Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
PENGUMUMAN NOVEL BARU!!


__ADS_3

Hay semuanya, Salam hangat dari Author. Sini sini merapat, Author mau ngenalin kalian ke novel baru author nih!! tepatnya novel ke-3 Author.



Ceritanya itu semacam remaja sekolah yang tertikai banyak sekali perdebatan, Dendam! Huh pasti seru deh!! Yuk intip cuplikan bab dibawah ini👇


...CUPLIKAN BAB 2...


"What! Berantem? Sama siapa?"


"Udah nanti lu juga tau. Sekarang buruan ke Rooftop, sebelum abang lu babak belur!!" Azka menarik tangan Devannya untuk mengikutinya ke Rooftop, Disusul dengan Celine dan juga Mila.


Terlihat raut cemas di wajah Devannya, Dia sungguh sangat cemas. Dia mencemaskan Abangnya.


Sesampainya Di Rooftop, Devannya langsung berteriak histeris saat melihat abangnya yang sudah tersungkur.


"ABANG!!!!" Teriak Devannya yang langsung menghampiri Bara, Devannya tidak memperdulikan kalau kini banyak laki-laki dihadapannya.


Devannya membantu Abangnya terduduk, "Abang? Hiks.. Abang gapapa?" Devannya meringis melihat wajah tampan abangnya yang sudah banyak lebam.


Melihat adiknya menangis, Bara mengusap wajah cantik adiknya. "Abang gapapa nya.. Uhuk!" Bara terbatuk batuk karna tadi terkena t3nd4ng@n.


Devannya membantu abangnya berdiri, Namun saat hendak memapah abangnya, terlebih dulu lengan Devannya ditarik oleh seseorang.


"Akh!" Bara tersungkur kembali.


"Abang!!" Pekik Devannya, Dia mendongak dengan seseorang yang menarik tangannya.


"Lu mau abang lu gua lepasin?" Tawar seorang laki-laki tampan yang cukup terkenal di SMA Taruna Bangsa, Siapa lagi kalau bukan Rheivanno Dirgantara. Seorang preman sekolah yang ditakuti banyak orang, tak terkecuali Bara.


Devannya mencoba melepaskan cekalan tangan Rheivanno, namun sangat sulit. "Lepasin Vanya!!" Sentak Devannya yang meminta dilepaskan.


Bukannya melepaskan Devannya, Justru Rheivanno malah menarik Devannya hingga kini keduanya seakan saling berpelukan.


Bara yang melihat adiknya diperlakukan seperti itu, Dia langsung murka. "Lepaskan adik gua b@ngss4t!!!!!!" Umpat Bara.


Bugh!!


Anak buah Rheivanno menend4ng Bara, Hingga dia tersungkur kembali.


"Abang!!!"


"Hiks.. Lepasin bang Bara!! Vanya mohon..."


Teman-teman Devannya mencoba membantu, Namun dihalang oleh anak buah Rheivanno.


"Gua udah bilang kan? Lu mau abang lu gua lepasin?!"


Devannya mengangguk, Rheivanno mengukir senyum miring nya.

__ADS_1


"Jadi cewe gua sekarang juga!!!"


DEG!!!


"GA!! VANYA JANGAN MAU!! ABANG BAIK-BAIK AJA!!!" Bukannya Devannya yang menjawab, Justru malah Bara yang menolak keras.


Bugh!!!


Bugh!!!


Bugh!!!


Bara mendapatkan pvkvl4n lagi dari anak buah Rheivanno, Devannya yang melihat abangnya babak belur tentunya dia histeris.


"Lepasin abang Vanya!!!! hiks... lepasin...."


Rheivanno mengukir senyumannya, Inilah kelemahan Bara. Adiknya adalah sumber Kelemahan Bara, Maka Rhei harus memiliki sumber kelemahan itu.


"Mau jadi cewe gua, Atau abanglu abis ditangan gua hmm?" Rheivanno menangkup kedua pipi cuby Devannya, Devannya pasrah. akhirnya dia mau menjadi pacar dari Rheivanno.


"Vanya mau jadi pacar kak Rhei!" Final Devannya.


"BAGUS!!" Rheivanno menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Bara, Tak lupa dia menghampiri Devannya yang kini sudah menjadi kekasihnya.


"Besok kita bertemu lagi disini, oke sayang?" Devannya memejamkan matanya saat Rhei mengecup pipinya, Sungguh bukan ini yang dia inginkan.


"B0D0H!! KENAPA LU TERIMA TAWARAN SI BRNGSK ITU HAH?! ABANG BAIK-BAIK AJA VANYA!!!" Devannya hanya menundukan kepalanya, Baru kali ini Bara terlihat sangat marah bahkan nada suaranya meninggi.


Bara memeluk adiknya, "Nya. maafin abang, Bukan maksud abang buat berbicara seperti itu. Abang cuma gamau adik abang kenapa-kenapa.." Ucap Bara sambil membelai rambut adiknya, Devannya menangis dalam pelukan Bara.


"Maafin kita kak Bara, karna tadi gabisa bantu Vanya..." Lirih Mila dan juga Celine.


Bara tidak menjawabnya, Dia hanya sibuk dengan adiknya. Devannya mendongak menatap kedua sahabatnya itu, "Vanya gapapa, Udah jangan sedih.." Jawab Devannya.


Devannya membantu Bara berdiri, Dia memapah Bara. Dengan tertatih-tatih, Bara berdiri. bukan hanya Bara saja yang terluka, Tapi teman-temannya pun ikut terluka.


"Nya lu balik ke kelas aja, Abang gapapa. Abang mau bantuin temen abang." Ucap Bara yang meminta Devannya untuk kembali ke kelasnya.


Devannya menggelengkan kepalanya, "Ga! Vanya gamau balik ke kelas!! Temen-temen abang biar dibantu sama Celine dan Mila, Abang juga terluka! Vanya harus obatin abang!" Tolak Devannya.


Bagaimana mungkin dia meninggalkan abangnya yang sedang terluka? Sebagai adik yang baik tentunya dia harus mengobati luka itu.


"Cel, Mil. Vanya mau bawa bang Bara, Nanti kalau ada yang nanyain bilang aja Vanya ada tugas dari guru olahraga!"


"Tapi Nya!!"


"Mil!!"


Mila mengangguk pasrah, Devannya terpaksa berbohong karna dia takut nanti ada yang melaporkan kejadian ini, Pasti abangnya akan terkena amarah dari Ayahnya.

__ADS_1


Devannya membawa Bara lewat jalan belakang, Dia meminta Azka untuk membawakan motor Bara nanti.


Dengan hati-hati, Devannya memapah Bara. "Abang masih kuat jalan kan?" Tanya Devannya.


Bara mendongak, "Abang masih kuat nya! udah ayo.." Keduanya melanjutkan kembali langkah kakinya.


Sampai mereka sampai di tepi jalan, Devannya menyuruh Bara untuk duduk sebentar.


"Akh!" Ringis Bara saat kakinya dia tekukkan.


"Pelan-pelan bang," Devannya membantu abangnya untuk terduduk dibangku. "Abang punya masalah apa sih sama mereka?" Lanjut Devannya yang bertanya kembali.


"Lu gaperlu tau Nya, Udah sana beliin abang es. abang haus.."


Devannya langsung membeli es yang tepat ada di hadapannya, Dia membelinya dua satu untuk dirinya dan satu untuk abangnya.


Penjual Es tersenyum melihat kedua remaja sekolah itu, "Kalo pacaran itu di tempat romantis neng, bukan di pinggir jalan gitu." Sahut penjual es.


Devannya tersentak, "Aduh pak, Itu bukan pacar saya. itu abang saya.." Sentak Devannya, Dia langsung membayar es itu. dan menghampiri kembali abangnya.


Sedangkan itu di sisi lain, Tepatnya di sebuah markas yang terlihat menyeramkan. bagaimana tidak? suasana markas terlihat sangat gelap belum lagi suara musik dj yang menggema di markas itu.


"Hahaha lu yakin bakalan berhasil Rhei?"


"Tentu, Gua yakin rencana gua buat ngehancurin si Bara bakalan berjalan lancar!!" Jawab Rheivanno dengan tatapan tajamnya, Dendam di masalalu membuat keduanya saling bermusuhan.


Padahal dulu keduanya adalah kedua sahabat, Namun karna suatu permasalahan membuat persahabatan keduanya hancur.


Seorang laki-laki yang hampir mirip dengan Rheivanno mendekat ke arahnya, "Tapi Rhei, Devannya gaada sangkut pautnya dengan dendam lu!"


Mendengar itu Rheivanno memicingkan matanya, Dia menatap temannya itu. "Kenapa? lu suka sama cewe itu Fer?" Tanya Rheivanno dengan sering horornya.


Ferdian menggelengkan kepalanya, "Cih! bukan gitu maksud gua Rhei!! ah udahlah." Ferdian memilih mengakhirinya, Daripada nanti yang ada malah adu jotos lagi.


Rheivanno berdecak kesal, Dia memilih menikmati rokoknya. Tak lupa ditemani wanita-wanita bayarannya. Ya, Diusia yang muda Rheivanno sudah turun ke dunia dewasa.


Tentunya itu karna paktor lingkungan dan juga pergaulan Rheivanno, Belum lagi dia seorang pemimpin sebuah geng motor.


"Awal kehancuranmu akan segera dimulai, Bara!"


...----------------...


Hay Salam hangat dari Author, Seperti biasa author minta dukungan dan juga supportnya dari kalian semua untuk novel ke-3 Author. gas mampir!!!


mohon maaf bila banyak kesalahan kata, Yuk dukung karya ini!!!


LIKE+KOMEN+VOTE!!!


BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2