JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 58


__ADS_3

Beberapa hari berikutnya pun sama, sepulang sekolah Arka tak pernah lagi menjumpai Agatha di kelas gadis itu seperti sebelumnya. Bukan tak minat mengunjungi atau apa, tapi jawabannya selalu " Sudah pulang," yang ia dengar dari teman sekelas Agatha.


Arka terkekeh miris, berusaha mengabaikan rasa cemburu yang menganggu. Karna sudah tahu akan ada di mana gadisnya itu, Arka lalu membawa mobilnya menuju tempat persinggahan untuk nya. Kemana lagi selain rumah sakit? selain itu juga dia dan Delan belum sempat berbincang setelah Delan selesai operasi.


Begitu tiba di depan bangsal Delan di rawat, ia di sambut ramah oleh ibu Delan.


"Masuk aja, Ka. Hari ini oksigen Delan sudah dilepas sama Dokter. Dia juga sudah boleh makan. Tuh, sedang di suapi bubur sama Agatha."


"Iya Bu, Saya izin masuk kedalam, ya?"


"Iya masuk aja nak, tidak apa-apa."


Sedikit berbasa-basi di luar, Akra melanjutkan langkahnya.


Mata Delan berbinar ketika melihat kehadiran Arka di kamar rawatnya. Agatha juga.


"Sorry banget ya, Ka. Gue duluan lagi. Soalnya pas gue nyusulin kelas tadi, katanya Lo lagi ada acara sama anak-anak basket."


"Cuma briefing doang, Ta. Ngebahas hasil pertandingan kemarin, gue lagi males ikutan. Capek."


"Gitu ya?" Agatha menganggukkan kepalanya lalu kembali menyuapi Delan bubur. Terlihat sangat telaten dan... Entahlah.

__ADS_1


"Lumayan, punya perawat pribadi ya, Ka?" kelakar Delan sambil senyum-senyum.


Arka juga tersenyum membalas guyonan sahabatnya meski setengah terpaksa.


"Gimana keadaan Lo, Lan. Mendingan?"


"Puji Tuhan sudah, Ka. Berkat doa dari kalian semua, perasaan gue udah baik-baik aja. Mungkin besok udah boleh balik sepertinya,"


"Tapi kata Delan, bekas luka operasinya masih sering nyeri, Ka." Kata Agatha menambahkan.


"Emang Lo yang paling tahu tentang Delan ya, Ta?" tanya Arka dengan sedikit kekehan di ujung kalimatnya.


Agatha mengabaikan kata yang bermaksud sindiran itu. Mengambil sehelai tisu dari kotak di atas meja samping kanannya, menyeka dengan sepenuh hati sisa-sisa bubur yang menempel di sudut bibir Delan. Kemudian mengambil lalu mengisi gelas tersebut hingga setengahnya terisi dengan air, sekaligus meminumkannya.


"Kata Agatha, tim basket sekolah kita kalah ya sama BIMA SAKTI?"


Arka yang malas mengeluarkan suara pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Sama sekali tak ingin membahas kekalahannya kemarin.


"Sayang banget padahal..." gumam Delan.


"Yaudah, gue balik dulu ya? Cepet sembuh." pamit Arka.

__ADS_1


Menoleh sebentar ke arah Agatha yang acuh terhadap kehadirannya, Arka memilih langsung pergi dari sana. Tidak berkeinginan untuk menawari atau mengajak Agatha untuk kembali bersama, karena yang ada pasti dirinya akan berakhir ditolak juga.


Sebenarnya Arka tahu jika diantara keduanya sudah terjadi sesuatu, sekeras apapun mereka menyangkalnya tidak bisa membohongi dirinya. Sinar mata yang saling berbinar saat keduanya saling menatap, saling melempar senyum, saling memberi perhatian. Sudah menjelaskan bahwa mereka telah berkhianat.


Persahabatan yang sejak dulu mereka agungkan pasti telah berkembang menjadi sesuatu yang lain, sesuatu yang sarat dengan cinta! Arka sakit, Cemburu sekaligus kecewa pada saat yang bersamaan. Dirinya merasa dikhianati oleh Delan, juga Agatha.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, vote dan juga ratingnya ya bestie🙏🏻💜

__ADS_1


Bentar lagi kita end loh🤗


Jadi jangan lupa nyalain loncengnya biar ngga ketinggalan episode selanjutnya ya💪


__ADS_2