JANJI AKSARA

JANJI AKSARA
PART 63


__ADS_3

"Hari ini Arka ngga masuk lagi, Ta." Kata Delan saat keduanya bertemu di kantin saat jam istirahat kedua.


Agatha menghembuskan nafas berat, mie ayam dan jus jeruk kesukaannya yang di pesan Delan sejak tadi masih utuh, tak tersentuh.


"Kira-kira kemana ya dia? telpon dan pesan dari gue ngga pernah di replay lagi." gumam Agatha.


Sudah satu Minggu sejak pertemuan mereka di rumah sakit sikap dan tingkah Arka berubah. Pemuda jangkung itu bahkan beberapa kali Absen di kelas tanpa keterangan.


Kadang masuk, besoknya bolos, masuk lagi dan bolos. Ini bahkan sudah 3 hari berturut-turut tanpa kabar.


"Ngga tahu, sampai sekarang anak-anak basket ngga ada yang tahu dia kemana dan kenapa ngga pernah latihan basket lagi, pas gue tanya mereka malah balik nanya." terang Delan.


"Gitu, ya?"


Delan mengangguk, " Iya, bahkan mereka bilang, Arka terakhir banget gabung sama anak basket di pertandingan terakhir. Pertandingan melawan SMA BIMA SAKTI, setelahnya Arka ngga pernah nongol lagi. Sama seperti kita yang juga kebingungan akan sikap Arka, mereka pun heran dengan perubahan Arka. Selain sering ilang-ilangan, dia juga terlalu misterius."


Mendengar semua perubahan yang terjadi pada Arka tepat setelah kejadian Turnamen Gubernur kemarin, Agatha kira karena Arka tidak bisa menerima kekalahan tim basketnya dari tim lawan, tanpa tahu bahwa penyebab sebenarnya adalah dirinya dan juga Delan.


"Arka... Arka? kenapa Lo jadi aneh gini sih?" Agatha mendesah panjang lagi sambil mengaduk-aduk mie ayam yang sudah menjadi bubur. "Lo udah coba telpon ke alamat rumahnya ngga, Lan?"


"Udah juga kok, Ta. Malah kata bik Arum, Arka setiap harinya sekolah, tadi pagi juga."


"Ke sekolah?" Agatha kaget bukan main.


"Iya, Bik Arum bilangnya begitu, soalnya kata Bik Arum Arka perginya pake seragam sekolah seperti biasa."


"Fiks, ada yang ngga bener nih sama itu anak," Agatha menjentikkan tangannya.


"Kayak dia ngehindar dari kita ngga sih, Ta?"


Agatha terdiam cukup lama, mengernyitkan kening.

__ADS_1


"Sepulang sekolah nanti, gue mau ke rumahnya lagi. Kita ngga bisa saling diem, kalo dia yang ngehindar berarti kita yang harus nyari." ujar Delan kemudian.


"Gue juga ikut!"


...****************...


Di teras rumah Arka.


"Silahkan diminum Mbak, Mas..." Buk Arum muncul, membawa dua gelas air jeruk dingin untuk Agatha dan Delan.


"Makasih, Bik..." sahut Agatha dan Delan hampir berbarengan. Entah sudah beberapa kalinya gelas itu kembali di isi, hingga arloji di pergelangan tangan Delan sudah menunjukkan pukul 6 sore.


"Bik..." panggil Agatha.


"Iya mbak, kenapa?"


"Kemarin Arka balik jam berapa?"


"Malam, bik?" Double kill. Bukan hanya tidak masuk sekolah, tapi juga pulang larut malam. Sebenarnya apa yang Arka lakukan diluaran sana.


"Ya ampunnn, Ka, Ka...." Desis Agatha.


Bik Arum menatap Agatha bimbang.


"Bibik tahu ngga, Arka biasanya pergi kemana aja?"


Agatha menatap penuh harap kearah bik Arum, tapi menjadi lesu seketika bik Arum segera menggelengkan kepalanya lemah.


"Den Arka ngga pernah bilang mbak. Akhir-akhir ini Den Arka memang seperti itu, sering sekali pulang malam. Bahkan pernah juga ngga pulang, jujur bibik khawatir mbak."


"Ngga pulang?"

__ADS_1


Bik Arum mengangguk lagi.


Agatha mengigit pelan bibir bawahnya kedalam, merasa gemas sekaligus khawatir dengan perubahan Arka.


"Sebenernya Lo kenapa sih, Ka? bentar lagi kita ujian, ngga mikir nilai apa gimana aduh..."


Sepi.


Sunyi.


"Mami dan Papinya tau ngga bik, kalo Arka sekarang begini bentukannya?" Bik Arum yang sejak tadi memandangi Agatha menoleh ketika Delan bertanya. Menggeleng, lalu menunduk dengan sorot mata sedih.


Delan menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya perlahan. Delan rasa ia mengerti apa penyebab Arka berubah sampai sini.


"Kita tunggu sekitaran satu jam lagi deh ya, Ta?"


Agatha mengangguk, menyeruput minumannya sampai habis.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.!!!


Jangan lupa like, koment, share, like dan juga vote ya bestie๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ’œ

__ADS_1


__ADS_2