Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 54


__ADS_3

Tubuh Alexa rasanya remuk redam, Suaminya benar benar menghukumnya dengan menjerit keras dibawah tubuhnya. Hukuman yang sungguh sangat nikmat.


Alexa mengeliat kecil, Dia membuka matanya dan perlahan-lahan wajahnya bertemu dengan dada bidang suaminya. Alexa mengdokak menatap wajah tampan suaminya, Tangan mungilnya mengusap wajah yang sungguh sangat tegas.


"Aku sangat bahagia, Semoga ini yang terakhir kalinya, Dan kamu adalah jawaban dari semua yang aku rasakan. I love u suamiku," Lirih Alexa, Dia mengecup pipi Davies.


"I love u too," Alexa terkejut, Davies langsung memeluknya dengan erat. "Haihhh,"


"Akh, Sayang lepaskan aku mau mandi." Ucap Alexa yang mencoba melepaskan tangan kekar Davies di pinggangnya.


"Tidur lagi, mandi nanti saja?" Alexa menggelengkan kepalanya, "Tidak tidak, Ini sudah mau siang suamiku, Ayolah aku lapar!"


Davies langsung bangkit dari tidurnya, Dia menggendong Alexa menuju kamar mandi, "Mandilah, Atau mau aku mandikan lagi?" Goda Davies.


Spontan Alexa menggelengkan kepalanya, "Tidak... Tidak... Nanti yang ada bukannya mandi lagi, Sudahh sana." Davies tertawa kecil, Dia menutup pintu kamar mandi dan mempersilahkan istrinya untuk menyegarkan tubuhnya.


Dia mengambil pakaian yang berserakan di lantai, dengan bertelanjang dada hanya dengan boxster Davies mengambil ponselnya.


"Cepat," Tut... Sepertinya Davies memesan makanan, Dia menutup telpon saat setelah memesan.


Sekitar 20 menit. Alexa keluar dari kamar mandi dengan kondisi yang sungguh sudah sangat segar, "Mandilah Mas,"


Davies mengangguk, Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Alexa dia mengambil ponsel Davies dan melihat panggilan, "Ckckck, Suamiku ini sangat romantis juga." Ucap Alexa saat melihat layar ponsel Davies yang berisikan foto dirinya.


Alexa berjalan dan memilih pakaian santai, Dia ke meja rias untuk merias wajahnya. Tak lama makanan yang di pesan Davies datang, Alexa menyajikan makanan itu.


Sambil menunggu suaminya, Alexa memainkan ponselnya. Dia baru ingat kalau sekarang dia ada di Korea, Alexa tersenyum manis saat dia ingat bahwa dia akan bertemu dengan idolanya.


"Ahhh rasanya tak sabar bertemu denganmu Suho..." Lirih Alexa dia mengusap foto Idola drakor nya yaitu, Cha eunwoo.



"Suho? siapa dia?"


"Ahh suamiku, Ayo makan.." Ajak Alexa, Dia menarik tangan suaminya untuk duduk di meja makan.


Alexa menyajikan makanan untuk Davies, Saat hendak menyuap, Davies kembali bertanya. "Siapa Seho?"


"ck! makanlah dulu sayang..."


****

__ADS_1


Sedangkan itu di Indonesia, Tepatnya di perusahaan Ling group. Terlihat seorang laki laki-laki yang cukup tampan walaupun tak setampan Davies, Dia tengah memeriksa beberapa fail dari Sekertaris Sin Sin.


Pandangannya beralih ke baju kerja yang dikenakan oleh sekretaris Sin Sin, Terlihat sungguh sangat ketat dan juga pasti akan membuat beberapa laki-laki menatapnya lapar.


"Apa tidak ada baju lain?" Tanya Sekertaris Li kepada Sindy, Ya laki-laki itu adalah Williams atau lebih jelasnya Sekertaris Li.


Mendengar pertanyaan itu, Sindy mengerutkan keningnya dia menatap bajunya yang terlihat normal. "Maksudnya?"


"Cih! Apa tidak ada baju yang lebih pantas? Kamu tidak liat baju mu ini sungguh sangat murahan!"


DEG...


Sindy dibuat terkejut, Dia sungguh sangat marah saat dibilangin baju nya murahan, padahal baju yang dia kenakan masih normal.


"A...."


"Ganti baju mu!" Potong Sekertaris Li, Sindy yang kesal dia langsung pergi dan tak lupa dia menutup pintu ruangan Sekertaris Li dengan keras.


Brak....


Tanpa memperdulikan tatapan yang lain, Dia langsung menuju ke ruanganya. "Apa maksudnya coba? Baju ku masih normal! Dasar!" kesal Sindy, Dia mengambil baju yang ada di ruanganya. Setelah cukup perfect, Sindy keluar dari ruangannya dengan beberapa berkas.


Hari ini ada pertemuan dengan kolegan Tuan Dav yang akan diwakilkan oleh Williams dan juga dirinya, dengan menggunakan mobil Sekertaris Li, keduannya langsung menuju ke salah satu cafe.


"Mohon maaf saya sedikit terlambat," Ucap Sekertaris Li, Dia menjabat tangan dengan kolegan Tuanya.


"Ah saya rasa tidak Tuan, Mari." Keduanya duduk berhadapan dengan disusul oleh Sindy, Sekertaris Li meminta Sindy untuk menjelaskan.


Fahri, Kolegan Davies langsung terpesona akan kecantikan yang dimiliki oleh Sindy. Setelah Sindy selesai menjelaskan, Dia langsung merebut map itu dan menandatanganinya.


"Tu...?"


"Saya setuju, Sudah kan?" Sindy tersenyum manis, Dia mengangguk. "Baik Tuan, kalau begitu Terimakasih,"


Saat hendak pergi, Fahri mencekal tangan Sindy dan menahannya. Tanpa sadar itu membuat wajah Sekertaris Li memerah, Dia melepas cekalan tangan Fahri dari tangan Sindy. "Maaf Tuan, Kami buru buru."


Nampak wajah sedih, "Ah tidak tidak maafkan saya, Emmm bolehkah saya tau namamu?" Tanya Fahri kepada Sindy, Sindy menatap Williams.


"Namaku Sindy Tuan," Jawab Sindy dengan tersenyum ramah.


"Nama yang bagus seperti orangnya, Ah iya lain kali bisa bukan kita jalan?"

__ADS_1


"Hmmm tentu saja Tuan,"


"Ini kartu namaku," Fahri menyerahkan kartu namanya, Sindy menerima itu dan berpamit untuk pergi.


Rahang Williams mengeras saat Fahri menyentuh tangan Sindy, Dan sikap Sindy yang sungguh sangat membuat Williams murka karna dia mudah saja di sentuh.


"Dia tak beda dengan wanita jallang lainya," Batin Sekertaris Li.


Keduanya masuk ke dalam mobil, Sekertaris Li mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sindy terkejut dia langsung berpegangan dan memejamkan matanya.


Cit... Williams mengrem mobilnya tiba-tiba, Tentu itu membuat Sindy terbentur.


"Agh, Apa kamu gila?!" Bentak Sindy, Dia mengusap keningnya.


Dengan tatapan tajam, Sekertaris Li menatap Sindy. Sindy yang di tatap seperti itu langsung menelan selipanya. "Emm... Ke-kenapa?"


Tanpa ba bi bu, Williams langsung menarik tengkuk leher Sindy dan melummat habis bibirnya. Sindy yang mendapatkan serangan itu dia langsung tersedak sesak, Dia memukul dada bidang Williams.


Williams menggigit bibir Sindy hingga membuat Sindy menjerit, "Akhh sialan! Apa yang kamu lakukan!"


Williams tersenyum sinis, "Kenapa? Kenapa kamu marah? Bukanya itu sudah menjadi hal yang biasa?" Tanya Sekertaris Li dengan nada mengejek.


Plak...


Sindy menampar Williams, "Jaga ucapanmu Williams, Meskipun aku wanita tidak benar tapi aku menjaga kesucian tubuhku termasuk bibirku! Kamu mencuri ciuman pertamaku!" Bentak Sindy yang tak Terima saat dirinya dianggap sungguh sama seperti jallang dimata Williams.


Tamparan panas itu membuat Williams marah, Dia kembali menarik tengkuk leher Sindy dan kembali menguasai bibir mungilnya itu.


Tanpa memperdulikan Sindy yang meronta ronta, Williams terus menyesap menggi.git bibir kecil itu.


"Bajing@n!"


"Cih! Jangan berlaga so suci! Baiklah aku akan tunjukan bangs@t sesungguhnya."


Williams mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen nya.


Mendengar itu, Sindy membulatkan matanya dia sangat panik. "Tidak tidak... turunkan Saya!"


...----------------...


Hayy salam hangat dari Author, Seperti biasa mohon untuk terus mendukung dan meng support karya ini dengan cara:

__ADS_1


LIKE+KOMEN+VOTE!!!


BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹


__ADS_2