
"Apa tidak apa apa?"
Alexa mengambil tangan Davies dan menggenggamnya, Dia mengecupnya.
"Suamiku, pernikahan masih private. Jika nanti kita tiba-tiba terus bersama, yang di pandang buruk pasti aku. Dan yang kena dampaknya adalah perusahaan," Davies tersenyum mendengar itu, Dia menarik Alexa kepelulanya.
"Hmmm, aku hanya tidak ingin kamu merasa menjadi orang ketiga."
Alexa mendongakkan kepalanya, dia melingkarkan tangan mungilnya ke leher Davies.
"Bagaimana bisa aku merasa menjadi orang ketiga? Jika yang kamu cintai dan buahi adalah aku."
Mendengar ucapan Alexa, Davies tertawa. Dia menarik hidung Alexa.
"Ck! Sakit tauu..." Ringis Alexa, Dia mengusap hidungnya.
Cup... Davies mengecup hidung Alexa, Namun kecupan itu beralih ke bibir sexy Alexa.
Ciumman yang tanpa memperdulikan di sekitarnya, Davies terus menyesap bibir manis itu. Alexa membalas ciumman sang suami
Davies melepas ciumman itu dan beralih menatap Alexa, "Sarapanlah, jangan khawatirkan perusahaan mu. Williams akan mengurusnya," Alexa mengangguk
"Dan sebaiknya suamiku ini cepatlah pergi bekerja,"
"Kamu mengusirku?"
"Ck! Tidak! Bukan seperti itu suamikuuuu..."
"Pergilah ke kantor, pekerjaan mu sudah sangat menumpuk. Kasihan jika nanti Sekertaris Li yang lagi lagi harus menanggung itu,"Lanjut Alexa
"Hmmm tapi aku masih sangat merindukan istriku,"
Alexa memicingkan matanya, "Istrimu yang mana?"
"Ck! Ya kamu"
Alexa mendorong tubuh Davies saat dia mulai mau mengecup bibirnya lagi, Alexa mendorong tubuh Davies untuk masuk ke dalam mobil.
Melihat Davies yang tidak menjalankan mobilnya juga, Alexa membuka pintu mobil Davies dan Cup! Alexa mengecup bibir Davies.
"Makan siang nanti, aku akan Ke kantor."
"Benar?" Alexa mengangguk, Davies menarik tengkuk leher Alexa dan terciptalah ciumman itu kembali.
"Euhmmm!" Alexa memukul dada suaminya saat dia benar benar kuat menyesap bibirnya ini.
"Morning kiss," Ucap Davies
"Morning kiss matamu, Banyak bibirku yang kamu curi suamikuuu!"
Davies hanya tertawa melihat Alexa, Dia mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area mansion.
__ADS_1
Alexa melambaikan tanganya, Setelah mobil suaminya sudah cukup jauh. Alexa masuk kembali kedalam mansion.
Tanpa sadar, Sendari tadi sepasang mata menatap adegan itu dengan tatapan marah.
Dia benar benar marah, Dari raut wajahnya sudah terlihat bahwa dia sangat cemburu dan juga marah.
Siapa lagi kalau bukan Dewi, Ya. Dewi melihat adegan dimana Davies dan Alexa.
Bukan hanya Dewi saja yang terbakar jenggot, melainkan seorang lelaki juga ikut terbakar jenggot
Siapa lelaki itu?
Haha siapaa lagi kalau bukan Niko, Ya. Niko ikut melihat adegan Alexa dan juga Papa nya.
Api cemburu menjalar di matanya, Bagaimana tidak Alexa begitu sangat mersa terhadap Papa nya.
Brak...Niko menggebrak meja yang tepat di sampingnya.
Sedangkan Alexa, dia masuk ke dalam mansion tanpa memperdulikan Dewi maupun Nabila yang terus mengata ngatainya.
"Lihat saja nanti, Akan Aku pastikan suamiku akan mencampakanmu wanita hina!" Ucap Dewi yang membuat langkah Alexa terhenti.
Alexa berbalik dan menatap sinis ke arah Dewi, Dia melipatkan kedua tangannya.
"Kita lihat saja, Siapa yang nanti akan tercampakan. Aku atau kalian,"
"ALEXAAAA!!!"
Nabila terus memanas manasi mertuanya Dewi, Dia terus membuat Dewi terbakar jenggot.
"Ibu tidak boleh kehilangan Papa, Ibu harus bisa mengambil Papa. Bila perlu ibu harus singkirkan Alexa." Ucap Nabila yang membuat Dewi semakin akan melancarkan aksinya.
"Kamu benar, Kita harus secepatnya menyingkirkan wanita hina itu!"
Ketiga maid berjalan ke lantai atas, Mereka masuk ke dalam kamar utama.
Disana mereka ditugaskan untuk membantu Alexa, "Maaf sudah merepotkan kalian,"
"Ini sudah menjadi tugas kita untuk membantu anda Nyonya muda, Mari saya bantu."
Ketiga maid itu membantu Alexa mengubah kamar utama ini, Mereka membersihkan barang barang yang dulu.
Tak hanya ketiga maid, Melainkan kedua tukang juga membantu Alexa merenop kamar ini.
Tak butuh waktu lama, Kini kamar utama sudah Alexa sulap menjadi sebuah kamar baru yang sangat indah dan elegan.
Dimana nuansa warna putih menghiasi kamar ini, Dipadu dengan bingkai foto pernikahan Alexa dan juga Davies yang dicetak sangat besar.
Alexa menerapkan foto itu tepat di hadapan ranjangnya, Dia ingin saat dia maupun Davies bangun tidur. Wajah yang pertama mereka lihat adalah wajah bahagia mereka.
"Terimakasih, Sebagai hadiahnya saya akan menelaktir apapun yang kalian mau."
__ADS_1
"Benar nyonya?" Tanya salah satu maid yang memastikan itu, Alexa menganggukan kepalanya. Ketiga maid dan kedua tukang itu sangat senang, Mereka langsung berpamitan pergi untuk bersiap siap. Dan Alexa pun sama, Dia harus bersiap siap karna sebentar lagi akan masuk jam makan siang.
Sebelum itu, Alexa menyuruh Mbok Tarmi untuk menyiapkan makanan yang akan ia bawakan ke kantor.
Tak butuh waktu lama, Alexa sudah siap dengan dress putihnya. Dia mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh mbok Tarmi.
"Ambil ini, Beli lah apapun yang kalian mau." Ucap Alexa yang memberikan sebuah kartu kredit kepada salah satu maid, Mereka mengucapkan Terimakasih dan izin pamit.
Setelah itu Alexa langsung menuju ke kantor suaminya, Tentu dengan di dampingi oleh Putri dan juga beberapa berkas.
Sesampainya di kantor Davies, Alexa di sambut hangat oleh beberapa pegawai Davies.
"Mari Nona, Tuan Dav sudah menunggu anda diruanganya."
Alexa dan juga Putri langsung menuju ke ruangan Davies, Putri mengetok pintu Davies.
"Masuk!"
Klek... Putri membukakan pintu, Terlihat disitu Davies sudah duduk santai di sopa. Alexa menghampiri Davies dan putri menutup pintu itu, Tentu Putri tidak ikut masuk.
"Suamiku,"
"Kemarilah"
Alexa menghampiri Davies, Dia memeluk tubuh Davies dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Ayo makan, Mbok Tarmi tadi sudah memasak makanan kesuakaan Papa."
Alexa membuka kotak bekal dan menyajikanya ke piring yang sudah tersiap di ruangan Alexa, Dia mengambil sendok dan menyuapi Davies makan.
"Kamu sudah makan?"
"Belum,"
"ck! kenapa belum?" Davies mengambil alih piring, Dia menyuapi Alexa.
suap menyuapi sangat romantis antara Davies dan juga Alexa, Tak butuh waktu yang lama. makanan itu sudah ludes habis dimakan oleh keduanya.
Alexa mengusap perutnya yang kekenyangan karna Davies terus memaksanya untuk makan, "Perutku kenyang sekali," Alexa bersendawa kecil.
Davies membereskan itu, Dia mencuci tangannya dan kembali menghampiri istri tercintanya itu.
"Kenapa kamu menggunakan kartu kredit mu untuk mereka?" Tanya Davies, Jujur Davies sangat tidak suka saat Alexa memberikan kartu kredit nya kepada orang lain
Alexa berbalik menatap Davies, "Itu hadiah untuk mereka sayang, Tidak apa apa"
...----------------...
Hayy salam hangat dari author, Mohon terus dukung dan support karya ini dengan cara
LIKE+KOMEN+VOTE!!!!
__ADS_1