Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kurebut Ayahmu
EPISODE 88


__ADS_3

Sesampainya di Indonesia, Tepatnya di jakarta. Family Ling langsung di sambut oleh beberapa bodyguard, Mereka langsung di boyong menggunakan mobil yang sangat mewah dan juga elegan. Dengan dikawal oleh bodyguard, Mobil yang ditumpangi Family Ling itu langsung melaju menuju mansion.


Alexa mengeram kesal karna suaminya ini tidak memberitahukannya dulu kalau mereka akan kembali ke indonesia. Walaupun Alexa juga tau ini karna perusahaan, Tapi tetap saja seharusnya suaminya ini berbicara dulu.


Melihat istrinya terus menggerutu kesal, Davies hanya terkekeh geli. Dia menarik Alexa hingga kini tubuhnya berdekatan dengan tubuh Alexa, Dan Cup! Davies mengecup kening Alexa. "Ini mendadak sayang, Aku tidak memberitahukannya padamu hanya karna waktunya saja sudah mepet sayang." Jelas Davies, Dia mengusap wajah cantik istrinya itu. "Sudah dong jangan cemberut gitu, Aku jadi tidak tahan..." Lanjut Davies dengan sedikit berbisik di telinga Alexa.


Mendengar bisikan dari suaminya, Alexa mengerutkan keningnya. "Tidak tahan? Maksud suamiku ini tidak tahan apa?" Tanya Alexa yang kebingungan soal bisikan itu.


"Mau tau?" Alexa mengangguk, Davies menyuruh Alexa untuk lebih dekat kepadanya.


Alexa yang tengah menggendong Baby Aleesya itu dia mendekat ke arah suaminya, Davies mendekatkan bibirnya ke arah telinga istrinya.


"Tidak tahan untuk memakan mu..." Bisikan Davies yang membuat Alexa membulatkan matanya.


Cit..


Alexa mencubit pinggang Davies, "Bisa-bisanya mesyum!!!" Kesal Alexa.


"Aw... Aw... Sayang sakit!!" Ringis Davies saat mendapatkan cubitan maut dari Alexa, Namun sedetik kemudian dia tertawa sambil memeluk istrinya.


"Mesum dengan istri sendiri tidak ada salahnya bukan?" Ucap Davies, Alexa hanya memutar bola matanya malas karna itulah setiap kata yang diucapkan oleh Davies.


Tak terasa kini Family Ling sudah sampai di Mansion Ling, Alexa terdiam diri menatap Mansion yang seakan menjadi kenangan buruk baginya. Sungguh tak terasa air mata Alexa menetes, Dia langsung menyeka air matanya.


Davies mengerutkan keningnya saat istrinya ini tak kunjung keluar dari dalam mobil, "Ada apa sayang?" Davies bertanya saat istrinya ini tak keluar dari mobil.


Alexa tersadar dari lamunannya, Dia menggelengkan kepalanya. Dengan menggendong baby Aleesya, Alexa turun dari mobil.


Para wartawan langsung mendekat ke arah Alexa dan Juga Davies, Kedua pengusaha sukses yang baru kembali lagi ke Indonesia ini cukup bisa menjadi topik panas! Dimana mereka juga penasaran dengan Twins A yang wajahnya masih di privasikan oleh Davies maupun Alexa.


Tentunya Para Bodyguard langsung menghadang wartawan, Mereka tidak membiarkan wartawan ini berdekatan dengan tuan dan nyonya mereka.

__ADS_1


Wartawan saling berdesakan ingin berdekatan dengan Davies maupun Alexa, Alasannya ingin mendapatkan informasi.


"Tuan Dav... Mohon kejelasannya..."


Teriak para wartawan yang tak di hiraukan oleh Davies maupun Alexa.


Pertama kali Alexa menginjakan kakinya, Dia langsung disambut dengan suasana Mansion yang seakan sudah di ubah. Terlihat jelas setiap sudut dikelilingi dengan bunga dan pepohonan cantik, Cat Mansion sudah diganti dengan warna yang mewah.


"ALEXAAAAAAA....."


Alexa memicingkan matanya mendengar suara teriakan yang cukup dia kenali, Terlihat jelas Sindy dan juga Putri berteriak memanggilnya. Kedua sahabat Alexa ini berlari menghampiri Alexa, Tentu itu membuat Williams memekik kaget karna istrinya ini berlari.


"Heh! Kamu ini sedang hamil Sindy, Jangan berlarian!!" Tegur Alexa yang kini sudah berhadapan bersama kedua sahabatnya ini, Sindy hanya tersenyum kaku dia menggaruk sikunya yang tak gatal itu.


Alexa hanya menggelengkan kepalanya, Dia langsung di gandeng oleh kedua sahabatnya ini untuk masuk ke dalam Mansion.


"Aku sangat sangat merindukanmu Al... Sungguh..." Ucap Sindy yang mendapatkan senyuman dari Alexa.


"Sini Baby Aleesya biar aku yang gendong?" Putri mengambil alih menggendong baby Aleesya, Baby yang sangat imut ini membuat Putri gemas dibuatnya.


Sindy memutar bola matanya malas.


"Bagaimana kabarmu Al?"


"Kabar Alexa baik ibu... Sebaiknya bagaimana kabar ibu?" Alexa menyalami Ibunya Putri yang sudah dia anggap sebagai ibunya juga.


"kabar ibu Baik, Ah iya dimana cucu ibu? pasti mereka imut imut..."


Saat Alexa menyalami yang lainnya, Davies mengajak Williams untuk berbicara berdua di ruang kerjanya. Entah apa yang dibicarakan keduanya, Terlihat seperti serius.


"Bagaimana bisa?"

__ADS_1


"Benar tuan,"


Mimik wajah Davies seakan tengah menahan amarah, Dia berbalik menatap Williams. "Aku tidak mau tau, Jika sampai terjadi apapun, Kamu yang akan menanggung akibatnya! Paham?"


Williams menganggukan kepalanya, Entah bagaimana jika ia lalai. "Paham Tuan," Jawab Sekertaris Li.


"Jangan sampai Alexa mengetahuinya, Rahasiakan hal ini." Setelah mengatakan itu, Davies keluar dari ruang kerjanya.


Williams yang masih di ruang kerja Davies, Dia menghembuskan nafas kasarnya. Dia benar-benar harus teliti dan jeli saat ini, Jika tidak mungkin bukan hanya keluarga Ling saja yang dalam masalah tapi bisa jadi keluarganya juga dalam bahaya.


Davies bergabung dengan istri dan juga yang lainnya, Terlihat mereka tengah bercanda gurau di ruang keluarga. Banyak makanan serta minuman yang tersaji, Davies mengambil buah apel dia duduk di samping istrinya.


"Ini makan lah," Davies menyuapi Alexa dengan buah, Keromantisan mereka tentunya mendapatkan sahutan dari semuanya. Tanpa rasa malu Davies mencium Alexa dihadapan semuanya, Tentunya anak-anak tidak berada disana.


"Sebaiknya kita semua beristirahat saja, Lagian cuaca saat ini cukup dingin. Kalian juga pasti capek kan?"


Semuanya menganggukan kepalanya, Mereka semua masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Termasuk saat ini Alexa yang sudah berada di ambang pintu kamarnya, Rasanya sangat berat untuk masuk ke dalam kamar ini. Dengan rangkulan dari sang suami, Alexa membuka pintu kamarnya.


Klek...


Pintu terbuka dan perlahan menampakkan suasana kamar yang sungguh sangat mewah, Alexa melongo menatap tak percaya akan kamarnya ini yang sudah disulap. Sungguh kamar yang diidam-idamkan oleh Alexa.


Spontan Alexa masuk ke dalam kamar itu, "Ini sangat mewah, Apa tidak terlalu berlebihan?" Tanya Alexa sambil mengamati setiap sudut kamar.


Davies memeluk tubuh Alexa dari belakang, Dia menenggelamkan dagunya di pundak Alexa. "Untukmu tidak ada yang berlebihan sayang," Alexa tersenyum, Dia mengusap wajah tampan suaminya ini.


"Terimakasih Honey," Balas Alexa.


Davies membalikkan tubuh Alexa hingga kini keduanya saling pandang, "Hanya terimakasih saja?!"


"Ck! Tubuhku sudah remuk!!!" kesal Alexa yang sudah tau arah pembicaraan suaminya ini, Davies hanya terkekeh geli.

__ADS_1


Untuk sejenak Davies melupakan masalah yang akan dia hadapi, terlihatnya masalah kali ini cukup benar-benar membutuhkan dirinya. Entah apa masalah yang diterpa Davies hingga dia harus meluncur kembali ke indonesia.


"Masalah apapun itu, Ku mohon jangan libatkan Alexa ataupun anak-anak. Biar aku saja yang terlibat, Lindungi keluargaku ya Allah..." Batin Davies yang perlahan ikut terlelap bersama istrinya.


__ADS_2