
...HAI, SEBELUM MEMBACA DIMOHON UNTUK YANG BELUM FAV SEGERA FAV ...
...DAN UNTUK YANG BELUM RATE, SEGERA RATE BINTANG 5....
Semenjak kejadian itu, Sindy mendadak menjadi pendiam. Kerap kali dia berteriak dan juga menangis.
Dengan dukungan dari kedua orangtuanya, Dia pergi jauh meninggalkan Indonesia. Baginya, Malam itu sungguh membuat dirinya menjadi sangat menjijikan.
"Semoga saja ini masih mimpi, Bangunkan aku..." Lirih Sindy.
Tak lama pesawat langsung lepas landas, Penerbangan menuju ke turki cukup memakan waktu yang lumayan. Sindy memejamkan matanya, Tanpa sadar kini di sampingnya sudah ada seorang laki-laki tampan.
Pesawat mendarat sempurna di bandara Udara Internasional Esenboga.
Sindy turun dari pesawat dengan
menggunakan kacamata hitam, Kedua matanya masih bengkak karna menangis tentunya.
Dengan menarik kopernya, Sindy berjalan perlahan. Hatinya masih bimbang saat dia harus hidup sendirian dinegri orang, Cukup membuat nyalinya menciut.
Sindy mengambil ponselnya, Dia mengabari keluarganya kalau kini dia sudah sampai di Turki. Setelah itu, Sindy kembali meng nonaktif ponselnya.
Dia melanjutkan perjalanannya, Saat hendak masuk ke dalam lobi, terlebih dahulu seseorang menabraknya dari belakang.
Bruk..
"Aw.." Ringis Sindy, Dia mengusap pundaknya yang terasa sakit.
"Ah, üzgünüm hanımefendi. Öyle demek istemedim, acelem vardı." Ucap seseorang yang menabrak Sindy menggunakan bahasa Turki tentunya.
"Oh, maaf Bu. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku sedang terburu-buru."
Sindy mengerutkan keningnya saat suara itu tak asing lagi di telinganya, Betapa terkejutnya Sindy saat melihat siapa laki-laki yang baru saja menabraknya itu.
Deg...
Laki-laki itu sepertinya mengalami hal yang sama, Dia terkejut saat melihat siapa bidadari yang ada di hadapanya ini. "Sindy...."
Pergerakan Sindy yang mau pergi seakan sudah terbaca oleh laki-laki tampan ini, Dia terlebih dulu menarik tangan Sindy dan membawanya kedalam mobil.
"Lepaskan.." Lirih Sindy, Laki-laki tampan itu melepaskan cekalan tangannya.Dia menatap wajah Sindy yang terlihat jelas raut wajahnya yang ketakutan.
"Hei... Kamu kenapa Sin?"
Tak lama terdengar suara isakan tangis, Sindy menangis! Tapi raut wajahnya bukan raut sedih melainkan ketakutan.
Laki-laki itu memeluk tubuh Sindy, Dia mengusap rambut Sindy. Setelah cukup tenang dan tak ada lagi isakan tangis, Dia mendongkak menatap Sindy.
"Ayo masuk..." Sindy mengangguk, Dia masuk ke dalam mobil Jepp hitam itu disusul dengan laki-laki tampan yang mengemudikan mobil itu.
__ADS_1
Mobil meninggalkan area bandara, Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang. Memasuki area apartemen Elite.
Mobil terparkir tepat di hadapan gedung, Laki-laki tampan itu terlebih dulu keluar dari mobilnya. Dia membuka pintu mobil dan mempersilahkan Sindy untuk keluar.
Laki-laki itu memberikan kunci mobilnya kepada satpam, "Parkiran mobilku!" Perintah laki-laki itu yang diangguki paham oleh satpam.
"Baik Tuan,"
Sesampainya di pintu apartemen, Laki-laki itu membuka pintu apartemennya. Keduanya langsung masuk ke dalam.
Sindy terdiam saat melihat kondisi apartemen mewah ini sama dengan apartemen laki-laki brengsek yang sudah merusaknya itu.
Tubuh Sindy bergetar, Dia langsung terduduk lemas di sopa. Sindy menutup matanya, Dia menghela nafas.
Melihat itu, Laki-laki tampan ini langsung mengambil air dingin untuk Sindy. Tak lupa dengan beberapa cemilan.
"Sin..." Panggilnya yang menyentuh pundak Sindy.
"Ahh! Lepaskan..." Kaget Sindy dia langsung terperanjat dari duduknya.
"Hey Sin, Ini aku..."
Sedetik kemudian Sindy mengusap wajahnya, "Ma-maafkan Aku..."
"Sudah, Minumlah," ucap laki-laki itu yang memberikan Sindy segelas air putih dingin.
"Tenangkan dulu dirimu, Baru setelah itu kamu ceritakan. Kenapa kamu kemari dan kenapa kamu seperti ketakutan."
Sindy menelan selipanya dengan susah payah, Apa dia akan sanggup menjelaskan apa yang terjadi kepadanya.
Dua jam sudah berlalu, Laki-laki tampan itu membiarkan Sindy untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Sindy keluar dari kamarnya karna tadi laki-laki tampan itu menyuruh Sindy untuk beristirahat dikamar.
Klek...
Sindy keluar kamar dengan kondisi yang sudah segar, Dia menghampiri laki-laki yang sedang terduduk di sopa tadi.
"Ri..."
Laki-laki tampan itu membuka matanya, Dia menangkap wajah cantik Sindy. Wanita yang sendari dulu dia cintai.
"Duduklah,"
Setelah Sindy duduk, Dia mulai menjelaskan permasalahannya. Laki-laki itu mendengarkan Sindy dengan serius.
Mendengar cerita dari Sindy, Terlihat wajah laki-laki itu seperti tengah menahan amarahnya.
"Laki-laki itu?"
"Di-didia Dia..."
"Bicara yang jelas Sindy!"
__ADS_1
"Dia menyentuhku..."
DUAR...
Bak tersambar petir laki-laki tampan itu melongo tak percaya, Tubuhnya seakan langsung lemas saat tau wanita yang sudah lama dia cari dan akhirnya bertemu dengan kondisi dirinya sudah tersentuh? Dia bukan laki-laki bodoh yang tidak tau artinya itu..
Bugh...
Laki-laki itu memukul dinding, Terlihat tanganya yang memerah serta urat wajahnya yang terlihat jelas.
...***...
Setelah itu Laki-laki tampan ini akhirnya membantu Sindy untuk bersembunyi, Apalagi dia tau laki-laki bejad yang sudah merusak wanitanya ini.
Dengan bantuan dari sahabatnya, Dia menyembunyikan identitas Sindy serta semua yang tadi. Dia juga menghapus nama Sindy dari penerbangan.
Tak hanya itu, Dia juga membantu Sindy sembuh. Sindy mengalami trauma serta depresi ringan.
Dan terbukti keesokannya langsung banyak yang mencari keberadaan Sindy, Bahkan sampai masuk ke berita.
"Aku akan menjagamu, Tenanglah.."
"Maafkan aku Ri, Aku-aku..."
"Sudah, Sebaiknya kamu beristirahatlah."
Laki-laki tampan ini membiarkan Sindy beristirahat, Kini dia ada di balkon kamarnya. Dia menyesap rokok yang ada di tanganya.
Hatinya sakit, Sungguh sakit. Bagaimana tidak? Wanita yang sudah dulu dia cari akhirnya bertemu saat di Indonesia.
Namun saat itu dia tidak engeh bahwa wanita itu adalah wanita yang sudah lama dia cari.
Dia baru mengetahui Sindy setelah kontrak kerja sama itu, Akan tetapi halangan ada saat dia mau menghampiri pujaan hatinya itu. Dengan kondisinya yang dibutuhkan di negrinya itu harus terpaksa meninggalkan Sindy.
Seakan sudah takdirnya, Kini dia bertemu kembali dengan wanita yang dicintainya itu. Namun dengan kondisi yang berbeda.
"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu kembali, Aku akan melindungi mu aku akan menjagamu, Akan aku pastikan si brengsek itu mengalami penderitaan!"
Sesuai dengan ucapannya itu, Dia berhasil membuat Williams terpuruk dengan obat-obatan merah serta minumam ker@s.
Kondisinya yang memburuk membuat dia puas, Namun belum puas lagi dengan dirinya yang ingin sekali menghajar brengsek itu.
{Hayoh, Kira-kira siapa laki-laki yang di panggil Ri, itu? apa ada yang tau???}
...---------------...
Hay salam hangat dari author, Sebelum itu author mohon maaf bila ada kosa kata yang salah. serta banyak typo, Author masih pemula jadi rahap dimaklumi. Mohon untuk dukungannya juga.
Dukung dan support terus karya ini dengan cara:
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
__ADS_1
bunga juga🌹🌹🌹