
Sesampainya ditempat tujuan, Alexa langsung turun dari mobilnya dengan di ikuti oleh Sindy dan juga Putri.
Dia masuk ke perkarangan sebuah rumah yang cukup sederhana, Terlihat jelas beberapa bodyguard terjajar disetiap sudut rumah itu.
"Kamu yakin ini tempatnya Al?" Tanya Sindy, Karna secara dia lihat tempat ini seperti tempat yang cukup aneh.
Alexa berbalik menatap Sindy, Dia menganggukan kepalanya. "Iya ini tempatnya, Sudahlah ayo kita masuk!"
Namun saat hendak masuk ke dalam, Terlebih dahulu mereka di hadang oleh dua bodyguard. Alexa langsung memberikan tanda pengenal nya, Kedua bodyguard itu langsung mempersilahkan mereka bertiga masuk ke dalam.
Suasana yang pertama kali mereka rasakan adalah suasana yang cukup menyengat, Sindy menutup hidungnya karna dia merasakan aroma ini cukup membuatnya mual.
"Pakai masker saja Sin," Putri memberikan masker untuk digunakan oleh Sindy. Sindy menerima masker itu, dia langsung memakainya.
Alexa cukup bingung, Orang yang dia cari terlihat tak ada disini. Alexa bertanya kepada seorang wanita yang tengah ber pas-pasan dengannya.
"Maaf, apa anda kenal dengan orang ini?" Alexa menunjukkan sebuah foto kepada wanita yang ber pas-pasan dengannya itu.
Wanita itu melihat foto yang ditunjukan oleh Alexa, "Oh *****? Kalian naik ke atas, nanti ruangannya sebelah kanan." Jawab Wanita itu.
Alexa tersenyum, "Baik, Terimakasih.."
Alexa dan yang lainnya langsung naik ke atas tangga, Mereka menuju ruangan seseorang yang dituju oleh Alexa.
"Ada apa kalian kemari?" Tanya seorang wanita setengah baya dengan penampilan yang cukup menyeramkan.
Alexa membuka topi dan juga maskernya, Wanita tua itu memekik kaget saat melihat Alexa dihadapannya.
"Anda masih mengenali saya bukan?" Alexa tersenyum miring.
Dia berjalan mendekat ke arah wanita tua itu, "Seperti yang waktu itu saya katakan, Hari ini saya membutuhkan bantuanmu. Dan apa kamu siap membantu ku?"
Mendengar itu tentunya Wanita setengah baya itu langsung menganggukan kepalanya, Dia bersedia membantu Alexa untuk menyelesaikan masalahnya.
Alexa menunjukkan foto yang membuat wanita tua itu mengerutkan keningnya, "Ada masalah apa kamu dengan Nelin?"
"Nelin? Siapa Nelin? Madam kenal dengannya?" Sindy bertanya saat mendengar Madam menyebutkan nama Nelin, jelas-jelas itu bukan Nelin.
Wanita tua yang dipanggil Madam itu menganggukan kepalanya, "Jelas Madam kenal dia, Dia pernah berkerja disini." Jawab Madam.
Alexa mengerutkan keningnya, "Bekerja disini?"
Madam mengangguk pelan. "Ya dia dulu kerja disini, Sebagai *****"
"what?!" Pekik Alexa dan juga Sindy, Sedangkan putri yang tak paham dia memelih untuk terdiam diri.
Alexa langsung menceritakan masalah yang dia hadapi, Madam yang mendengar cerita Alexa cukup geram. "Hebat sekali topeng itu, Sudah kalian jangan khawatir. Madam akan membantu itu."
Setelah cukup bercengkrama lama, Alexa langsung berpamitan. Karna kini waktu yang dipunyai nya sudah cukup menipis.
Alexa, Sindy, Dan juga Putri langsung masuk ke dalam mobil yang tak lama melaju meninggalkan perkarangan rumah nerak4 itu.
"Aku sungguh tak menyangka, Ternyata dia wanita *****." Alexa mengangguk setuju mendengar ucapan Sindy, Dia pun sama halnya dengan Sindy yang terkaget dengan identitas ****
__ADS_1
Putri mendongak, "Jadi, Tujuan kita kemana lagi?"
"Rumah sakit," Jawab Alexa.
"Kenapa rumah sakit?"
"Tentunya untuk membongkar kebusukannya, Aku tak percaya saat dia mengatakan dia sedang hamil. Sudahlah ayo,"
Mereka langsung menuju ke sebuah rumah sakit yang berada di pelosok, Terlihat jauh dari perkotaan.
Sesampainya disana, Sindy dan juga Putri cukup ngeri dengan suasana seram rumah sakit ini.
"Ayo masuk!"
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam rumah sakit itu, Namun tanpa dugaan ternyata dalam rumah sakit itu sangatlah bersih dan juga indah. Seperti rumah sakit pada umumnya.
"Apa ini rumah sakit ilegal?" Batin Sindy sambil memperhatikan sekelilingnya.
Salah satu suster menghampiri mereka bertiga, "Ada yang bisa kami bantu?"
Alexa mengangguk, "Ya, Saya ungin bertemu dengan dokter RB?"
"Sebelumnya sudah membuat janji?"
"Sudah!" Jawab Putri.
Sunter mengangguk, Dia mengantar ketiga wanita cantik itu ke ruangan dokter RB.
Tok...
Tok...
Tok...
"Maaf dokter, Ada orang yang ingin bertemu dengan anda."
"Siapa?"
"Saya!" Bukannya suster yang menjawab, Melainkan Alexa yang langsung menyahut.
"Nyonya Ling? untuk apa anda kesini, silahkan masuk." Dokter itu langsung membersihkan Alexa dan juga yang lainnya untuk masuk ke dalam ruangannya.
Alexa duduk di sopa, Dia mendongak menatap dokter RB. "Dokter mengenali saya bukan?" Ucap Alexa yang bertanya apakah dokter itu mengenalinya.
Dokter RB menganggukkan kepalanya, Tentunya dia mengenali Alexa sebagai CEO terkenal dan juga Nyonya Ling. siapa yang tak mengenalinya, hmm.
"Tentu saja Nyonya, Saya mengenali anda." Jawab Dokter RB.
"baguslah, Jadi anda sudah tau jika berurusan dengan Family Ling akan hancur?"
"Maksudnya?"
Brak...
__ADS_1
Alexa menjatuhkan sebuah map yang tepat di hadapan dokter RB.
"Seorang dokter ilegal yang memanipulasi kehamilan, Mendukung seorang wanita untuk menghancurkan LING GROUP." Tegas Alexa yang menatap sinis ke arah dokter dihadapannya ini.
DEG....
Dokter RB memekik kaget saat mendengar ucapan Alexa, Keringat dingin tee lihat keluar dari dirinya.
Tanpa niat membaca map ataupun membukanya, Dokter itu langsung bersujud dihadapan Alexa. "Tidak, Maafkan saya Nyonya. saya mohon maafkan saya, Tolong jangan laporkan ini. saya siap memberi penjelasan."
"Berdiri!"
Dokter RB langsung berdiri, Dia menundukkan kepalanya. Salah besar karna dia membantu mengusik family Ling.
"Berikan klarifikasi soal semua ini! kamu siap bukan?" Dokter itu mengangguk.
Tanpa ba bi bu, Alexa langsung membawa dokter itu ke tempat yang menjadi tujuan terakhirnya.
Alexa terus menerus mengecek jam tangannya, Waktu sungguh menipis. "Kita harus secepatnya sampai disana, Pegangan yang erat!" Ucap Alexa yang menambah kecepatan mobilnya.
Sedangkan itu, Di perusahaan Ling group tengah menyelenggarakan Konfrensi pres. Terlihat jelas kini banyak wartawan yang ada di sana, Tepatnya dihadapan CEO Dav.
"Jadi, Apa yang anda akan jelaskan tuan?"
"Apa anda akan menikahi Nona **** ?"
ucap para wartawan, Davies yang sudah muak dia langsung menggerakkan meja.
"Sekali lagi kalian mengatakan akan menikah wanita sial4n itu, Saya pastikan kalian hancur!" Ancam Davies yang tak kuat dengan ucapan akan menikah wanita sial4n itu.
Wartawan terdiam seribu bahasa, Dia menatap tak percaya. sepertinya Davies tengah tersurut emosi.
Williams mendekat, Dia mencoba menenangkan Davies.
Davies mengambil Mic, Dia mulai berbicara. "Dengarkan baik-baik. Saya, Ling Davies Denandra tidak pernah menghamili ataupun menyentuh ****. Semua berita itu hanyalah isu belaka!" Tegas Davies yang mengatakan kalau dirinya tak bersalah.
Namun saat hendak terduduk kembali, Terdengar suara teriakan dari depan.
"BOHONG!!!!"
Seorang wanita dengan lantangnya berteriak kalau yang dikatakan oleh Davies adalah sebuah kebohongan, Tentunya itu langsung menjadi objek para wartawan.
Wanita yang berpakaian peminim itu langsung naik ke atas panggung tepat dihadapan Davies, Dia berbalik menatap wartawan. "Semua yang dikatakan oleh dia adalah kebohongan, Saya hamil! Anak tuan Davies!!!!!"
"DIA MENGHAMILI SAYA!
"JAGA UCAPANMU JALLANG!!!"
DEG....
...----------------...
Hay salam hangat dari Author, Seperti biasa author minta dukungan serta support dari kalian semua untuk karya ini.
__ADS_1
LIKE+KOMEN+VOTE!!!
BUNGA🌹🌹🌹