
"Suamiku, Kita mau kemana?" Alexa bertanya saat pagi-pagi sekali suaminya ini mengajaknya untuk bersiap-siap, Tanpa berniat menjawab Davies hanya tersenyum menatap istrinya.
Davies mendekat ke arah Alexa, "Nanti juga kamu akan mengetahuinya, Jadi bersiap-siaplah."
Alexa mengendus kesal karna ini masih pagi sekali atau lebih tepatnya subuh, Dengan malasnya Alexa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi, Davies mengambil ponselnya dia menelpon seseorang.
"Bagaimana?"
"***"
"Bagus! Pastikan semuanya berjalan dengan lancar, Dan perketat keamanan!"
Tut..
Davies memutuskan sambungan telpon, Dia merapihkan rambutnya dan langsung keluar dari kamar untuk menemui anak-anaknya.
Pertama-tama Davies masuk ke kamar Elvio, Terlihat Elvio sudah siap dengan kaos putih dan juga celana Hitam ditambah dengan jaket coklat yang membuat tampilannya sungguh tampan.
"Sudah?"
Elvio mengangguk, "Sudah Dad," Jawab Elvio sambil menghampiri Davies, Davies menggendong Elvio.
"Anak daddy sangat tampan, Ayo kita lihat twins?"
"Ayo!!!"
Keduanya langsung keluar dari kamar Elvio dan langsung menuju ke kamar Baby Twins, Terlihat pintu kamar Twins terbuka dan terlihat dengan jelas Oma sudah ada di sana bersama Twins.
"Dav, Kita mau kemana ini masih pagi! Tidak bagus udaranya untuk Twins." Tanya Oma kepada Davies.
Davies menurunkan Elvio dari gendongannya, Dia beralih menggendong baby Aleesya. "Nanti juga kalian akan mengetahuinya, Sudah ayo sebaiknya kita makan dulu." Oma mengangguk, Mereka langsung menuju meja makan yang sudah tersaji banyak makanan.
Sedangkan itu Alexa kini tengah berdandan tipis, Entah kemana suaminya ini akan membawanya. Padahal dia masih mengantuk karna sebelumnya Davies memberikan Alexa hukuman kenikmatan karna menggodanya tadi.
Tubuh Alexa seakan remuk redam, Encok rasanya! Terakhir Alexa mengoleskan lipgloss, setelah itu dia berlanjut dengan menggunakan Sweater hangat karna cuaca hari ini sangat dingin.
Tak lupa dia membawa beberapa make-up nya, Seperti biasa Alexa tampil dengan sangat cantik.
Dia membuka pintu kamarnya, Alexa keluar dari kamarnya dan berlanjut menuruni tangga.
Terlihat disana semuanya sudah menunggu Alexa, Davies memanggilnya untuk makan terlebih dahulu.
"Makanlah yang banyak karna kita akan melakukan perjalanan yang cukup jauh." Ucap Davies.
__ADS_1
Mereka semua makan dengan sangat lahap, Tak lupa Elvio meminum susu hangat juga. Selesai makan Alexa menggendong baby Albert karna dia terus saja menangis.
Alexa mencoba menenangkannya dengan memberikannya asi, Terbukti Albert langsung terdiam. Davies menghampiri istrinya dia memasangkan syal kepada Alexa.
"Terimakasih suamiku,"
Cup..
"Sama-sama, Ayo..."
Davies memboyong keluarganya untuk masuk ke dalam mobil, tak lupa dengan kedua babysitter. Sebelumnya Davies sudah menitipkan mansion ini kepada pengurusnya seperti biasa.
Mobil yang ditumpangi keluarga Ling itu langsung melaju menuju bandara. Awalnya Alexa sedikit bertanya kepada suaminya ini, Sebenarnya kita mau kemana? kenapa ke bandara? itulah yang selalu ditanyakan oleh Alexa kepada suaminya itu.
Sepanjang pejalanan hanya terdengar suara mobil, Tak ada obrolan apapun lagi. seperti saat ini kini Baby Twins dan juga Elvio sudah tertidur kembali.
Sesampainya di bandara, Mereka langsung turun. Davies menggendong Elvio yang tertidur pulas itu, Alexa menggendong baby Aleesya dan baby Albert digendong oleh Babysitter.
Mereka langsung masuk ke dalam pesawat pribadi, Tak lama setelah semuanya sudah masuk dan sudah stay di dalam pesawat, Pesawat itu langsung lepas landas.
Karna masih mengantuk Alexa kembali tertidur, Davies mengecup kening Alexa. Tak lama dia pun ikut tertidur karna sejujurnya diapun masih sangat letih.
Sedangkan itu di Indonesia, Tepatnya di mansion Ling. Semuanya sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan keluarga Ling, Sindy menjadi orang yang sibuk karna dia saat ini sedang menyiapkan makanan kesukaan Elvio.
"Ya, Akupun. Entah bagaimana dia sekarang, Pasti sudah sangat tampan?"
"Ya itu sudah pasti,"
Sindy dan juga Putri berlanjut dengan mengecek beberapa makanan yang akan menjadi hidangan itu, Tak lupa keduanya juga merapihkan beberapa bunga yang akan menyambut kedatangan Alexa.
"Sayang, Sudah aku bilang bukan? jangan terlalu banyak bergerak!" Tegur Williams yang tak suka saat melihat istrinya itu terlalu banyak bergerak, Bahkan kini selalu saja mengangkat barang yang lumayan berat.
Sindy terkekeh melihat reaksi suaminya, "Tidak apa-apa sayang, Sesekali aku ikut membantu. lagian untuk apa juga aku disini jika tidak membantu? sundah sana sebaiknya kamu cek keamanan mansion, karna nanti sepertinya akan banyak wartawan." Ujar Sindy sambil menyuapi suaminya ini dengan buah apel.
Williams mengangguk, "Hmmm ya baiklah, Kamu tunggu disini. jangan melakukan hal apapun lagi! ingat itu?!" Sindy mengangguk paham, Williams langsung keluar mansion untuk mengecek keamanan yang sudah diperketat itu. Dia tidak ingin kebobolan lagi seperti dulu.
Williams mengecek semuanya, Setelah dirasa cukup aman dia langsung menghampiri beberapa bodyguard yang sudah disiapkan untuk menjemput Tuan dan Nyonya nya itu.
"Tuan Dav sebentar lagi sampai, Kalian Stay di bandara! pastikan semuanya aman. ingat Tuan Dav tidak suka jika banyak orang yang menatap keluarganya, Jadi pastikan Tidak ada wartawan ataupun yang lainya. kalian paham?" Dengan tegasnya Williams menjelaskan itu kepada para bodyguard.
Para bodyguard mengangguk paham, Dengan kompaknya mereka langsung menjawab. "Paham, Tuan!"
"Bagus, Sekarang kalian langsung ke bandara! ingat pesan saya jangan terlalu dekat dengan Tuan Dav ataupun yang lainya, Karna mereka tidak terlalu suka di kawal!"
"Baik Tuan,"
__ADS_1
"GO, Silahkan..."
Para bodyguard itu langsung menjalankan perintah dari Williams, Mereka yang berjumlah 6 orang itu langsung menuju bandara untuk menyambut Davies dan juga yang lainnya.
Setelah memberikan perintah dan mengecek keamanan, Williams kembali bergabung bersama istri dan juga yang lainnya.
Selain keamanan mansion, Williams juga menerapkan keamanan untuk istrinya. karna kini status sebenarnya dirinya siapa akan terungkap.
Entah bagaimana reaksi Sindy setelah mengetahui siapa suaminya ini, Williams tak mau ambil pusing karna bagaimanapun siapapun dia. Williams akan tetap menjadi Williams, Dia tidak perduli dengan status sebenarnya dirinya itu.
"Sudah?" Sindy bertanya saat melihat suaminya kembali dan duduk di sampingnya.
Williams mendongak menatap istrinya, Dia mengangguk. "Sudah, Semuanya sudah aman sayang." Jawab Williams yang diangguki oleh Sindy.
Williams mengobrol kecil bersama Ardi, Suami Putri. Dia menanyakan prihal perusahaan Winata, Ardi menjawabnya dengan lantang. Williams cukup suka gaya bicara Ardi saat ini yang terlihat sudah cocok menjadi CEO, Tentunya di perusahaannya sendiri bukan di Perusahaan Winata.
"Kalau ada masalah, Beritahukan saya. jangan sungkan."
Ardi mengangguk, "Baik Tuan."
"Tidak usah memanggilku Tuan, Panggil saja Li."
Sindy menggendong baby Amanda yang terlihat anteng. "Amanda sangat cantik sekali, Sepertinya jika sudah besar nanti Elvio akan terpicut dengan pesona Amanda." Ucap Sindy yang langsung mendapat senyuman dari Putri.
Di sisi lain tepatnya di pesawat, Alexa mengeram kesal karna suaminya ini baru memberitahukan tujuannya.
"Aku sepertinya mengenali tempat ini?"
"Ya, kita BACK TO INDONESIA..."
...----------------...
Hate salam hangat dari author. Seperti biasa ya author minta dukungan serta support nya dari kalian untuk novel ini, Akhir-akhir ini nurun sekali novel ini. Entah karna alurnya ataupun authornya, Do'akan semoga Novel ini selalu menghibur kalian.
Yuk dukung serta support novel author dengan cara:
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
BUNGANYA JUGA🌹🌹🌹
Jangan lupa mampir ke novel ke-2 Author, "TERLANJUR JATUH CINTA"
DUKUNGAN DARI KALIAN, SEMANGAT BAGI AUTHOR.
__ADS_1