Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
OBAT?


__ADS_3

Sambil membawa nampan yang berisikan kue, Seorang wanita cantik menyajikan itu di ruang santai.


Melihat Davies yang menuruni tangga, Wanita itu bergegas menghampirinya. Siapa lagi kalau bukan Alexa,


Davies dan Alexa ikut bergabung bersama yang lainya, Terlihat Dewi, Nabila dan juga Niko tengah bersantai di ruang keluarga.


"Silahkan diminum suamiku," Ucap Alexa yang meletakan kopi untuk Davies, Tak lupa dia juga menyajikannya untuk Niko.


Dewi duduk di dekat Davies, Saat Alexa membawakan kue dia mengambil alih kue itu.


"Kue apa ini? Suamiku tidak suka dengan kue murahan!" Alexa menatap tajam ke arah Dewi, Dia merebut kembali kue itu.


Karna tak ingin mengganggu waktu santai Suaminya, Alexa memilih diam dan menikmati siaran TV.


Dia menggengam tangan Davies, senyuman indah terhias saat Davies merangkul tubuh nya.


Alexa menatap sinis ke arah Dewi, terlitas sebuah ide untuk membuat Dewi semakin terbakar cemburu.


Alexa meletakan kepalanya di dada bidang Davies, Dia memainkan jarinya di dada Davies. Sedangkan Davies yang mendapatkan itu dia hanya dia dan sesekali mengecup kening Alexa.


"Cih! Sekarang kalian merasakan apa yang aku rasakan dulu kan? Tapi aku akan membuat kalian lebih merasakan sakit dari yang pernah aku rasakan," Batin Alexa, Dia masih sangat sakit bila mengingat bagaimana mereka mempermainkan dirinya.


"Duduklah dengan benar Alexa!" Bentak Dewi yang tak tahan saat Alexa bergerak bebas di tubuh suaminya, Davies.


"Aku lebih suka duduk seperti ini, Lagian duduk seperti ini sangat nyaman. Apalagi kalau di kamar, Hum mungkin akan lebih nyaman." Ucap Alexa yang membuat Dewi membulatkan matanya, Niko tersedak mendengar ucapan Alexa. Dia mengambil air dan meminumnya, Nabila juga sama dia sangat jengkel karna dia sudah tau bahwa semua aset masih atas nama Davies.


"Seharusnya aku yang saat ini bersama Davies, Bukan wanita sialan itu! Hah aku sangat menyesal karna lebih memilih Niko yang sangat rendah ini, Andai saja aku lebih dulu mendapatkan Davies." Batin Nabila, Otak liciknya mulai berputar. Seakan sudah tersusun sebuah rencana


"Pah, Kapan aku menjabat di perusahaan?"


Davies maupun Alexa langsung memicingkan matanya mendengar ucapan dari Niko,


"Iya Pah, Niko sudah pantas menjabat di perusahaan. Dan sudah pantas untuk menggantikan mu," Timpah Dewi


"Tapi sepertinya suamiku ini masih mampu mengurus perusahaan, iyakan Sayang?"


Bukanya Davies yang menjawab melaikan Alexa, mendengar itu Davies mengangguk setuju. "Apa yang dikatakan Alexa benar, saya masih sanggup mengurus perusahaan."


Setelah mengatakan itu Davies pergi dari ruang keluarga, Niko mengepal tanganya dia sangat muak akan Davies yang tidak pernah menganggapnya.


Alexa melipatkan kedua tanganya, "Menjadi seorang pewaris harus dari dar4h daging pewarisnya, Bukanya begitu Ibu Dewi?" Ujar Alexa sambil menaikan alisnya.


Dewi berdecak kesal, Dia memilih pergi ke kamarnya. Sedangkan kini tinggal Alexa, Niko, dan juga Nabila.


Nabila berdiri dari duduknya, Dia menatap Alexa yang kini tengah menyantap kue.


"Tingkah kamu seperti ratu, Padahal kamu hanyalah parasit!" Bukanya marah mendengar itu, Justru Alexa tertawa dia ikut berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Haha aku memang seorang ratu, Dan ya ratu akan terus menguasai apa yang menjadi haknya. Dan untuk parasit? Julukan itu lebih pas untukmu!" balas Alexa yang seakan menjadi boomerang untuk Nabila.


"Kamu!!!"


"Stop, Nabila!" Niko menarik tangan Nabila untuk menjauh dari Alexa, Alexa yang melihat itu hanya tertawa tipis. Dia ikut pergi menyusul suaminya.


"Suamiku,"


Alexa menghampiri Davies yang tengah berada di balkon kamar, Hari sudah mulai gelap. Alexa yang baru saja selesai mandi dia langsung menghampiri Suaminya, Davies.


Davies merentangkan tanganya, Dia memeluk erat Alexa. "Ada apa hmm?" tanya Davies sambil menghirup aroma tubuh Alexa.


Bukanya menjawab justru Alexa malah menatap genit Davies, Dia duduk di pangkuan suaminya dan mengalungkan tangan mungilnya ke leher Davies. Dan Cup! Alexa mengecup bibir Davies


Kecupan itu perlahan berubah menjadi sebuah ciumman yang saling menuntut, Davies menahan tengkuk leher Alexa dan memperdalam ciummannya.


"Eummmm!" Leguh Alexa saat sang suami menyes4p kuat Bibirnya, Meneguk setiap kemanisan.


Tanpa sadar kini Alexa melepaskan kimono yang membelit tubuhnya, Davies terkejut melihat Alexa memakai baju tipis yang sangat sexy.


Dia menatap Alexa, Alexa yang mendapatkan tatapan itu wajahnya langsung memerah.


"Apa suamiku ini tidak menyukainya?" Tanya Alexa


Cup...


Cup...


Cup...


Saat mereka hendak ke kasur, Terlebih dulu pintu di ketuk oleh seseorang.


"Biar aku saja yang membuka pintu," Davies mengangguk, Alexa kembali memakai kimono nya dan membuka pintu


Klek... Pintu terbuka, Mata Alexa membulat saat melihat Dewi yang datang.


"Mana suamiku!"


Alexa menutup pintu, Dia keluar kamar. "Suamimu? Bukanya itu suami kita?" Jawab Alexa dengan sengit


"Kamu memang benar benar wanita paling hina di dunia ini, Kamu merebut suamiku! Kembalikan suamiku sialan!"


Perdebatan antara Alexa maupun Dewi terus terjadi hingga Dewi berhasil menampar wajah Alexa, Namun Alexa membalas itu.


"ALEXA!!" Teriakan menggema Niko membuat Alexa berbalik, Niko mendorong Alexa namun untung Alexa tidak terjatuh karna Davies ada tepat di belakangnya.


"Pah..." Pekik kaget Alexa, Dia tersenyum dan berpura-pura tak sadarkan diri

__ADS_1


Davies yang melihat Alexa melemas, Dia terkejut. "Sayang, Al... Alexa..." Davies menepuk nepuk pipi Alexa, Dia sungguh geram. Davies menatap tajam Dewi dan juga Niko.


"Kalian sudah siap pergi dari mansion ini hah?"


"Pah... Papa....!!!"


Panggilan Dewi sungguh tak membuat Davies berbalik.


Niko membawa Ibunya pergi, Nabila menyusul dari belakang.


"Ibu harus bisa mengontrol emosi ibu,"


"Dia sudah keterlaluan Niko! Ibu sangat tidak bisa menerima itu!"


Niko mengusap wajahnya, dia memilih meninggalkan ibunya dan juga istrinya


Nabila menutup pintu kamar ibu mertuanya itu, Dengan perut yang sudah besar Nabila menghampiri Dewi.


"Semunya sudah siap kan?"


"Sudah bu, Semua sudah aku pesan sesuai dengan permintaan ibu."


Mendengar itu, Dewi tersenyum. "BAGUS, DAN SAATNYA KEHANCURAN ALEXA!"


"Apa ibu yakin rencana ini akan berhasil?" Tanya Nabila


Dewi mengangguk, "Tentu, Rencana ini harus berjalan sesuai rencana. Ibu tidak mau Alexa merebut semuanya!" Nabila mengangguk paham


****


Keesokan harinya...


pagi pagi sekali, Nabila dan Dewi mengunjungi sebuah toko yang terletak dijalan sempit, Tanpa waktu lama Dewi dan Nabila sudah mendapatkan sesuatu yang mereka cari.


"Efek obat ini sangat berbahaya, Jadi jangan salah gunakan itu."


"Hmm ya saya paham, Ini bayaran mu." Dewi memberikan amplop berisi uang kepada Seseorang


setelah mendapatkan itu, Dewi dan Nabila bergegas meninggalkan tempat itu.


...----------------...


Hayy salam hangat dari author. Mohon untuk terus mendukung dan mensupport karya ini, Dukungan dari kalian menjadi semangat untuk author.


Jadilah pembaca aktif, Tinggalkan jejak kalian!.


LIKE+KOMEN+VOTE!!!

__ADS_1


BERI BUNGA JUGA🌹🌹🌹


__ADS_2