
Pagi hari ini Alexa sudah rapih dengan dress maroon dengan dipandu cardigan.
Hari ini Alexa berjanji mengantar Sindy untuk memilih beberapa gaun pengantin, Tentu dengan Putri juga. Namun entah kenapa Elvio mendadak menjadi sangat rewel, Dia tidak ingin ditinggalkan oleh Alexa.
"Vio, Sekolah ya sayang?"
Elvio menggelengkan kepalanya, "Vio gamau sekolah mom!" Tolak Elvio dengan mimik wajah yang sedih.
Dengan sedikit kesusahan, Alexa duduk di sopa dengan memegangi tangan mungil Elvio.
"Kenapa Vio gamau sekolah? Ada yang jahat sama Vio?" Tanya Alexa sambil mengusap wajah tampan Elvio.
Elvio menggelengkan kepalanya, "Tidak ada yang jahat sama Vio mom, Vio cuman tidak mau sekolah saja. Hari ini saja, Vio boleh bolos kan?"
"Baiklah, Tapi hanya untuk hari ini saja? Oke?" Elvio langsung menganggukan kepalanya, Dengan semangat yang ekstra Elvio berteriak memanggil Baby sisternya.
Davies yang baru saja selesai memakai pakaian kerjanya, Dia menghampiri Alexa.
Cup....
Davies mengecup kening Alexa, "Apa sebaiknya kamu di mansion saja sayang? Tidak usah ikut hmm?"
Alexa menggelengkan kepalanya, Bagaimana pun ini adalah hari yang sesungguhnya sahabatnya mencoba gaun pengantin. Dan Alexa tidak mau melewatkan momen itu.
"Tidak sayang, Sudah sebaiknya suamiku ini berangkat ke perusahaan oke?"
Alexa terkekeh kecil saat wajah Davies yang masam, Sejujurnya dihati kecilnya juga sedikit merasakan ke ganjalan.
Tak lama mobil Sindy sudah sampai menjemput Alexa dan juga Elvio. Ya, Elvio ikut bersama dengan Alexa.
Mereka langsung meninggalkan perkarangan mansion, Mobil itu langsung melaju menuju toko baju pengantin langganan Alexa. Sangking repotnya, Alexa melupakan ponselnya yang tertinggal di kamar.
"Ada apa Al?" Putri bertanya saat melihat Alexa menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Ah itu, Aku lupa membawa ponselku Put..."
"Mau menghubungi Tuan Dav? Pakai ponselku saja Al,"
"Tidak usah Sin, Lagian tadi suamiku juga sudah mengetahui ini."
Sesampainya disebuah toko baju yang menyediakan banyaknya baju pengantin, Alexa langsung turun dari mobil dengan menggandeng tangan mungil Elvio.
"Mom, Kenapa mereka menatap kita terus?" Tanya Elvio yang tidak suka dengan tatapan dari pengunjung toko.
"Jangan di anggap sayang,"
"Sudah ayo, Sebaiknya kita langsung masuk..."
Alexa ikut memilihkan gaun pengantin untuk Sindy, Namun hanya untuk sebentar saja. Alexa dan Elvio duduk menunggu Sindy dan juga Putri.
Alexa memejamkan matanya, Dia memegangi keningnya yang terasa pusing. Namun saat hendak membuka mata, Terlebih dulu seseorang membius Alexa dari belakang.
Elvio yang melihat itu dia langsung berteriak, Namun terlambat. Kini Elvio pun terkena biusan.
Brak...
Foto Alexa yang berada di sisi meja kerja Davies tiba-tiba saja terjatuh, Davies mengambil foto itu namun kedua matanya masih pokus ke layar leptop. Sehingga tanpa sengaja, Jari telunjuk Davies terkena serpihan beling.
"****!" Davies mengambil tisu, Dia menglap darah yang menetes di jarinya.
Entah kenapa perasaannya menjadi tak karuan, Davies merasa ada yang tidak beres dengan istrinya.
Dia mengambil ponselnya dan menelpon Alexa, Namun tidak ada jawaban. Sudah lebih dari sepuluh kali namun tetap saja tidak ada jawaban sama sekali.
"Williams!!" Teriak Davies yang memanggil Sekertaris Li.
Klek...
__ADS_1
"Ada apa Tuan?"
"Hubungi Sindy. Tanyakan padanya, apa Alexa masih bersama mereka?" Williams langsung menelpon Sindy.
"Hallo?"
"Sayang, Apa nyonya Al masih bersamamu?" Tanya Williams dibalik telpon.
"Ya, Tadi Alexa bersama kita memilih gaun. Tapi dia menunggu di ruang tunggu bersama Vio."
Davies merebut ponsel Williams, "Cari Alexa!"
"Ba-baik Tuan..."
Tut...
Sambungan telpon terputus.
Sekitar sepuluh menit, Sindy kembali menghubungi Williams. Dia mengatakan kalau Alexa dan juga Elvio tidak ada di ruang tunggu.
Wajah Davies memerah, Dia mengepalkan tangannya. Dengan singgap, Dia langsung berlari keluar dari ruangannya. Disusul oleh Williams.
"Biar aku yang membawa mobil!" Williams merebut kunci mobil. Davies mengangguk.
Keduanya langsung menyusul ke toko baju pengantin yang di sherlock lokasinya oleh Sindy.
Terlihat raut wajah cemas dari Davies, "Cepatlah Li!"
Williams menambah kecepatan mobil ini, Sampai akhirnya mereka sampai. Terlihat disana sudah ada Putri, Ardi, Dan juga Sindy.
Davies langsung keluar dari mobil, "Dimana istri dan anakku?!" Tanya Davies dengan suara yang menggelegar.
"Ma-maafkan saya Tuan, Sepertinya Alexa dan juga Vio di culik." Jawab Sindy dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
"Di culik?!"
DEG...