
"Aduhhh,,, Lan. Pliiss deh ah... jangan di muat dong." ucap Agatha lirih,
Lagi, lagi dan lagi. Delan hanya mengangkat alis nya sebelah, tanpa niat menjawab.
"Biarpun menurut Lo karya nya si Doni emang bagus banget, dan layak untuk di muat... kali ini, kali ini aja Lan gue minta dengan sangat sama Lo. Tolong,,,.. jangan di muat ya.!" Agatha memelas, berharap mendapat belas kasihan.
Wajah nya tampak begitu frustasi, seperti orang yang hilang arah. Putus asa. Wajah nya seperti mau menangis.
Delan sudah tak tahan melihatnya, lama-lama tak tega juga terus mempermainkan emosi Agatha seperti ini.
"Hahahaha...." Delan tergelak dengan puas mentertawakan Agatha.
"....?!"
"Ngga kok, ngga sumpah. Gue cuma bercanda doang kok, Ta. Mading juga punya kriteria tersendiri untuk di muat, mana yang pantas, mana yang belum pantas untuk di muat. Dan perlu kesepakatan dari semua anggota juga, ngga bisa berdasarkan kehendak pribadi, Ta. Kalau tulisan-tulisan karya Doni sebenernya cukup bagus sih. Tapi masih belum layak untuk di muat,." kata nya kemudian.
"Seriusan, Lan.?"
Delan mengangguk mantap.
"Jahat banget sih, Lo.? niat amat ngerjain Gue,.!" Agatha langsung meninju lengan Delan kuat saking gemas nya pada lelaki berkaca mata minus itu.
Pucat yang sempat menghias parasnya telah berganti dengan senyum sumringah. sangat cerah, bahkan melebihi matahari binar nya.
"Heheheh...."
"Tau ah, gelap. Kesel gue tuh.," Ujar Agatha sambil duduk membelakangi Delan. Pura-pura cemberut.
"Ya udah, sekarang mending Lo bantuin gue.!"
__ADS_1
"Ogah, tadi aja di kerjain sampe kejang-kejang gue nya. Ngga mau, mager gue." Agatha sengaja menguap lebar, berusaha menunjukkan bahwa diri nya benar-benar tidak fit untuk di paksa kan mengerjakan sesuatu.
gadis itu meletakan pipi chubby nya di atas meja berlapis kaca dan hendak menutup mata, tapi ia urungkan setelah Delan kembali membuka suara.
"Terserah sih, ya." Delan mulai menyiapkan bahan-bahan keperluan Mading. Mulai dari gunting, kertas warna-warni, lem dan berbagai alat tulis lainnya.
"Sebenernya, ada sih salah satu puisi Doni yang cukup layak untuk di muat."
endengar ucapan Delan barusan, Agatha sontak langsung meloncat dari bangku nya.
"Wahh, plin-plan banget Lo, tadi bilang nya ga termasuk kriteria, tapi sekarang mau di muat ulang ngga bisa gitu dong, Lan."
"Keputusannya,.. ya tergantung keputusan Lo hari ini sih, Ta. Mau bantuin gue apa ngga..."
"Iya,.-iya gue bantuin,. mana yang harus gue kerjain lebih dulu.?"
Dengan gerakan pasti, Agatha langsung cekatan melakukan hal yang di minta Delan. Jari-jarinya bergerak lincah memotong, mendesain dan menempelkan kertas warna-warni yang telah di sediakan sebagai hiasan Mading.
Delan lagi-lagi menahan senyum geli nya. sementara mata dan jari nya sibuk bekerja di depan layar komputer. Membuat kata pengantar untuk edisi terbaru Mading yang rencana nya akan di pasang hari ini.
"Hufthh... selesai juga akhir nya."
Agatha meregangkan pinggang nya ke kiri dan ke kanan. Setelah berkutat kurang lebih dua puluh menit dengan segala keriwehan Mading, akhirnya pekerjaan gadis itu selesai juga.
"Seperti biasa, hasil nya selalu bagus. Ta.!" komentar Delan saat gadis di depannya menyelesaikan tugas yang semula di berikan oleh nya. harus ia akui bahwa gadis itu sungguh kreatif.!
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.!!!
Holla-Holla hai bestie-bestie othor👋 selamat malam, adakah yang masih bangun jam segini.? kalian seneng nya othor update pagi ato malam.?
Lagi pada ngapain nih di jam segini.? jangan keseringan begadang ya, ga buat kesehatan👌
Tapi kalo untuk support othor, ga papa juga🤭
Himana ceritanya babang Arka.? seru ga.? jangan lupa untuk like, koment, vote dan share ya kalo kalian suka.
Yang mau kenalan sama othor di real life nya, boleh follow IG : agnes.y.adrian dan DM "Authophille09" nanti othor follback😎
Sehat selalu ya kesayangan othor, semoga berkah, dan rezeki nya lancar selalu aminnn🙏🏻
Love U All💝🥰
__ADS_1