
...****************...
Di Sabtu sore yang cerah
Sore itu Agatha tengah berdua di rumah dengan si sulung. Mahesa. Kedua orang tua mereka masih berada di Bandung sejak kemarin dan belum pulang hingga kini.
Sewaktu di tanya ada urusan apa, katanya menghadiri pesta pernikahan putra atasan sang ayah di kantor. Sebagai anak, tentu Agatha mengijinkan dan berdoa untuk kelancaran perjalanan sang ayah.
Sementara Mahardika, anak tengah dari keluarga Pramuwijaya itu tengah asik bermain play station di salah satu rumah temannya.
Agatha asyik jebar-jebur di kamar mandi. Air dingin terasa begitu segar menyentuh pori-pori kulit nya yang kuning Langsat itu.
Gadis tomboi dan berpipi chubby itu dengan fasih melantun kan lagu TRUTH THE UNTOLD milik boy band asal Korea Selatan. BTS namanya.
Agatha bisa di bilang fans garis keras dari ketujuh bujang Asia itu sebab dari berbagai pernak-pernik yang berhubungan dengan BTS baik sekecil apapun itu, sudah tersusun rapi di dalam kamar nya.
Tok tok tok.!!!
__ADS_1
Pintu kamar mandi di ketuk dari luar.
"Mandinya buruan dek!"
"Mas mau ngapain emang.?" sahut Gadis itu dari dalam.
"Ada temen kamu di luar,"
"Bentar Mas, lagi tanggung, Nih! suruh tunggu aja dulu."
Sepuluh menit kemudian.
Tokk tok tok.!!!
"Lama banget sih, Ta? kasihan tuh temen kamu nungguin dari tadi,"
"Iya iya,,,"
"Kmu mandi apa semedi sih dek, di dalam lama amat.?" sembur Mahesa ketika Agatha keluar dari dalam kamar mandi.
"Mandi sekalian nabung Mas, hehehhe... perut ku mules dari tadi siang."
Agatha menepuk-nepuk pelan ke arah perut bagian depannya. Rambutnya yang basah tanda sehabis keramas di bungkus rapi dengan handuk besar berwarna biru laut, dengan gambar anak kelinci di sudut ujung handuk nya.
Tubuh yang menebarkan aroma mint dan Tea Tree itu terbalut daster gedombrongan dengan motif Hello Kitty berjalan santai melewati sang kakak yang tengah berkacak pinggang menatapnya.
Agatha menduga jika yang datang saat ini adalah Arka dan Delan. Sebab ke dua remaja lelaki itu biasa datang kapan saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
"Makanya kalo di kasi tau jangan bandel, udah di bilangin juga kalo makan, sambel nya di kurangin."
"100 buat Mas," Agatha nyengir sambil terus melenggang.
"Handuknya ga di taruh dulu dek, masa nemuin temen bentukkan nya begini, sih.?"
"Cuma di depan rumah kok Mas, lagian Arka sama Delan juga udah biasa lihat aku kayak gini."
Di belakang Agatha, Mahesa hanya menggeleng melihat kelakuan si bungsu kesayangannya itu.
Kaki Agatha telah sampai di tempat yang di maksud Mahesa tadi. Dia memeriksa sekeliling namun tak menemukan seorang pun ada di sana.
Bau semerbak menyergap Indra penciumannya. Wangi yang sangat khas. jantung nya serasa mau copot sekarang.
"Selamat sore my queen ( Ratu Ku) " tiba-tiba muncul sesosok tubuh bongsor dari balik pintu samping.
Agatha menoleh ke arah sumber suara,
Doni yang saat ini mengenakan kemeja batik lengan panjang dan celana pantalon licin, dengan rambut seperti biasanya. Klimiss. sedang tersenyum-senyum ke arah Agatha, tampilannya kini mirip seperti bapak-bapak yang hendak pergi ke kondangan.
Membuat nafas nya tercekat di ujung leher seolah akan berhenti bernafas. Kaget. Melihat siapa yang datang menyapa.
"Aku habis dari taman samping Ta, melihat-lihat tanaman hias mu. Mereka tumbuh sehat dan subur ya.... pasti jari-jari lentik mu itu yang merawat nya. Mereka terlihat sangat indah, persis seperti pemilik nya.!"
Glek.!! Agatha menelan ludah nya kasar. tubuh nya terasa kelu untuk beranjak, entah kenapa ia hanya bisa diam mematung saat ini.
"Hatchimmm.... ashh.!!" alerginya tetiba kambuh lagi.
"Ga tau kenapa, kok kamu hari ini kelihatan lebih cantik dari sebelumnya ya Ta,.?" Doni mulai menggombal. Matanya berbinar menatap tak berkedip pada Agatha.
Ia mengambil kotak putih yang berada di atas meja, kotak yang sengaja di bawa nya untuk sang pujaan hati.
"Ini, aku bawain kue pancong buatan bunda. Khusus buat kamu, Ta. calon mantu kata nya."
Agatha bergidik ngeri mendengar ucapan Doni barusan.
"Aughh.!!" tiba-tiba Agatha mendesis. meringis-ringis sembari memegangi perut nya. Entah kenapa mulas yang sejak tadi menyerang kini terasa lebih sakit.
Tanpa pamit gadis itu berlari ke arah dalam, meninggalkan Doni seorang diri di luar.
"Kamu kenapa, Ta.?" tanya Doni khawatir.
Agatha hanya acuh, ia terus berlari dan berlari tanpa menoleh ataupun mendengar seruan dari kedua lelaki beda generasi itu. Brukhh.!! terdengar suara pintu dengan keras.
"Agatha, kenapa mas.? kok bisa gitu,?" tanya Doni pada Mahesa yang baru saja datang ingin bergabung ngobrol bersama adik dan temannya yang terlihat sedikit unik di mata nya.
"Mules dia, sedari pagi ga berhenti-henti makan sambel." balas Mahesa sekena nya.
Doni hanya mengangguk-anggukkan kepala. sepuluh menit kemudian, belum ada tanda-tanda Agatha keluar dari balik kamar mandi. Doni mulai terlihat resah di tempat duduknya.
__ADS_1
"Agatha ga kenapa-napa kan Mas, kok lama banget ya dia.?"
"Hmm, Lo tunggu di sini dulu, biar gue susul bentar si Agatha nya ke belakang." ucap Mahesa lalu beranjak menuju ke tempat adik nya berada.
Tok tok tok.!!
Agatha hanya diam di balik pintu kamar mandi, namun ketukan yang di berikan oleh sang kakak sulung akhirnya Agatha pun menyahut dengan nada malas.
"Kenapa Mas.?"
"Temen mu itu loh, masih nungguin. Kamu masih lama di dalem?"
"Suruh pulang aja Mas,,,!!"balas Agatha. sebenarnya urusannya di kamar mandi sudah selesai sedari tadi, hanya saja gadis itu lebih betah mengurung diri di sini demi menghindari tamu tak di undang nya.
"Kenapa.?"
"Aku ga mau ketemu sama dia Mas, udah suruh pulang aja!" suara itu mulai serak.
Agatha bersandar di balik pintu dengan wajah pucat nya.
Mahesa pergi kembali menemui tamu adiknya yang masih setia menunggu.
"Lo balik aja dulu, Agatha nya lagi kurang sehat untuk terima tamu!" ucap Mahesa setibanya di hadapan Doni.
"Ohh gitu ya Mas," sahut Doni lesu. niat hati ingin menghabiskan malam Minggu dengan romantis dengan sang pujaan hati malah hancur berantakan. Sangat jauh dari ekspektasi.
"Ya udah, aku nitip ini aja buat Agatha ya, Mas. Semoga lekas sembuh dia nya."
Katanya pamit undur diri sambil menyerahkan sekotak kue pada Mahesa.
Lima menit kemudian,
Agatha datang dan menjatuhkan bobot nya di samping sang kakak. Mengusap wajahnya yang basah berkeringat dingin, dengan handuk yang tadi menutup rambutnya.
"Tadi dia bawa itu," Mahesa menunjuk barang bawaan Doni di atas meja. Namun tak di gubris oleh sang adik. Gadis itu justru sibuk menggosok-gosok rambutnya.
"Parfum temen mu tadi, bau nya ajaib banget ya Ta. merek nya apa sih.?"
Kirana mendelik, namun hanya sekilas. Kemudian melanjutkan aktifitas mengeringkan rambut nya lagi.
"Baju batik nya juga keren tau dek, kapan-kapan mas sama Abang nanti mau beli juga lah. Hehehe...."
Agatha mengeram kesal. Tangan Agatha bergerak dengan cepat mencubit lengan Mahesa sekencang-kencangan nya, hingga pemuda itu berteriak kesakitan.
"Sadis banget sih dek, di bercandain gitu aja marah. tar cefat tua loh kamu..."
"bercandanya terlalu garing Mas, sumpah.!!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Holla bestie-bestie othor👋 masih betah stay di sini kah.? gimana ceritanya.? suka ga.? kalo suka jangan lupa like, koment, share dan vote juga ya🙏🏻
selain othor bisa tau jejak kalian, itu bisa jadi motivasi buat othor lebih giat lagi berkarya☺️
sehat selalu kesayangan othor🤗
love U All💜
__ADS_1