Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 100


__ADS_3

Sindy terkejut saat melihat gerobak bakso itu masuk oleh bodyguard suaminya, Dia berdiri untuk menghampiri gerobak bakso itu. "oh astaga, Ini kenapa di bawa kedalam?" Tanya Sindy sambil melihat gerobak bakso itu.


Para bodyguard langsung menghentikan langkahnya, mereka memberi hormat kepada Sindy. Namun saat hendak berkata, Terlebih dulu Williams yang menjawabnya.


"Itu untukmu sayang, Bukannya tadi kamu minta bakso yang banyak? Jadi sekalian saja segerobak." Jawab Williams yang membuat Sindy cukup terkejut.


"Astaga mas!!" Sindy menepuk jidatnya.


"Maksud aku itu bakso yang banyak bukan berarti sama gerobaknya juga!!" Omel Sindy.


Alexa dan putri terkekeh melihat itu, Sedetik kemudian datanglah Davies dan juga Ardi. Mereka menghampiri suami mereka masing-masing.


"Kenapa dengan wajah suamiku ini hahaa?" Tanya Alexa, Dia tertawa saat melihat wajah Davies yang tertekuk.


Davies memutar bola matanya malas, Dia memilih duduk di sopa.


"Banyak sekali, Apa saja yang kalian beli?" Tanya Putri sambil melihat belajaan ketiga laki-laki tampan itu.


Ardi mengambil minum yang ada di meja, "Lihat saja sayang, Semuanya sudah sesuai listnya kok."


Saat Putri melihat barang belajaan, Pergerakan tangannya terhenti saat melihat sebuah bra coklat di dalam keresek bawah.


Alexa mengerutkan keningnya saat Putri terdiam seribu bahasa, "Ada apa Put?" Tanya Alexa sambil menghampirinya.


Putri mendongak, "Lihat?"


Alexa membulatkan matanya saat melihat itu, Dia beralih menatap ketiga laki-laki yang tengah menikmati es di sopa.


Bruk...


Alexa melemparkan bra itu tepat di hadapan ketiga laki-laki tampan itu.


Terkejut? Tentu saja mereka terkejut saat sebuah bra melayang tepat di hadapan mereka.


"Astaga!" pekik ketiganya.


"Punya siapa itu?!!"


DEG...


"maksudnya, Apa sayang?" Tanya Davies yang tak paham.


"Aku gatau itu punya siapa honey, Sumpah!!" Sahut Williams, Wajah Sindy memerah.


Karna tak mau ambil pusing, Ketiga wanita cantik itu memeilih untuk menyantap bakso.


"Ahh... Nikmatnya..." Sindy menghirup aroma bakso yang cukup membuatnya mengiler.


Alexa, Putri, dan juga Sindy langsung menyantap bakso. Mereka meracik bakso yang cukup membuat ngiler, Bagaimana tidak bakso yang besar ditambah tetelan yang super banyak. Membuat semua orang di mansion menikmatinya.


Tak lupa mereka juga mengajak maid dan beberapa pegawai lainnya untuk ikut menikmati bakso, Dengan mengantri Sindy membuat bakso ala dia.


"Wah... Nyonya sungguh hebat bisa meracik bakso seenak ini.." Puji salah satu maid setelah menyicipi bakso racikan dari Sindy.


Sindy terkekeh, "Hehe, Dulu aku sering membantu bapak jualan bakso. aku bagian yang meracik, Namun sayangnya mimpi Bapak harus pupus." Wajah Sindy langsung sendu saat mengingat bagaimana kebersamaannya dengan Bapaknya itu.

__ADS_1


Williams yang melihat itu, Dia langsung memeluk Sindy. "Jangan sedih sayang, Ayah pasti bahagia disana. Maafkan aku.." Lirih Williams, Sindy mendongak menatap suaminya itu.


Dia mengusap wajah tampan suaminya, "Ini sudah kehendak maha Kuasa, Aku bahagia kok."


Mereka menyantap bakso itu dengan bersama-sama. Davies menyuapi Alexa, Sedangkan Ardi menyuapi Putri.


Sindy menyuapi Williams. Setiap Williams berbicara, Sindy selalu menyumpalnya dengan bakso.


Williams mengerutkan keningnya, "Honey? Bukannya tadi mau masak nasi liwet? Kenapa jadi makan bakso berjamaah seperti ini?" Tanya Williams, Sindy menyuapkan bakso ke mulut Williams.


"Tidak jadi," Jawab Sindy dengan santainya.


Davies membulatkan matanya, Dia menghentikan pergerakan tangannya. "Kalau tidak jadi! Kenapa tadi menyuruh kami ke pasar?!" Kesal Davies.


Alexa mencubit pinggang Davies, "Oh.. Jadi kamu keberatan sayang?" Sinis Alexa.


Davies gelagapan, "I-eh tidak!! Tidak kok sayang.. Aku tidak keberatan sekalipun.." Ucap Davies dengan gugupnya, Dia menyuapi Alexa kembali.


Hahaha


Semuanya tertawa bersama.


Berkumpul seperti ini sungguh sangatlah nikmat, Persahabatan yang tidak pernah putus sungguh sangat membuat semuanya semakin erat.


Mereka berharap kali ini tidak ada masalah apapun, Semoga semuanya semakin membaik.


Alexa dan Davies berpamitan pulang, Karna Baby twins selalu menangis. Mungkin mereka merindukan ranjangnya.


"Maaf ya Sin, Sepertinya aku harus pulang. twins merengek terus."


Hari terus berlalu, Tepatnya kini usia kandungan Sindy sudah mulai memasuki 7 bulan. Persiapan untuk acara 7 bulanan sudah siap juga.


Entah kenapa rasanya Sindy sungguh malas melakukan apapun hari ini, Dia sejujurnya melarang suaminya untuk pergi ke kantor. Namun banyaknya proyek membuat Sindy harus mengizinkan Williams ke kantor.


"Sudah dong Honey, Jangan cemberut seperti itu.." Williams menangkup kedua pipi chubby Sindy, Ya memang semenjak hamil porsi makan Sindy menaik drastis bahkan postur tubuhnya pun. Tapi itu tak membuat cinta yang ada di hati Williams pudar, Baginya Sindy sungguh sexy.


"Hmmm ya honey, Pergilah.." Ucap Sindy dengan lemas nya.


"Aku akan pulang cepat, Jadi tunggu saja ya.."


cup...


Williams mengecup kening Sindy.


"Tunggu saja disini oke?"


Sindy menganggukan kepalanya, Dia ikut ke bawah untuk mengantarkan suaminya.


"Jangan genit!"


Williams mengerutkan keningnya, "Bagaimana aku bisa genit? jika kamu sudah sangat sempurna untuku?" Jawab Williams.


Sindy terkekeh kecil, Dia mengecup pipi Williams. "Hati-hati."


Williams langsung masuk ke dalam mobilnya, Setelah melihat suaminya sudah jauh, Sindy kembali masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


"Sepi sekali."


Sindy mengambil ponselnya untuk menonton drakor kesukaannya.


Siang harinya..


Williams menelpon istrinya, Terlihat Sindy sedang makan rujak.


"Loh sayang! kenapa kamu makan rujak?" Tanya Williams dibalik panggilan video.


"Adeknya mau rujak honey!" Jawab Sindy tanpa melepaskan rujak dari mulutnya.


"Jangan makan terlalu banyak!"


"Iya iya..."


Keduanya dilanjutkan dengan mengobrol kecil, Tak lupa mereka juga membicarakan soal persiapan acara 7 bulanan.


"Mamah dan Papa sebentar lagi akan ke Indonesia, Jadi kita tunggu saja ya."


"Baiklah,"


"Yasudah aku lanjut lagi kerja, ingat! jangan makan rujak terlalu banyak!"


tut..


sambungan telpon terputus.


Sedangkan itu Alexa kini tengah mempersiapkan kado untuk acara 7 bulanan sahabatnya itu, Dia bingung ingin memberikan apa. karna sekarang apapun sudah dimiliki Sindy.


Pikirannya tertuju dengan sebuah kotak yang berada di atas lemari, Cukup tinggi tidak terjangkau olehnya.


"Ck! kenapa aku tinggi sekali?"


Elvio tertawa keras, "Hahaha mommy lucu sekali, Bukan tinggi mom! tapi pendek! hahaha"


Alexa berdecak pinggang, "Oh udah berani nih ngatain mommy?"


Elvio menghampiri Alexa, Dia memeluk Alexa. "Tentu saja tidak mom, Vio tidak berani mengatai mommy... Bio cuma bercanda."


Alexa membalas pelukan Elvio, "Mommy juga hanya bercanda sayang, Sudah ayo ambilkan mommy bangku!"


"Oke mom!"


Elvio langsung berlari untuk mengambil bangku, Setelah sampai dia langsung memberikannya kepada Alexa.


"Ini mom."


"makasih sayang.."


----------------


Hay salam hangat dari author, Mohon dukungan dan support nya dari kalian semua untuk novel author.


LIKE+KOMEN+VOTE!!!

__ADS_1


BERI BUNGA JUGA🌹🌹


__ADS_2