Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 66


__ADS_3

"Sayang, kamu baik-baik saja?" Tanya Alexa dengan wajah yang cemas, Sendari tadi Suaminya itu terus saja bolak-balik ke kamar mandi.


Dengan tubunya yang lemas, Davies mengangguk. "Hmm aku baik-baik saja sayang, Aku hanya lemas dan mual saja."


Alexa membantu suaminya berjalan, Terlihat dari raut wajahnya yang lesu.


"Tunggu sebentar, aku akan mengambil teh hangat untukmu." Ucap Alexa, Namun sebelum itu Davies menarik tangan Alexa.


"Tidak perlu, Kemarilah temani aku tidur.." Davies memeluk tubuh Alexa, Dia membenamkan wajahnya di pundak Alexa. Alexa tertawa kecil saat merasakan jenggot Davies yang menusuk pipinya.


Alexa menoleh menatap suaminya yang sudah tertidur itu, Dengan perlahan dia membenarkan tidur Davies. Setelah itu dia turun kebawah untuk membuatkan suaminya itu sarapan.


"Pagi mom..." Sapa Elvio yang ber pas-pasan dengan Alexa. Dia berlari memeluk Alexa.


"Pagi juga Boy," Alexa membalas pelukan itu, Dia mendongkak mencium pipi dan kening Elvio.


Dengan tersenyum manis, Alexa mengusap wajah tampan Elvio. "Anak mom sangat tampan, Sudah siap untuk bersekolah??"


"Siapppp.....!!!" Jawab Elvio dengan berteriak.


Alexa tertawa, "Sutt jangan keras keras, nanti Daddy bangun.."


"Daddy tidak berkerja Mom?" Tanya Elvio. Dia mengikuti langkah kaki Alexa yang menuju dapur, Tentu dengan menggandeng tangannya.


"Daddy sedang sakit, mangkannya dia tidak berkerja." Jawab Alexa.


Wajah sedih Elvio terlihat, Sedetik kemudian terdengar suara isakan tangis Elvio. Alexa mengerutkan keningnya saat melihat putranya itu menangis.


Dia berjongkok tepat dihadapan Elvio. "Hey boy, Kenapa menangis hmm?" Alexa bertanya dengan mengusap air mata Elvio.


"Hiks... Mom kenapa tidak bilang kalau Dad sedang sakit? Dad pasti pusing membiayai Vio sekolah. Vio sudah bilang, Vio gamau sekolah... Hikss..."


Alexa memeluk Elvio, "Sudah berhentilah menangis, Dad itu sakit bukan karna itu sayang... Daddy hanya demam, Mungkin dia hanya kelelahan saja."


"Benarkah?" Alexa mengangguk, "Tentu saja, Sudah sana sebaiknya Vio cepat sekolah biar nanti bisa membantu Daddy?"


"Baiklah, Vio sekolah dulu ya mom.. Muah..." Elvio menyeka air matanya, Dia mengecup pipi Alexa.


Air mata Alexa menetes, Elvio kini sudah mulai masuk TK namun dihari pertamanya Alexa tak bisa mengantarnya karna dia tidak diperbolehkan oleh suaminya itu untuk berjalan jauh.


Elvio pergi kesekolah kanak-kanak dengan ditemani oleh babysitter nya, Wajahnya yang tampan serta diantar dengan mobil mewah membuat beberapa orang bertanya-tanya siapa Elvio?


Dengan dua bodyguard, Elvio masuk kedalam kelasnya. Dia duduk tepat dibangku depan.


Alexa melanjutkan masakannya saat sudah memeriksa Elvio sampai dengan selamat di sekolah, Aroma sup ayam yang sungguh menggoda membuat beberapa maid menghampiri dapur.


"Eh Nyonya,"


Para maid langsung canggung saat mendapati aroma itu dari sup buatan Nyonya mereka, Alexa tertawa melihat itu.


"Kalau kalian mau, Ambilah." Sahut Alexa, Dia membawa nampan berisikan sup hangat dan juga segelas susu.

__ADS_1


"Terimakasih Nya..." Teriak maid yang kegirangan karna bisa merasakan masakan Nyonya mereka, Sungguh sangat nikmat.


Klek..


Alexa membuka pintu perlahan, Dia melihat suaminya yang masih tertidur.


Dia menaruh nampan itu di atas meja, Dia membangunkan Davies.


"Bangun sayang, Ayo makan dulu.."


Davies tak kunjung membuka matanya, Alexa kesar karna bukannya membuka mata justru Davies malah menarik tubuh Alexa ke pelukannya.


"Makan dulu, Nanti keburu dingin..."


"Sebentar saja..." Davies membenamkan wajahnya di dada Alexa, Namun sedetik kemudian Alexa menggigit bibirnya saat Davies malah menyesap.


"Akh!" Davies tertawa saat berhasil menciptakan cap di pagi hari, Alexa melihat itu dia langsung memukul dada bidang suaminya itu.


"Suapi aku... Aak..." Ucap Davies, Dia membuka mulutnya.


"Kenapa suamiku yang tua ini mendadak menjadi manja!" Alexa terkekeh pelan, Dengan telatennya dia menyuapi Davies.


"Siapa yang masa... Amm.." Tanya Davies yang mendapat sumpalan sendok dari Alexa.


"Telan dulu baru bertanya,"


"Ck!"


Sup itu langsung ludes habis, Alexa memberikan segelas susu kepada Davies.


"Iyakah? Tapi ini bagus buat tulangmu.."


"Benarkah?" Alexa menangguk, "Iya, Jadi minumlah.."


"Baiklah aku akan minum susu, Namun susu gantung.." Davies mengangkat alisnya.


Mendengar itu Alexa mengerutkan keningnya, "Susu gantung?"


Davies mengangguk, "Ya, Susu gantung..."


Setelah sudah paham, Alexa membulatkan matanya. Dia mumukul lengan Davies.


"Akh, lepaskan mas..."


"Tidak bisa! Aku mau minum susu dulu, katanya kan itu bagus untuk tulang?"


Davies berhasil membuat Alexa pasrah, Dengan beringas nya dia langsung meminum susu itu. Membuat si empunya susu itu meringis kecil.


Tentu saja tak hanya minum susu, Pagi ini diawali dengan sarapan komplit.


Davies keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang segar, Sedangkan Alexa dia menggerutu kesal karna suaminya itu malah membuat dia harus mandi lagi.

__ADS_1


Cup!


Davies mengecup kening Alexa. "Terimakasih sayang..."


"Sama-sama suamiku..." Alexa mengalungkan tangannya ke leher Davies, Dia mengecup bibir tebal Davies.


"Sudah, Ayo turun ke bawah. Sebentar lagi Vio pulang sekolah," Davies mengangguk, Keduanya langsung keluar menuju lantai bawah.


Keduanya menunggu di ruang santai, Alexa membaca Buku-buku kehamilan. Sedangkan Davies dia memainkan rambut Alexa, Sesekali dia mengecupnya.


Melihat keromantisan Tuan dan Nyonya nya itu, Para maid termasuk Mbok Tarmi ikut tersenyum bahagia.


Tak lama terdengar suara klakson mobil, Alexa menutup bukunya saat Elvio memanggil namanya.


"Mommy...."


Dengan berlari, Elvio menghampiri Alexa dan juga Davies. Namun kedua mata Alexa tertuju tajam ke bola mata Elvio yang seperti habis menangis.


Bruk..


Elvio memeluk tubuh Davies dan juga Alexa, Davies mengangkat Elvio dan mendudukinya di pahanya.


"Why?! Kamu kenapa sayang?" Alexa langsung mengambil alih Elvio, Davies mengerutkan keningnya. Dia menatap kedua bodyguard dan juga babysitter Elvio.


Elvio menangis dalam pelukan Alexa, Dia memeluk mommynya itu. "Hikss... Hiks..."


"Ada apa sayang?"


Elvio mendongak menatap Alexa, "Mom benarkah Vio akan mempunyai adek bayi? Hikss"


"Iya sayang, Vio akan punya adek bayi..." Jawab Alexa sambil menyeka airmata Elvio.


"Mereka bilang, Setelah Mom dapat adek bayi.. Vio akan di buang.. Hikss... Kata mereka Vio akan di buang karna Vio bukan anak mom... Huaaa..."


Davies langsung berdiri, Dia membanting remot yang dia pegang. "SIAPA YANG MENGATAKAN ITU?!" Tanya Davies.


Elvio terkejut mendengar suara keras Davies, Dia memeluk Alexa dengan ketakutan.


Alexa menatap Davies, Dia menggelengkan kepalanya. "jangan takut sayang, Daddy hanya bertanya. Sudah jangan dipikirkan, Kamu anak Mom dan juga Dad! Sampai kapanpun akan tetap menjadi anak kami..."


Alexa menangkup kedua pipi Elvio yang memerah itu. "Dengarkan Mom, Jangan pernah dengarkan mereka! Elvio Anak Mom! Walaupun nanti akan ada Adek Bayi, Tapi itu tidak akan ada namanya membuang Vio..."


"Benarkah Mom?"


Alexa mengangguk, "Tentu saja, Sudah berhentilah menangis. Abang Vio tidak boleh menangis!"


...----------------...


Hay salam hangat dari author. Seperti biasa Author minta maaf bila ada kesalahan kata atau penulisan yang salah, Author sedan tidak enak badan juga jadi mohon maaf🙏


Yuk terus dukung dan support karya ini denga cara:

__ADS_1


LIKE+KOMEN+VOTE!!!


BUNGA JUGA🌹🌹🌹


__ADS_2