Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 71


__ADS_3

Sindy menatap tajam ke arah Williams. "Sebaiknya anda pergi!"


"Sin..."


"Pergi!"


Williams mengambil kunci mobilnya, "Baiklah aku akan pergi... Tapi dengan kamu..." Dengan tersenyum Williams menggendong Sindy.


"Kyakkkkkk..."


Williams menggendong Sindy, Dia menurunkannya di dalam mobil. "lepaskan!"


Dia menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Bude Rie, Sindy terus memberontak sampai Williams terpaksa menghentikan mobilnya.


"Buka pintunya sialan!" Sindy mencoba membuka kunci pintu dari pintu Williams, Namun tanpa sengaja dia malah menggesek sesuatu dibawah. Williams memegangi tangan Sindy, Dia menatap Sindy.


Dan Cup! Williams mengecup bibir Sindy. Sindy terdiam seribu bahasa, Saat dia hendak sadar namun terlebih dulu Williams menarik tengkuk leher Sindy.


Tanpa sadar Sindy membalas ciuman itu, Namun sedetik kemudian dia memukul dada bidang Williams. Williams melepaskan tautan itu, Namun dia menggigit kecil bibir Sindy yang sudah menjadi candu untuknya itu.


"Kurang ajar!!!" Sindy memegangi bibir nya yang perih karna gigitan dari Williams, Sedangkan Williams yang melihat itu dia hanya tertawa kecil.


Dia kembali menjalankan mobilnya namun bisa-bisanya bensin mobil ini malah habis, Williams memukul stir nya saat Sindy berhasil keluar dari mobil.


Williams mengejar Sindy, Tanpa butuh waktu yang lama Williams sudah menangkap singa kecilnya itu.


"Lepaskan sialan!! Lepaskan aku!!!" Sindy memberontak di pelukan Williams, Orang-orang yang melihat itu mereka awalnya mengira kalau itu perbuatan kejahatan namun saat Williams menjelaskannya mereka langsung tersenyum.


"Diamlah! Mereka menatap kita!" Williams mengeratkan pelukannya.


Saat dicukup sudah tidak ada yang menatapnya, Williams melepaskan pelukannya itu. Dia mengecup kening Sindy.


"Aku tau perbuatan ku dulu sangatlah tidak pantas mendapatkan maaf darimu, Tapi aku mohon... Jangan pernah menjauh dariku..." Sindy terdiam saat Williams mengatakan itu.


"Dan aku juga tau kamu mencintaiku kan?" Wajah Sindy memerah, Dia memalingkan wajahnya. "Tidak!"

__ADS_1


Williams terkekehSaat dicukup sudah tidak ada yang menatapnya, Williams melepaskan pelukannya itu. Dia mengecup kening Sindy.


"Aku tau perbuatan ku dulu sangatlah tidak pantas mendapatkan maaf darimu, Tapi aku mohon... Jangan pernah menjauh dariku..." Sindy terdiam saat Williams mengatakan itu.


"Dan aku juga tau kamu mencintaiku kan?" Wajah Sindy memerah, Dia memalingkan wajahnya. "Tidak!"


Williams terkekeh kecil, "Tatap wajahku sayang,"


"Kita perbaiki semuanya? Kita mulai dari awal semuanya?"


"Aku mohon Sin, Beri aku kesempatan untuk mendapatkan maaf darimu.."


Sindy menatap mata Williams, Terlihat ketulusan dari mata Williams. "Baiklah aku akan memberikanmu kesempatan,"


Sindy akhirnya memberikan kesempatan untuk Williams, Bukan tanpa sebab tapi ketulusan Williams mendapatkan maaf sangatlah tulus. Sejujurnya hati Sindy masih terlukis indah nama Williams.


Williams memeluk Sindy, Dia berjanji akan memperbaiki semuanya. Apapun itu, Dia akan memperbaiki nya.


Hari terus berlalu, Williams semakin bersemangat mendapatkan maaf dari ibu Maria, Walaupun sudah banyak penolakan yang didapatkan oleh Williams dari Ibu Maria.


Alexa tersenyum manis saat mendapatkan kabar kalau Williams berhasil mendapatkan maaf dari Ibu Maria, Alexa menelpon Sindy.


"Calon pengantin nih..."


Sindy tersenyum kaku saat mendengar itu dari Sahabatnya Alexa, Memang setelah Williams mendapatkan maaf dari ibunya. Dia langsung melamar Sindy.


Williams saat ini sedang ke turki untuk melihat makam anaknya, Sindy tidak ikut karna bisa-bisa nanti sakitnya malah kambuh.


"Bagaimana kabarmu Sin?" Tanya Alexa dibalik telpon.


"Kabarku baik Al, Ah iya dimana si tampan Vio?"


"Vio masih sekolah, Ah iya sudah dulu ya aku mau menjemput dulu Vio."


"Bailah hati-hati,"

__ADS_1


Tut...


Sambungan telpon terputus, Alexa mematikan ponselnya. Dia menatap jam tangan yang yang menunjukan pukul 8 .


"Kenapa aku mendadak menjaga tidak karuan gini?" Alexa mengusap perutnya yang sudah membuncit itu, Kandungan Alexa sudah masuk 8 bulan. Dan sebentar lagi Alexa akan melihat baby twins nya.


Dengan perasaan yang gelisah, Alexa masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh supir pribadi mansion.


Sesampainya di sekolah kanak-kanak, Alexa turun dari mobil dengan dibantu oleh Supir. "Terimakasih mang.."


"Sama-sama Nyonya..."


Alexa menunggu Elvio keluar dari kelas, Dia menunggu tepat di hadapan kelas Elvio.


Tak lama bel berbunyi, Semua anak-anaknya keluar dari kelasnya. Elvio keluar dari kelas, Dia langsung memeluk tubuh Alexa.


"Why boy?" Alexa merasa heran dengan Elvio yang nampak terlihat murung.


Elvio mendongak menatap Alexa, "Mom, Tadi Vio tertidur. Vio bermimpi ada yang jahat sama mommy..."


"Itu hanya bunga tidur saja, Ayo sebaiknya kita pulang..."


Tanpa sadar dari keduanya, Sendari tadi ada yang menatap tajam ke arah keduanya.


"Tunggu waktu yang tepat, Kamu akan merasakan hal yang aku rasakan dulu Alexa!"


...----------------...


Hay mohon maaf author cuma bisa up dikit, Author masih sakit dan saat ini author sedang di rawat.


jadi mohon pengertiannya, Author belum bisa up seperti dulu.


terus dukung dan support karya ini dengan cara:


LIKE+KOMEN+VOTE!!

__ADS_1


__ADS_2